sosok aku   Leave a comment



Pernahkah kita bercermin ??!!!  tentu jawabannya pernah. Dan bahkan ada yang sengaja membawa cermin tersebut dalam saku ataupun tasnya kemana-mana. Baik laki-laki atau perempuan tua atau muda pasti mengerti dan paham apa yang dilihat pada cermin tersebut. Ya benar jawabannya adalah memandang keelokan, keindahan, keakuan yang ada pada diri kita sendiri.
Ehmm… ganteng juga…!!
Ah.. kayaknya pake ini pantas, aku bakal dilirik semua orang neh..!!
Ah.. semoga ia melihatku dengan pakaian ini, semoga ia tertarik padaku.
Rambutku bagus sekali, aku memang ganteng/cantik dengan rambut ini
Tubuhku indah, tubuhku berisi…terlihat macho,
Cantik sekali aku ini…
Ini itu aku,,, aku,,, aku,,,
Tentu semua kata tersbut pernah kita lontarkan seraya bersolilokui pada cermin layaknya orang gila…dengan semua keakuan/keegoan kita sendiri.
Tapi itu semua normal dalam kapasitas manusia atau mahluk sosial, karena kita butuh keadaan nyaman ditengah manusia lain dan tak mau dianggap remeh dan ingin selalu diperhatikan..
Namun, pernahkah kita berpikir pada saat kita bercermin bahwa kita menghadapi diri kita sendiri yang tak berdaya,  kita menyadari bagaimana jika tidak ada hidung di muka kita. Atau kita berbicara pada cermin bagimana jika tidak ada satu mata di muka kita. Atau kita bertanya pada cermin kenapa ada semua indera di pelataran wajah kita. Coba hanya polos saja….. coba semua letak penghuni diatas muka ini mengadakan pertukaran tempatnya…
Pernahkah kita bertanya.. apa saja yang telah diperbuat mulut kita,, siapa saja yang telah terluka hatinya oleh mulut tersebut, siapa saja yang pernah kita caci, kita maki, kita buka aibnya, kita pojokkan, kita hina,,, siapa saja yng pernah kita fitnah oleh mulut kita tersebut.. pernahkah kita pikirkan itu pada saat kita bercermin…
Pernahkah kita berpikir apa saja dosa mata ini,, apakah ia selalu melihat yang baik atau bahkan selalu melihat yang jahat…apakah mata ini menyakiti hati orang lain ketika kita melirik,, apakah kebaikan yang telah dilakukan mata ini………..
Pernahkah kita menyadari bahwa siapa yang memberi sinar pada penglihatan kita, apa jadinya jikalau tidak ada suatu kekuatan yang meminjamkan nur cahayaNya pada indera penglihatan tersebut. Pernahkah kita sadari bagaimana jika tidak ada lubang hidung pada penciuman tersrebut, pernahkah kita sadari siapa yang telah memeberi dan mengizinkan O2 masuk kesana dan mengkodratkan CO2 hanya keluar dari tubuh kita. Pernahkan kita berpikit bagaimana jadinya jikalau semua berlaku terbalik CO2 yang masuk O2 yang keluar????
Apakah kita juga pernah memuji siapa yang telah menjadikan tubuh kita begitu elok, indah, sempurna. Pernahkah kita memuji siapa yang telah meminjamkan Haula(daya)  dan kuwwa (kekuatan) pada tubuh kita, siapa yang mendirikan kaki sehingga bisa menopang badan yang berat ini. Cobalah kita mencoba, sekedar praktek. Cobalah kita sekali-sekali di dalam kamar kita sendiri berdiri menggunakan kedua tangan semampu kita. Apa yang anda /kita rasakan. Subhanallah..!!! kita tidak mampu menopang tubuh kita tersebut, sungguh berat dan semua darah rasanya mau masuk ke otak.. dan mau pecah…Subhanallah Allah ciptakan kaki yang mampu menopang semua beban berat tersebut.
Tidak cukup hanya satu kali pujian atas nikmat yang telah diberikan Allah pada kita semua, namun justru sedikit sekali pujian kita kepada Allah SWT dan rasa ingat kita akan nikmat tersebut, bahkan hanya menganggapnya sebagai suatu keegoan/keakuan yang tidak pernah berujung dan akan selalu kosong atau tidak puas dengannya. Namun jikalau kita memuji nikmat tersebut. Apa yang akan kita rasakan?? Coba anda rasakan dan bisa kita jawab sendiri !!!
Cobalah sesekali lagi kita pandangi tubuh ini,, dengan niat memuji Allah, lontarkan kata-kata Subhanallah…!!!  Alhamdulillah…!! BETAPA BESARNYA KUASAMU YA ALLAH..!!!.
Apa yang kita rasakan,, Jawabannya adalah akan kita rasakan bulu kuduk ini merinding tatkala terlontar dari bibir kita dan hati kita ucapan memuji dengan segala pujian untuk Allah, atas kekuatanNya, atas semua SifatNya yang Maha segalanya. Setelah itu, kita dapati dalam hati kita  rasa kedamaian dan tawadhu, yang berakibat kita lebih pede dalam berlaku di bumi Allah tercinta ini…kita akan berusaha memelihara pinjaman nikmat Allah pada diri kita ini. Kita akan lebih  menghargai bahwa kita adalah hamba yang beruntung dan masih banyak orang lain yang tidak atau belum Allah beri amanah atas indera tersebut……

Wallahua’lam…

Posted February 22, 2011 by a'im in campur aduk

Tagged with , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: