Aku kembali ke Sifat Jahiliyahku,,,,dan menangis dalam doaku   Leave a comment

Hari ini Adzan Ashar berkumandang, telah beberapa minggu ini aku berjalan menyisiri perjalanan hidup yang mereka katakan live must go on, mengalir saja seperti air. tanpa kusadari ternyata kemajuan teknologi mengajakku mengarungi dan kembali ke sifat jahiliyahku.. Hegemoni kehidupan, bisinggnya Dunia Malam bahkan kemajuan teknologi mendorongku kelembah nista yang sudah kusesali sebelumnya.

Malam-malam kuakhiri dengan bertatap muka dan berbicara dengan nada menggiring hasrat ke muara zalim, ke lembah jahiliyah. Menggapai kepuasan yang menurut syar’i tidak dibenarkan. Diriku terjerumus ke dalam lembah hingga penyimpangan orientasi sexual, ternyata teknologi yang ditakut-takuti orang memang benar, dengan teknologi layaknya internet semua orang bisa mengarungi dunia tanpa batas dan tanpa kaidah. Terserah mau dibawa kemana ujung pembicaraan, tergantung pembicara kedua pihak. Dengan layanan Private dan layanan web came diriku dapat menggapai kepuasan lahiriah dan batin yang tidak dibenarkan.

Pada malam-malam sebelumnya aku hadir dihadapannya, tersenyum dan tertawa berbicara layaknya teman akrab, mengobrol dalam konteks Sex Chat yang cukup menggelikan dan bahkan menaikkan hasrat kedua belah pihak. Aku layani pembicaraan dengan mengundang, dan ternyata terjadilah sifat jahiliyahku kembali muncul ke permukaan. Aku menyadarinya, aku memberontak, aku berkata memang ini salah dan ini sudah terlampau jauh dari kebenaran dan rahmat, aku harus pulang, aku harus kembali meninggalkan semua ini. Namun aku tak sanggup, terseok aku dibuatnya, tertatih aku berjalan layaknya seseorang yang mendaki bukit salju diterpa angin kencang yang dahsyat sehingga ketika aku berjalan ke depan, terdorong kembali aku dibuatnya tak jarang aku berguling-guling jauh mundur kebelakang kembali ke lembah nista yang selama ini aku tangisi.

telah berjalan dua minggu aku mensifati diriku dengan jahiliah,, beberapa hari yang lalu aku sudah tersadar kembali bahwa aku harus kembali, hal ini sudah terlalu jauh pikirku, hal ini telah membawa ku terlalu dalam. Bukankah aku tidak menginginkannya lagi pikirku.  Hari itu aku menatap diriku di depan cermin, kulihat lekukan wajahku tidak seperti dulu lagi, seberkas sinar hitam melingkari dan memancar dari mukaku. Aku terkejut dan sedikit sedih, Aku terdiam dan merenung sejenak dan bertekad untuk kembali “apakah rahmat Allah telah hilang dari diriku dan tidak lagi menyinari mukaku” pikirku. Aku sedih kenapa aku bisa berbuat demikian kembali. aku berjanji tidak akan mengulangi perbuatan jahiliah tersebut dengan tekad yang kuat aku berkata “aku harus kembali”, namun seketika aku berpaling dari cermin aku tetap mengulanginya….dan menganggap itu biasa…Ya Allah!!!

hari ini ba’da Ashar aku kembali terpikirkan ketika aku melihat  cerminan diriku di kaca dan ketika aku mengambil camera hapeku, kulihat tidak bersinar lagi mukaku, hatiku semakin gersang dan hatiku semakin tak terkendali. aku bingung apa yang aku rasakan ini. aku ingin menangis skuat-kuatnya namun aku tak bisa , aku malu,, namun apa yang mesti aku malukan tandasku. Aku tak kuasa menahan semua ini, aku butuh seseorang yang dapat memahami isi hatiku, aku butuh seseorang yang dapat mendengarkan keluhan jiwaku.. Aku takut apabila terlalu lama aku simpan di dalam hati, suatu saat akan meledak dengan tidak terkendali dan ini yang sangat aku khawatirkan… sebagaimana aku pernah membaca di surat kabar dan televisi, bahwa banyak mereka yang hidup dalam dunia kelam merasa terlanjur dan menikmatinya sebagai kegiatan sehari-hari dengan dalih mereka telah menemukan apa keinginan mereka, aaku ingat mereka berkata “aku merasa nyaman dengan keadaan seperti ini, justru aku tersiksa dengan sifat yang menipu hati dan hasratku, aku merasakan inilah diriku yang sebenarny..”. “Oh tidak” pikirku, ini yang sangat aku takutkan ya Allah. bantu hambaMu ini ya Rabb, inilah yang aku takutkan tatkala hasrat ini tak tertampung akan meledak-ledak tidak terkendali dan akan merasakan kenyamanan yang tidak semestinya….

dalam hatiku aku menangis begitupun benakku mengajak kembali ke jalan  Rahmat. namun perbuatanku masih seperti kehendak syaitan. Aku masih memiliki hasrat dan rasa yang tidak dibenarkan syar’i, aku masih memiliki hasrat syaitan yang tak terkendali. Aku tau Jawabannya ada dalam agama, aku tau jalan keluarnya dalam agama, namun sifat jahiliah itu lagi-lagi tak menentu datangnya. di saat aku down ia datang dengan membawa secangkir anggur merah, ia membawa semua bingkisan yang aku inginkan, ia bawa ramuan-ramuan yang dapat melupakanku sehingga aku terpengaruh dan mau meneguk kenikmatan sesaat itu. Namun disaat pertengahan aku meneguk hasrat itu, aku teringat kembali dalam rahmat, Aku bercampur perasaan, Aku bingung dan linglung, Aku tak kuasa menahan rayuan Syaitan, hingga menanglah syaiton ini dalam perperangannya…

Kembali hari ini aku menyesali ketidakberdayaanku sebagai manusia, aku meminta pada Tuhan agar menguatkan Hati dan perbuatanku dalam rahmah.. aku mengetuk pintu taubatNya, menangis di hadapannya,, aku terseok kembali menggapai pengampuan Allah. Aku bertekad untuk tidak mengulangi kembali sifat jailiahku, Aku malu menghadap Allah, Aku malu menangis dihadapan Allah dengan lumuran dosa yang mendaki di badanku, namun ternyata tetap aku berlaku kembali, Aku malu….Aku malu,,,,,,,,,Ya Allah

Aku tak sanggup harus hidup dalam murkaMu, aku tak sanggup harus hidup dalam kebencianMu Ya Rabb, Aku malu harus menghadapMu dengan membawa seonggok daging busuk yang menghijau dan menghitam dengan kerumbulan lalat di atasnya yang merupakan diriku sendiri. aku malu mengetuk pintu rahmatMu, karena dosa yang telah begitu banyak aku lakukan….aku menangis sedih saat itu……terurai semua air mataku di dalam tangis doaku. hingga sesak dada dan nafasku mengakui dosaku…

Ya Rabb hambaMu malu menghadapmu mengakui semua dosa yang telah hambaMu ini lakukan, Namun Engkau Maha Melihat semua keburukan yang telah hamba lakukan, Engkau melihat maksiat yang telah hamba lakukan dengan aman, Engkau tahu niat-niat busuk dalam hati hamba, namun apa yang hamba Lakukan yang Rabb, hamba tidak menyadarinya bahwa Engkau Maha Melihat hamba. Walau pun hamba mengetahui bahwa Engkau Maha Melihat perbuatan hamba, namun hamba tetap tidak bergeming dengan sifat jahiliyah yang telah hamba lakukan, hamba merasa aman akan maksiat tersebut tanpa menghiraukan dosa dan murka Mu. Ya Allah …….hamba menangis dihadapanMu mengetuk pintu maghfirohMu, mengetuk belas kasihanMu agar Engkau mengampuni hamba. Menyinari hidup hamba dengan rahmatMu, Memenangkan dan menguatkan hati hamba agar hamba menang melawan dahsyatnya godaan syaiton itu kembali….

Ya Rabb…..hamba malu setiap kali hamba menangis hamba ingat padaMu, namun ketika hamba kembali hamba kembali berpaling dariMu, ampuni hambaMu ya Rabb, hamba takut akan siksaMu, hamba takut akan murkaMu, hamba takut akan AdzabMu yang sangat pedih, hamba takut akan siksa akhirat, siksa kuburMu, jeratan nerakaMu yang sangat pedih…..hamba takut ya Rabb…. Ampunilah hamba………..hamba yakin ya Rabb, Engkau Maha pengampun, rahmatMu melebihi murkaMu yang Rabb…. Engkau maha Pengampun dan Maha Penerima Taubat,,, hamba kembali padaMu ya Tuhan. Berilah hambaMu kekuatan, hamba mohon sinaran rahmatMu agar teranglah langkah hamba dari kelamnya sifat syaiton..

Ya Rabb hamba takut jikalau hamba Engkau panggil saat ini, hamba sedang melakukan maksiat, hamba takut di saat hamba sedang merasa aman di alam dunia ini Engkau cabut nyawa hamba dengan kuat,,,

hamba takut ya Rabb!!!,,, jikalau hamba sedang berlumur dosa harus menghadap Mu dan melaporkan semua lumpur dosa yang melekat didiri hamba. menghadapMu dengan membawa penyesalan dan mengucapkan seperti apa yang Engkau firmankan dalam Alqur’an :kembalikan hamba ke dunia niscaya hamba bisa berbuat kebaikan

dan Engkau berkata: wahai jiwa yang tenang masuklah ke dalam syurgaKu

Salaamun qoulammirrobbirrohim” (Salam sejahtera (bagi mereka) dari tuhammu yang Maha Pemurah) (Yasiin:58)

dan ternyata panggilan itu bukanlah milikku, itu adalah milik hambaMu yang sholeh yang berdiri disampingku yang senatiasa menahan dirinya dan memelihara hatinya yang jernih didunia ketika menghadapMu.

Dan engkau perintahkan pada malaikatMu yang bermuka garang membawa hamba ke dalam Jahannam yang menyala dan penuh jeritan serta siksa di dalamnya. dengan murkaMu Engkau berfirman:

Wamtaazul yauma ayyuhal mujrimun

Dan (dikatakan kepada orang-orang kafir) “Berpisahlah kalian hari ini wahai TERPIDANA” (Yasiin:59)

Lalu Engkau Berkata :

“Hadzihi jahannamullatii kuntum tuu’aduun. Ishlauhal yauma bimaa kuntum takfuruun”

(Inilah neraka jahannam yang dahulu Kami ancamkan kepada kalian. Masuklah kalian kedalamnya pada hari ini karena kalian dahulu mengingkarinya) YAsiin:63-64)

Lalu aku berpikir sejanak,,, merenungi diriku dalam dosa dan kembali menangis dalam doaku “Ya rabb hamba takut jikalau itu terjadi pada diri hambaMu ini, tak layak hamba untuk syurgaMu dan tak sanggup hamba akan siksa NerakaMu ya Rabb..” hamba takut jikalau hamba pada hari dimana Engkau bangunkan kembali dari kubur dan hamba berkata wahai celakalah kami..!!! siapakah yang membangunkan kami dari tempat tidur kami! inilah yang dijanjikan Arrahman dan benarlah para Rasul!

Namun semua itu sia-sia dan tak ada guna, semua pintu taubat telah tertutup dan  semua kejahatan dan kebaikan dihisab…dan hamba takut ya Rabb hamba menghadapMu denga wajah sedih dan didampingi kemurkaan Allah, lalu hamba digiring ke dalam neraka yang menyala dan disiksa akibat perbuatanku di dunia…Ya Allah Hamba takut ya Robb, Terimalah taubat Hamba sesungguhnya hamba termasuk golongan yang dzolim…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: