Nabi Sulaiman AS dan Seekor Semut   5 comments

Kerajaan Nabi Sulaiman AS dikala itu sedang mengalami musim kering yang begitu panjang. Lama sudah hujan tidak turun membasahi bumi. Kekeringan melanda di mana-mana. Baginda Sulaiman AS mulai didatangi oleh ummatnya untuk dimintai pertolongan dan memintanya memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan untuk membasahi kebun-kebun dan sungai-sungai mereka. Baginda Sulaiman AS kemudian memerintahkan satu rombongan besar pengikutnya yang terdiri dari bangsa jin dan manusia berkumpul di lapangan untuk berdo’a memohon kepada Allah SWT agar musim kering segera berakhir dan hujan segera turun.

Sesampainya mereka di lapangan Baginda Sulaiman AS melihat seekor semut kecil berada di atas sebuah batu. Semut itu berbaring kepanasan dan kehausan. Baginda Sulaiman AS kemudian mendengar sang semut mulai berdo’a memohon kepada Allah SWT penunai segala hajat seluruh makhluk-Nya. “Ya Allah pemilik segala khazanah, aku berhajat sepenuhnya kepada-Mu, Aku berhajat akan air-Mu, tanpa air-Mu ya Allah aku akan kehausan dan kami semua kekeringan. Ya Allah aku berhajat sepenuhnya pada-Mu akan air-Mu, kabulkanlah permohonanku”, do’a sang semut kepada Allah SWT. Mendengar do’a si semut maka Baginda Sulaiman AS kemudian segera memerintahkan rombongannya untuk kembali pulang ke kerajaan sambil berkata pada mereka, “kita segera pulang, sebentar lagi Allah SWT akan menurunkan hujan-Nya kepada kalian. Allah SWT telah mengabulkan permohonan seekor semut”. Kemudian Baginda Sulaiman dan rombongannya pulang kembali ke kerajaan.

***

Suatu hari Baginda Sulaiman AS sedang berjalan-jalan. Ia melihat seekor semut sedang berjalan sambil mengangkat sebutir buah kurma. Baginda Sulaiman AS terus mengamatinya, kemudian beliau memanggil si semut dan menanyainya, Hai semut kecil untuk apa kurma yang kau bawa itu?. Si semut menjawab, Ini adalah kurma yang Allah SWT berikan kepada ku sebagai makananku selama satu tahun. Baginda Sulaiman AS kemudian mengambil sebuah botol lalu ia berkata kepada si semut, Wahai semut kemarilah engkau, masuklah ke dalam botol ini aku telah membagi dua kurma ini dan akan aku berikan separuhnya padamu sebagai makananmu selama satu tahun. Tahun depan aku akan datang lagi untuk melihat keadaanmu. Si semut taat pada perintah NabiSulaimanAS.Setahun telah berlalu. Baginda Sulaiman AS datang melihat keadaan si semut. Ia melihat kurma yang diberikan kepada si semut itu tidak banyak berkurang. Baginda Sulaiman AS bertanya kepada si semut, hai semut mengapa engkau tidak menghabiskan kurmamu Wahai Nabiullah, aku selama ini hanya menghisap airnya dan aku banyak berpuasa. Selama ini Allah SWT yang memberikan kepadaku sebutir kurma setiap tahunnya, akan tetapi kali ini engkau memberiku separuh buah kurma. Aku takut tahun depan engkau tidak memberiku kurma lagi karena engkau bukan Allah Pemberi Rizki (Ar-Rozak), jawab si semut.

5 responses to “Nabi Sulaiman AS dan Seekor Semut

Subscribe to comments with RSS.

  1. Dongeng yang seru bagi anak-anak…

    Bagi orang dewasa ada yang perlu ditanyakan:
    * Apakah benar semut kecerdasan berpikir seperti itu?. Sampai saat ini binatang tercerdas seperti simpanse, dolphin, atau anjing yang kemampuan otaknya jauh diatas semut tidak terbukti punya kemampuan merencanakan sesuatu atau berlogika jauh ke depan.
    * Apakah benar semut atau binatang punya kemampuan berkomunikasi dengan manusia seperti cerita itu?. Percobaan lab untuk kemampuan komunikasi binatang belum membuktikan tingkat komunikasi sekompleks itu. Atau itu hanya ada di jaman duluđŸ™‚ , sekarang tidak ada lagi -> berarti kemunduran evolusi binatang?
    * Cerita ini sampai ke kita melalui jalur mana? untuk hadis yang sahih, rangkaian penuturnya bisa diverifikasi dengan jelas. Cerita diatas tidak ada di kitab suci dan hadis, berarti lewat kisah israiliyat yang sama sekali tidak bisa dipertanggung-jawabkan. Hanya setingkat dongeng….

    Saya pikir kita harus menghindari dakwah dengan menggunakan cerita, atau nalar yang tidak bisa dipertanggung jawabkan.

    • banyak sesuatu yg tidak bisa diukur dengan logika,,, seperti cerita qorun dengan kunci gudang yg dapat dipikul oleh 7 orang, cerita nabi Sulaiman yang dapat mengerti pembicaraan binatang…
      saya rasa itu mungkin ada dalam kitab (bukan Alquran), atau mungkin hanya cerita para sufi….. … menurut hemat saya, sesuatu yg dapat mengupdate rasa kebaikan kita seperti membangkitkan semangat kita dalam cerita itu, saya rasa itu mempunyai efek yg positif,
      coba bandingkan cerita manusia dengan evolusi teori darwin, yang seluruh dunia mempercayainya… dan bila kita kaitkan dengan bentuk manusia seperti yang diajarkan oleh teori2 barat bahwa bentuk manusia ada kaitannya dan sangat mirip dengan kera … jadi apakah benar dalam konteks pemahaman kita Allah Tuhan menciptakan Nabi Adam dalam bentuk sedemikian,, bukankah “Alaisallahubiahkamilhaakimim” dalam kejadian sempurna…….mana yg dipilih???
      dalam retorika dakwah kita butuh sesuatu penghantar,,bisa melalui INTERMEZO cerita spt ini, ato cerita dalam kitab2 terdahulu,,,

      • satu hal lagi coba perhatikan kecerdasannya laba-laba dalam memintal sarangnya, kecerdasan lebah dalam memiliha madu dansari dibanding racun…. yang semua dikabarkan dalam Alquran….
        tp mas jul,,, mungkin dongeng Spt yg saya angkat ne hanya sebagai penggugah saja,,, bukan dasar sesuatu….

  2. massya allah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: