Ketiga Teman setiaku   Leave a comment

Aku hidup dalam sebuah perputaran waktu, dalam dunia yang memiliki berbagai macam kenikmatan dan cobaan, tergantung dari mana diriku menitikkan titik pandang. Tatkala kutitikkan pandangan pada kenyataan hidup ternyata hidup ini penuh dengan perjuangan dan pengorbanan. Di satu sisi jika kupandang hidup ini adalah cobaan maka dua hal yang dapat hadir seketika di dalam hati syukur dan atau kufur. Maknai hidup senantiasa dengan rasa syukur dalam berbagai anugerah, entah itu duka ataukah cita. Aku berjalan dalam sebuah negeri perputaran waktu dengan segala kelezatannya. Ia senantiasa menyajikan segala sesuatu yang kubutuhkan tanpa aku minta pun ia menyajikannya. Tanpa kulirik ia memperlihatkannya padaku, tanpa kupikirkan ia telah mempersiapkannya. Dalam negeri perputaran waktu ini aku hidup dengan keempat temaku yang senantiasa menemaniku, mereka sangat setia padaku dan sangat mencintaiku, mereka senantiasa menungguku untuk datang mereka. Namun keempat temanku ini sungguh sangat jauh berjarak dari tubuhku. Aku memang merindukan mereka namun aku juga belum bisa berjumpa dengan mereka hingga saat ini. Aku mengenal mereka begitu pun mereka sangat mengenal sekali akan diriku. Aku pernah berkata pada keempat temanku “kapan aku bisa bertemu denganmu? Teman pertamaku berkata padaku “sabar sobat, tak lama lagi karena aku tak bisa menemuimu sekarang karena engkau belum waktunya berjumpa padaku,” aku kembali berkata padanya “aku sungguh merindukanmu, aku hidup diatasmu tapi aku engkau tidak memelukmu”  temanku yang pertama berkata “sabarlah, jika masanya kau akan kupeluk dalam dekapanku, takkan kulepas dirimu sobat dan kita akan hidup bersama”

Kepada temanku yang kedua aku bertanya “teman,, aku juga merindukanmu, kapankah aku bisa engkau sejukkan, walau setiap hari engkau hidup denganku, engkau bersihkan aku namun aku tetap belum merasa begitu dekat padamu” temanku yang kedua berkata “ sabar sobatku,, aku akan menyejukkanmu jika masanya telah tiba, aku akan bersihkan dirimu sebersih mungkin”

Lalu aku melirik pada teman ketigaku dan berkata “teman, engkau begitu tinggi dan sangat indah, kapan aku bisa engkau jemput, dan mengajakku pindah ke rumahmu. Walau setiap hari aku melihatmu, namun engkau tidak begitu dekat padaku. Walau engkau begitu dekat dalam keseharianku, menaungiku dan melindungiku namun engkau masih jauh dariku. Bawalah aku bersamamu teman” sang sobat pun berkata “sabar teman,, tunggulah masanya aku akan menjemputmu dan membawamu ke rumahku yang tinggi dan menikmati indahnya diriku dan merasakan apa yang dahulu kau lihat dari tempatmu”

Kepada ketiga temanku aku berkata :“baiklah, aku akan sabar menunggu kalian menjemputku, karena aku begitu mencintai kalian dan ingin segera berada dalam dekapanmu sobat.”

Sembari menunggu ketiga temanku menjawab semua pertanyaanku hari ini, kujalani hidup dengan penuh semangat dan berupaya sekuat tenaga hingga masanya tiba, sebuah surat dari temanku datang menjemputku temanku pertama berkata “ sobat, sesuai janjiku aku datang padamu, kau akan kubelai dalam setiap waktu, aku akan senantiasa menemanimu dan engkau akan nyaman berada dalam rumahku, aku BUMI akan menutupi dirimu dari kejamnya dunia, dan aku BUMI akan menaungi hari-harimu bersamaku. Walau tempatku begitu dingin dan penuh binatang yang mungkin akan merusak tubuhmu nanti, tapi tenanglah sobat itu hanya sementara menuju kebahagianmu kelak, karena hanya jasadmu yang hak bagi mereka. Aku akan senantiasa melebarkan rumahku selebar matamu memandang ”temanku kedua berkata “sesuai janjiku sobat, aku akan menyejukkanmu, akan kubersihkan dirimu sebersih mungkin agar kau nyaman dalam perjalananmu bertemu dengan BUMI dan LANGIT” sahabat ketigaku LANGIT berkata padaku dan kedua temanku “sobat,,,sudah waktunya aku menjemputmu, aku kan bawa kau sesuai janjiku padamu,,tinggal dirumahku. Tubuhmu terbaring dalam dekapan BUMI dan jiwamu ikut padaku menikmati tempat tertinggi, dulu kau hanya melihatku dari bawah dan sekarang kau bersamaku untuk selamanya.

My Writing in : “Al-Qudsul Al-Abha” (Kesucian yang sangat Indah) . rahmad salim.2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: