Ketika Hati memainkan peranannya…   Leave a comment

Sebuah hati yang hanya tercipta dari segumpal darah merah mungkin hanya beberapa centi jika diukur dengan ukuran matematis, atau hanya segenggam tangan manusia jika dapat diperkirakan. dan seringkali kita melihat hati digambarkan dalam bentuk “love” sebagai wujud dari kasih sayang dan cinta. Namun, sebuah hati dari seorang manusia tidak hanya sebatas organ berharga yang dapat memberikan kehidupan bagi pemiliknya, betapa tidak hati yang begitu kecil memainkan peranannya dalam segala hal.  Itulah qolbun sebuah istilah dalam mengisyaratkan perasaan yang menggerakkan semua organ dalam diri manusia, menyalurkannya ke dalam pikiran dan dilanjutkan pada bergeraknya organ lainnya sebagai bentuk komando dari sang jenderal “qolbu”


Keberadaannya menjadikan seseorang dengan berbagai karakteristik yang unik dan menarik..

Ketika seorang manusia memiliki suatu perasaan ketertarikannya terhadap sesuatu maka hati berubah menjadi sangat agresif dan senang, sehingga membuat sang tuan seringkali berkata bijak kepada semua orang, dan membuatnya seringkali menebar senyum dan menunjukkan karisma kebahagiaannya melalui raut muka dan tingkah lakunya. begitu besar pengaruh sang hati pada seorang pemilik walaupun ia berbentuk segumpal darah.

dilain pihak sang hati yang sedang bersedih maka memberikan imbas yang sangat berharga pula pada sang pemilik, akan hadir suatu perasaan sedih yang diikuti oleh sikap tubuh yang melemas dan raut muka yang tidak ceria, kegelisahan sikap dan ketidaktenangan dalam semua gerak gerik. tak jarang dibuatnya menangis tersedu sedu hingga meneteskan air mata yang sangat pilu.

Ketika diri ini menginginkan kebersamaan selalu hadir dalam diriku, maka ketika adanya suatu perpisahan maka diri ini sungguh sangat merasakan kesakitan karena perpisahan, sang hati memainkan peranannya agar senantiasa dalam kebersamaan itu terulang. ketika diri ini menginginkan kesendiriannya demi ketenangannya maka ketika ada suatu keramaian sang hati memainkan peranannya untuk tidak menyukai suasana penuh keramaian. sungguh unik sang hati dalam memainkan peranannya.

Seseorang yang ditinggal mati orang tuanya akan merasakan kepedihan yang mendalam dan tak terbayarkan, perasaan ketidakmampuan melanjutkan kehidupan dapat saja terjadi, bahkan mengefek pada jatuhnya bulir-bulir air mata dan hadir suatu sikap tak menentu dalam kesehariannya. seorang yang ditinggal pergi oleh seseorang yang ia cinta bukanlah perkara mudah untuk melupakannya barang sekejap, disinilah sang pemilik hati (Allah) menghadirkan hikmah-hikmahNya dari semua kejadian hidup agar kita dapat belajar dari semua kejadian yang Ia berikan, menjadikan diri tambah dewasa dan bertambah bijaksana dalam hidup di dunia. manusia yang dikehendaki agama adalah mereka yang mampu mengambil hikmah dari semua kejadian dan membaca semua kalam yang tersirat maupun tersurat.

“Yaa Muqollibunal Qulub Tsabbit qulubana ‘alaa to’atik” (wahai yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah kami dalam taat padaMu).

Seorang yang sedang jatuh cinta pun demikian, sang hati memainkan peranannya  untuk senantiasa membuat sang pemiliknya bahagia, selalu tersenyum ramah kepada semua orang sehingga tak jarang orang menganggapnya sedang berbahagia, sang hati menjadikannya selalu bersemangat dalam beraktifitas, sebaliknya jika ia dalam keadaan putus cinta sang hati menjadikan semua organ dalam tubuh dalam diri manusia tidak mampu menerima kondisi lingkungan sekitarnya, perasaan sedih dan tak mau melakukan hal-hal lain sebagi aktivitas rutinnya akan dapat saja terjadi sebagai bentuk akibatnya. coba perhatikan mereka yang sedang putus cinta,  bagi sebagian orang ada yang tak mampu makan dan tak mampu untuk berada dalam keramaian. itulah efek yang mungkin terjadi akibat permainan sang hati. Namun satu hal yang perlu ditekankan bahwasanya dalam diri manusia ada suatu penggerak yaitu hati dan hati digerakkan oleh sang pemilik hati (rabbul jalil)” (Kitab Addurunnafis)

Ada rasa suka dan ada rasa sedih sebagai suatu fenomena hati yang tak dapat terelakkan bagi semua orang. namun di lain sisi ada suatu keburukan yang dapat timbul dari sebuah hati yang tidak sehat, itulah sebuah perbuatan buruk yang sangat ditakuti sebagaimana Rasulullah mengatakan “di dalam diri manusia terdapat segumpal darah, jika baik ia maka baiklah semuanya, sebaliknya jika buruk ia maka buruklah semuanya, itulah hati”

Adanya prasangka buruk dan ada prasangka kebaikan, ada sifat-sifat tercela dan ada sifat-sifat terpuji yang akan muncul dalam diri manusia bergantung dari mana manusia hendak menjadikan hatinya. Hanyalah Allah dan agamanyalah yang dapat menuntun sang hati menjadi sehat dan dalam cahaya ilahi. Karena Rasa Cinta yang musti diharapkan hadir adalah sebuah cinta yang hakiki yakni Cinta kepada Allah dan Rasullullah. yang senantiasa harus hadir dalam diri kita hingga ajal menjemput kelak…

“ya Allah ya Rasulullah hadirlah dalam kehidupan dan kematian kami…” Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: