Archive for December 2011

Rizki & Kematian Back To Allah   Leave a comment

Rizki & Kematian Back To Allah

Oleh : Dony Yusuf

Antara “Kondisi” dan Sebab

            Mungkin sudah menjadi hal yang umum atau sangkaan banyak orang, bahwa kematian dan rizki sebab datangnya adalah banyak hal. Wajar, hal seperti itu terjadi disamping karena lemahnya pemahaman mereka terhadap Islam, tapi juga salahnya mereka ketika memahami fakta sebenarnya dari datangnya ajal (kematian) dan rizki kepada manusia.

            Kalau dipahami faktanya, datangnya rezki dan mati seperti yang disangka banyak orang adalah dengan berbagai sebab, maka sebenarnya itu hanyalah “kondisi” atau keadaan atau peristiwa yang mendatangkan rizki atau ajal. Dimana suatu kondisi/keadaan/ peristiwa tertentu yang “kebetulan” mendatangkan ajal atau rizki. Sebab kalau kondisi tadi dikatakan sebagai sebab datangnya rizki atau ajal maka setiap kondisi—yang menurut mereka bisa mendatangkan rizki atau ajal—pasti akan menghasilkan sesuatu keadaan/kondisi pada mati atau rizki tadi. Nah, pada faktanya tidak demikian, tidak setiap kondisi atau peristiwa atau usaha itu, mendatangkan rizki atau ajal, hanya secara kebetulan ketika seseorang mengusahakan suatu kondisi tadi, datanglah rizki atau ajal, tapi sekali lagi itu bukan sebab datangnya rizki atau ajal.

            Pemahaman ini urgen sekali untuk dipahami oleh kaum muslimin. Sebab dengan sangkaan bahwa “kondisi” itulah sebab datangnya rizki atau ajal, maka ketika seseorang berusaha keras menciptakan “kondisi” tertentu, kemudian tidak datang rizki baginya maka sikap atau keimanan dia akan berubah terhadap Allah SWT. Oleh karena itu perlu dijelaskan bahwa rizki dan ajal sebab datangnya hanya satu dari Allah.

Postulat Kausalitas

            Hukum sebab-akibat atau hukum alam menunjukkan bahwa setiap sebab pasti akan menghasilkan akibat atau sebaliknya akibat/musabab terjadi karena ada sebabnya. Begitupula, dengan ajal dan rezki adalah akibat/musabab dan keduanya datang karena ada sebabnya, dan sebabnya hanya satu yaitu Allah, sedangkan kondisi atau keadaan yang diusahakan manusia hanya wasilah atau perantara bukan sebab datangnya rizki atau ajal. Sebab kalau “kondisi” tadi dikatakan sebab pasti setiap usaha akan menghasilkan akibat, tapi nyatanya tidak demikian.

            Seorang muslim wajib meyakini dengan pasti bahwa rizki itu berasal dari sisi Allah SWT, bukan berasal dari manusia, dan bahwa setiap keadaan (usaha) yang biasanya mendatangkan rizki tidak lain adalah kondisi tertentu yang berpeluang menghasilkan rezeki. Tetapi ia bukan merupakan sebab datangnya rezeki. Apabila usaha dianggap sebagai sebab, maka setiap usaha pasti akan menghasilkan rezki. Padahal kadang-kadang “kedaan” usaha itu telah diupayakan, tetapi rezeki tidak datang. Ini menunjukkan bahwa usaha bukan merupakan sebab, melainkan hanya berupa cara/usaha untuk memperoleh rezki.

            Demikian pula, dengan kematian. Kadang-kadang ditemukan adanya keadaan yang mematikan tetapi kematian tidak terjadi, dan terkadang ditemukan kematian tanpa didahului oleh suatu keadaan. Memang banyak hal/kasus yang dapat menghantarkan kepada kematian, tetapi hubungan keduanya itu tidak bisa dijadikan postulat kausalitas, karena ada suatu peristiwa berbahaya itu terjadi tapi tidak mengakibatkan kematian. Dan sebaliknya, kematian bisa datang tanpa didahului oleh suatu peristiwa/kasus “kematian”.

            Nah, andaikan suatu peristiwa/keadaan/kondisi dikatakan sebab tentu akan menghasilkan akibat pada kematian atau rezki secara pasti, dan tidak ada sebab lainnya kecuali peristiwa atau kondisi tadi. Tapi faktanya tidak demikian, fakta justru berbicara bahwa hal itu tadi adalah hanya “kondisi” saja, sedangkan sebab kematian dan rezki hanya satu dari sisi Allah. Allah tidak memberikan informasi kepada kita kapan kita akan mati atau berapa kita dapat rezki berupa harta, hal seperti itu diluar jangkauan manusia untuk mengetahuinya, karena berada diluar jangkauan indera manusia itulah, maka manusia harus mencari petunjuk dari Allah SWT tentang masalah ini. Artinya, manusia tidak tahu kapan dia mati atau dapat rezki tapi manusia harus yakin bahwa sebab datangnya rezki atau ajal adalah satu dari sisi Allah, dan berita tentang itu harus datang dari Allah, misalnya tentang Rezki Allah berfirman

 

[30:40] Allah-lah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezki, kemudian mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (kembali). Adakah di antara yang kamu sekutukan dengan Allah itu yang dapat berbuat sesuatu dari yang demikian itu? Maha Sucilah Dia dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan.

(terj. Qs. Al-An’am 151)

[6:151] Katakanlah: “Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan, Kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka, dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar {518}”. Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahami(nya).

 

[11:6] Dan tidak ada suatu binatang melata {709} pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya {710}. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).

Ayat-ayat tersebut diatas atau ayat yang lain amat jelas dan harus diyakini kebenarannya bahwa rezki semata-mata berasal dari sisi Allah, bukan dari yang lain.

Adapun tentang ajal atau kematian, Allah juga telah berfirman :

[3:145] Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. Dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.

 “ … Tuhanku ialah Yang Menghidupkan dan Yang Mematikan” (terj. Qs. Al-Baqarah 258)

 

[7:34] Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu {537}; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya. (terj. Qs. Al-A’raf 34).

Semua ayat diatas dan banyak lagi ayat yang lainnya, menunjukkan sesungguhnya sebab datangnya kematian adalah sampainya ajal (dari sisi Allah), bukan berupa “keadaan/kondisi” yang dapat menghantarkan pada kematian.

Apa yang dilakukan Manusia

            Meski, rezki datangnya dari Allah bukan berarti manusia berserah diri, berpangku tangan tidak mencari rezki. Tapi Allah SWT, telah memerintahkan hamba-Nya untuk berupaya melakukan berbagai macam pekerjaan telah diberikan (oleh Allah) pada diri mereka kesanggupan untuk memilih dan melaksanakan cara/usaha yang biasanya mendatangkan rezeki. Merekalah yang harus mengusahakan segala bentuk cara/usaha yang dapat menghasilkan rezeki dengan ikhtiar mereka, akan tetapi bukan mereka yang mendatangkan reseki, sebagaimana dijelaskan ayat-ayat diatas bahwa hanya Allah yang mendatangkan rezeki, justeru dengan meyakini seperti, dia akan bertambah iman atau yakin bahwa manusia itu lemah dan membutuhkan kepada sesuatu yang lebih kuat dari manusia yaitu Allah sebagai pengatur Alam ini.

            Ajal pun demikian, tidak berarti setelah kita tahu bahwa ajal datangnya dari Allah, kemudian kita berserah diri, untuk tidak melakukan apa-apa karena semuanya telah Allah tetapkan. Bukan seperti itu, bahwa Allah telah memberi jalan atau pilihan kepada manusia, mau memilih jalan baik atau jalan buruk dalam menuju kematian, tapi dengan satu keyakinan bahwa ajal pasti akan datang, dan tidak tahu kapan datangnya. Yang seperti ini, justru akan menambah kita yakin bahwa ada yang mengatur di balik keteraturan alam dan kehidupan ini, maka Dialah yang wajib kita imani yaitu Allah.

Advertisements

Posted December 26, 2011 by a'im in campur aduk, Islam

Tauhidul Ap’al   Leave a comment

Bagian II

Pasal 1

Tauhidul Ap’al

(ke-Esa-an Perbuatan)

Telah kita jelaskan sebelumnya pada BAB I yaitu Hal yang dapat menggagalkan seseorang sampai kepada Allah SWT. Bab ini akan dibahas pada Tauhidul Ap’al.

Hendaklah anda ketahui bahwa segala apapun juga yang terjadi di dalam alam ini pada hakekatnya adalah Ap’al (perbuatan) Allah SWT.

Yang terjadi di dalam alam ini dapat digolongkan pada dua (2) Golongan :

  1. Baik pada bentuk (rupa) dan isi (hakekatnya) seperti iman dan taat
  2. Jelek pada bentuk (rupa) namun baik pada pengertian isi (hakekat) seperti KUFUR dan MAKSIAT. Dikatakan ini jelek pada bentuk karena adanya ketentuan hukum syara yang mengatakan demikian. Dikatakan baik pada pengertian isi (hakekat) karena hal itu adalah suatu ketentuan dan perbuatan dari pada Allah Yang Maha Baik.

Maka “kaifiyat” (cara) untuk melakukan pandangan (Syuhud/ Musyahadah) sebagaimana dimaksudkan di atas ialah:

“Setiap apapun yang disaksikan oleh mata hendaklah ditanggapi oleh hati bahwa semua itu adalah AP’AL (perbuatan) dari pada Allah SWT”.

Bila ada sementara anggapan tentang ikut sertanya “yang lain dari pada Allah” di dalam proses kejadian sesuatu, maka hal tersebut tidak lain hanya dalam pengertian majazi (bayangan) bukan menurut pengertian hakiki.

Catatan:

Misalnya si A bekerja untuk mencari makan dan/atau memberi makan anak-anaknya. Maka si A tergolong dalam pengertian “yang lain dari pada Allah” dan juga dapat dianggap “ikut serta dalam proses” memberi makan anaknya. Fungsi si A dalam keterlibatannya ini hanya Majaz (bayangan) saja, bukan dalam arti hakiki. KArena menurut pengertian hakiki yang memberi makan dan minum pada hakekatnya ialah Allah. sebagaimana tersebut dalam al Quran surat Asy-syu’ara ayat 79 “DIALAH ALLAH YANG MEMBERI MAKAN DAN MINUM KEPADA SAYA”

Segala macam “perbuatan” (sikap atau laku) apakah perbuatan diri sendiri ataupun perbuatan yang terjadi di luar dirinya, adalah termasuk dalam dua macam pengertian. PEngertian pertama dinamakan MUBASYARAH dan pengertian kedua dinamakan TAWALLUD. Kedua macam pengertian ini tidak terpisah satu sama lain.

Contohnya adalah sebagai berikut:

  • gerakan pena di tangan penulis, ini dinamakan MUBASYARAH (terpadu) karena adanya “perpaduan” dia kemampuan kodrati yaitu kemampuan kodrati gerak tangan dan kodrati gerak pena.
  • gerakan batu yang lepas dari tangan pelempar. Hal ini dinamakan TAWALLUD (terlahir) karena lahirnya gerakan batu yang dilemparkan itu adalah kemampuan kodrati gerak tangan.

Namun pada hakekatnya, kedua macam pengertian itu (MUBASYARAH dan TAWALLUD) adalah Ap’al Allah SWT, didasarkan kepada dalil Alquran:  (As_shofat:96)

Allah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu lakukan”

Syeikh Sulaiman Al Jazuli ra menyebutkan dalam syarah kitab DALA-ILUL Khairat bahwa apa pun juga yang dilakukan oleh hamba, perkataan tingkah laku gerak dan diam, namun semua itu sudah lebih dulu oada ilmu, qodho dan qodar Allah SWT.
HAdits Rasulullah : “LA TATAHARRAKU DZARRATUN ILLAA BI IDZNILLAAHI” (tidak bergerak satu zarrah pun melainkan atas izin Allah).

Atas dasar pandangan inilah (Musyahadah), maka NAbi SAW tidak mendoakan kehancuran bagi kaumnya yang menyakiti beliau. Berbagai macam hinaan, cacian, bahkan siksaan yang dilancarkan golongan jahiliyah kepada Rasulullah SAW namun belia balas dengan doa:

“ALLAAHUMMAH DII QOUMII INNAHUM LAA YA’LAMUUN”

(Ya Allah, tunjukilah kaumku, karena sesungguhnya mereka tidak mengetahui)

Apabila anda tetap selalu atas pandangan (Musyahadah) tauhidul Ap’al dengan penuh yakin (tahkik) maka terlepaslah anda dari pada penyakit dan bahaya syirik khofi . Sehingga akhirnya anda akan dapat menyaksikan dengan jelas bahwa segala yang berupa UJUD MAJAZI (ujud bayangan) ini lenyap dan hilang sirna dengan NYATANYA NUR UJUDULLAH yang hakiki.

Apabila secara terus menerus kita latih dengan pandangan musyahadah demikian sedikit demi sedikit dengan tidak mencampur baurkan antara pandangan lahir dan pandangan batin, maka sampailah anda pada suatu “maqom yang dinamakan MAQOM WIHDATUL AP’AL”.

Pada tingkatan ini, berarti FANA (lenyap) segala perbuatan makhluk (perbuatan anda sendiri) atau perbuatan yang lain dari anda karena “NYATANYA” perbuatan Allah Yang MAha Hebat.

Posted December 26, 2011 by a'im in Islam

Tagged with , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Bersyukurlah……..   Leave a comment

Sering kita bertanya pada diri kita sendiri:


kenapa kita harus mengalami kesulitan
sementara orang lain bisa senang

kenapa kita harus bekerja keras sampai harus lembur
sementara orang lain sudah pulang ke rumah

kenapa kita selalu menjadi karyawan
sementara orang lain bisa jadi usahawan sukses

kenapa kita harus berhujan-hujan naik angkutan umum
sementara orang lain merasa nyaman di kendaraan pribadinya

Tapi pernahkah kita bertanya:

adakah orang lain yang lebih susah daripada kita
malah tidak pernah tahu apa yg namanya senang

adakah orang lain yang tidak punya pekerjaan sama sekali
sampai rela bekerja apapun

adakah orang yang bahkan untuk naik angkutan umum saja
tidak mampu bayar

kenapa kita selalu melihat ke atas, dan tidak pernah melihat ke bawah?

kenapa saat kita susah kita menyalahkan Tuhan, tetapi
pada saat senang kita lupa pada Tuhan?

kenapa kita selalu komplain, tapi tidak pernah bersyukur?

jawabannya tidak ada di buku mana pun, tidak ada di siapa pun,

tapi di hati kita sendiri…

bersyukurlah selagi kau mampu untuk bersyukur….
sebelum segalanya terlambat dan diambil darimu.

Bersyukur selalu……

Posted December 26, 2011 by a'im in campur aduk

Tagged with , , , , , , , , ,

Allah melarang kepada hambaNya untuk memiliki Sifat-sifatNya   Leave a comment

Mana’aka an tad da’iya maa laisa laka mimmaalilmakhluqiina afayubiihu laka an tadda’iya washfahu wahuwa robbul ‘aalamiin”

” Allah telah melarang (mencegah) kepadamu apa-apa yang bukan milikmu dari apa yang diberikan kepada semua makhluk. Apakah mungkin Allah membolehkan kamu menutupi sifat-sifatNya pada hal Dia Allah adalah Tuhan yang Memelihara, mengatur dan menjamin seisi alam”.

Sebaik- baik seorang hamba adalah mengakui serta menyadari akan sifat-sifatnya yang sangat lemah dan hina itu, misalnya miskin, lemah bodoh dan lain-lain.

Dan seburuk-buruk hamba adalah yang tidak menyadari akan sifat-sifat yang lemah itu, dia merasa mempunyai kekuatan, sombong dan lain-lain. PAdahal Allahlah yang mempunyai kekuatan sifat-sifat tersebut.

Maka tidaklah layak bagi seorang hamba untuk mengakui dirinya itu pandai, kaya, kuasa serta mempunyai kekuatan. Sebab sifat ini semua adalah miliknya Allah.

kita perhatikan firman Allah dalam sebuah hadits.

” Alkibriyaau ridaai wal ‘adhomatu izaarii faman naaza’anii waahidatan minhaa alqituhu fin naari”

Artinya:

“kesombongan itu pakaianKu (selendangKu), dan kebesaran itu sebagai sarungKu. Maka barangsiapa yang bersaing denganKu dalam salah satu sifat itu, niscaya akanKu lemparkan ke dalam neraka”.

 

“samudra ma’rifat”: Labib Mz, Maftuh ahnan CV Bintang Pelajar. bab CXXI hal 387

Logo,,,4 aliran karate   Leave a comment

Posted December 18, 2011 by a'im in campur aduk

Tagged with , , , , , , , , , ,

Sejarah Wadokai Indonesia,,   Leave a comment

MENGENAI ALIRAN KARATE WADORYU

Diperkenalkan dan di kembangkan mula-mula oleh Mr. Horonori Ohtsuka, Saiko Sihang, Pimpinan tertinggi organisasi WADOKAI saat itudengan Kwartir Pusat di TOKYO. Aliran WADORYU resmi terbentuk pada tahun 1929 saat dimana Ohtsuka melepaskan diri dari Shotokan dan membentuk aliran wadoryu.

Aliran Wado yang berarti dengan jalan damai sesuai dengan makna dan tujuan serta itikad KARATE, yaitu menuju kedamaian.

Di Jepang merupakan 4 organisasi besar disamping 3 lainnya: Shotokan, Gojuryu, Shitoryu, kemudian muncul Rembukai dan Rengokai tempat berkumpul aliran-aliran kecil, lainnya, Kyokushinkai yang bergaya full contact.

Wado-ryu atau Wadoryu atau Wado Ryu (和道流) atau Wado saja adalah sebuah aliran Karate dari Jepang. Aliran ini diciptakan oleh Hironori Otsuka pada tahun 1934. Beliau menggabungkan teknik dari seni beladiri Shindo Yoshin-ryu Jujutsu dengan seni beladiri Okinawan Karate yang dipelajarinya dari Funakoshi (pendiri Shotokan Karate), Kenwa Mabuni (pendiri Shito-ryu Karate) dan Choki Motobu (tokoh Okinawan Kenpo).

Atas jasa-jasa beliau dalam mempopulerkan Karate dan Jujutsu, Hironori Otsuka diberi penghargaan oleh Kaisar Jepang pada tahun 1970-an, dan sebelum wafatnya pada tahun 1982, beliau dianugerahi gelar “Meijin Judan” (manusia bijaksana, DAN-10) oleh keluarga kaisar. Sepeninggal beliau, organisasi Wado-ryu terpecah menjadi tiga yaitu Wado-ryu Renmei yang dipimpin oleh Jiro Otsuka, Wado Kokusai Renmei yang dipimpin oleh Tatsuo Suzuki, dan JKF-Wadokai yang dipimpin oleh alm. Eichi Eriguchi.

Wado-ryu selain dikenal sebuah aliran karate juga dikenal sebagai aliran jujitsu, karena didalam syllabus Wado-ryu juga diajarkan jujitsu dari aliran Shindo Yoshin-ryu seperti disebutkan diatas. Ciri khas Wado-ryu adalah memiliki KATA berpasangan seperti yang dimiliki oleh jujutsu, untuk melengkapi KATA sendirian seperti yang lazim dimiliki oleh sebuah aliran karate.

Adapun KATA yang dimainkan didalam aliran Wado-ryu adalah: Pinan 1-5, Naihanchi, Seishan, Chinto, Kushanku, Bassai, Rohai, Niseishi, Jion, Jitte. Ada juga beberapa versi Wado dari Kata Gojushiho, Matsumura Rohai, Suparimpei dan Unsu, namun belum secara resmi diterima oleh semua perguruan Wado. Sedangkan KATA berpasangan yang diadopsi dari Jujutsu adalah: Idori no Kata, Gyakunage no Kata, Fujin Goshinjutsu, Yakusoku Kihon Kumitegata, Tantodori dan Shinken Shirahadori. Beberapa perguruan Wado juga menerapkan Ohyo Kumite dan Goshin Jutsu Ohyo, yaitu aplikasi dan variasi teknik-teknik Wado-ryu Karate dan Jujutsu untuk situasi beladiri.

 

WADOKAI JEPANG

Organisasi Wadokai dibentuk di Jepang 1934 oleh murid-murid ohtsuka diantaranya Hideo Bo dan Eriguchi, merupakan sebuah organisasi karate tertua di Jepang saat ini. Pada tahun 1940 untuk pertama kalinya Wadoryu diperkenalkan pada masyarakat Jepang yaitu pada saat ulang tahun ke 44 Butokai (Perkumpulan Organisasi Ilmu-ilmu beladiri). Pada saat itu Ohtsuka sebagai pendiri Wadoryu mewakili Organisasi Karate dalam pertunjukan (embukai) yang cukup mengesankan di Tokyo.

Kemudian Organisasi Butokai dibubarkan oleh tentara sekutu yang menang perang dunia ke II. Organisasi yang terdiri atas Karate, Kendo, Judo, Aikido, (Jujitsu), Jukenzutsu (pedang samurai), Nagikata (bela diri wanita), dsb. Karena yang dilarang adalah terutama Judo dan Kendo serta Kenjutsu, maka Karate selamat dari pelarangan sehingga dapat berkembang dengan baik.

 

Wadokai pada saat itu dengan orientasi teknokrat dari universitas Tokyo, akhirnya menyebar luas keseluruh Jepang dengan Mahasiswa dan Dosen serta Alumni sebagai inti, keanggotaan bertambah setelah Eriguchi yang berpangkat Marsekal memasukkannya kedalam Angkatan Bersenjata Jepang. Wadokai setelah berdiri 45 tahun pada 1979 telah pula menyebarluas keseluruh dunia, menurut sensus yang di buat oleh jurnal WADOKAI kentaikai ke 15, 1979 telah menghasilkan DAN I (10.713 Orang), DAN II (3.571), DAN III (1.306), DAN IV (679), DAN V (321), DAN VI (165), DAN VII (125) dan DAN VIII (52 Orang).

Kemudian secara gradualing menyebar ke Eropa, Amerika, Afrika dan Asia serta Australia. Wadokai dunia dalam kiprahnya telah mempersiapkan pertandingan Dunia yang sedianya akan dilaksanakan di TOKYO bulan Agustus 1999, dengan judul WORL CUP 1999. Dan Juga sekaligus mereka melaksanakan Kejurnas antar provonsi di Jepang yang ke 35 (National Champion Cup) yang merupakan pertandingan terakhir untuk abad 20 ini. Indonesia karena satu dan lainhal belum siap mengirimkan karatekanya, pernah sekali yaitu Tim Indonesia dikirim pada tahun 1983. Walaupun Kalah, Wadokai Indonesai bisa tampil dalam arena Dunia.

 

Wadokai saat ini telah menjadi gudang pemain-pemain kaliber dunia, dan itu hasil dari negara Eropa, Amerika, Asia yang mewakili negaranya masing-masing dalam pertandingan WORLD GAMES, AOKU(Asia Pasific) dan Wuko, saat ini diperjuangkan agar Karate dipertandingkan di Olympic Games. Pertandingan World Cup ala Wadokai baru.

 

WADOKAI INDONESIA

Wadokai diperkenalkan di Indonesia oleh Chaerul A. Taman, pada tahun 1970 yang telah mempelajari karate selama 8 tahun tinggal di Jepang (1962-1970), di samping sekolah dalam rangka pampasan Perang pada Hirishima University, jurusan Snip Building / Naval Architecture. Chaerul A. Taman belajar karate sejak 1963 dari Mr. Sasaki Shihang di Universitas Hiroshima. Sasaki merupakan alumni Meiji University dewasa ini DAN VIII (HANSHI). Dojo ( tempat latihan ) mula-mula dibuka di Grogol atas inisiatif pelajar-pelajar SMA Jln. Batu Gambir, Jakarta diantaranya Iwan, Ismail dan Fattah dll, pada 17 Juli 1970.

Wado-ryu masuk ke Indonesia pada tahun 1968, dibawa oleh Bp. C.A. Taman, sekarang menjabat sebagai Guru Besar dari Wado-ryu Karate-Do Indonesia (WADOKAI) dengan gelar Nanadan-Renshi (setingkat Professor Madya, DAN-7) dari markas besar JKF-Wadokai di Jepang. Beliau ikut mendirikan FORKI pada tahun 1972, dan juga tercatat sebagai pendiri, guru besar dan ketua penasehat Goshinbudo Jujutsu Indonesia Club (GBI) http://www.geocities.com/gbi_club , salah satu organisasi Jujutsu di Indonesia.

Posted December 18, 2011 by a'im in Kisah dan sejarah

Tagged with , , , , ,

Karate (空 手 道) , Ada yang tau??   Leave a comment

Karate (空 手 道) adalah seni bela diri yang berasal dari Jepang. Seni bela diri karate dibawa masuk ke Jepang lewat Okinawa. Seni bela diri ini pertama kali disebut “Tote” yang berarti seperti “Tangan China”. Waktu karate masuk ke Jepang, nasionalisme Jepang pada saat itu sedang tinggi-tingginya, sehingga Sensei Gichin Funakoshi mengubah kanji Okinawa (Tote: Tangan China) dalam kanji Jepang menjadi ‘karate’ (Tangan Kosong) agar lebih mudah diterima oleh masyarakat Jepang. Karate terdiri dari atas dua kanji. Yang pertama adalah ‘Kara’ 空 dan berarti ‘kosong’. Dan yang kedua, ‘te’ 手, berarti ‘tangan’. Yang dua kanji bersama artinya “tangan kosong” 空手 (pinyin: kongshou).

Menurut Zen-Nippon Karatedo Renmei/Japan Karatedo Federation (JKF) dan World Karatedo Federation (WKF), yang dianggap sebagai gaya karate yang utama yaitu:

  1. Shotokan
  2. Goju-Ryu
  3. Shito-Ryu
  4. Wado-Ryu

Keempat aliran tersebut diakui sebagai gaya Karate yang utama karena turut serta dalam pembentukan JKF dan WKF.

Namun gaya karate yang terkemuka di dunia bukan hanya empat gaya di atas itu saja. Beberapa aliran besar seperti Kyokushin , Shorin-ryu dan Uechi-ryu tersebar luas ke berbagai negara di dunia dan dikenal sebagai aliran Karate yang termasyhur, walaupun tidak termasuk dalam “4 besar WKF”.

Di negara Jepang, organisasi yang mewadahi olahraga Karate seluruh Jepang adalah JKF. Adapun organisasi yang mewadahi Karate seluruh dunia adalah WKF (dulu dikenal dengan nama WUKO – World Union of Karatedo Organizations). Ada pula ITKF (International Traditional Karate Federation) yang mewadahi karate tradisional. Adapun fungsi dari JKF dan WKF adalah terutama untuk meneguhkan Karate yang bersifat “tanpa kontak langsung”, berbeda dengan aliran Kyokushin atau Daidojuku yang “kontak langsung”.

Latihan dasar karate terbagi tiga seperti berikut:

  1. Kihon, yaitu latihan teknik-teknik dasar karate seperti teknik memukul, menendang dan menangkis.
  2. Kata, yaitu latihan jurus atau bunga karate.
  3. Kumite, yaitu latihan tanding atau sparring.

Pada zaman sekarang karate juga dapat dibagi menjadi aliran tradisional dan aliran olah raga. Aliran tradisional lebih menekankan aspek bela diri dan teknik tempur sementara aliran olah raga lebih menumpukan teknik-teknik untuk pertandingan olah raga.

Menurut beberapa Wikipedia.org Aliran-aliran Karate tsb adalah

1. Shotokan

Shoto adalah nama pena Gichin Funakoshi, Kan dapat diartikan sebagai gedung/bangunan – sehingga shotokan dapat diterjemahkan sebagai Perguruan Funakoshi. Gichin Funakoshi merupakan pelopor yang membawa ilmu karate dari Okinawa ke Jepang. Aliran Shotokan merupakan akumulasi dan standardisasi dari berbagai perguruan karate di Okinawa yang pernah dipelajari oleh Funakoshi. Berpegang pada konsep Ichigeki Hissatsu, yaitu satu gerakan dapat membunuh lawan. Shotokan menggunakan kuda-kuda yang rendah serta pukulan dan tangkisan yang keras. Gerakan Shotokan cenderung linear/frontal, sehingga praktisi Shotokan berani langsung beradu pukulan dan tangkisan dengan lawan.

2. Goju-ryu

Goju memiliki arti keras-lembut. Aliran ini memadukan teknik keras dan teknik lembut, dan merupakan salah satu perguruan karate tradisional di Okinawa yang memiliki sejarah yang panjang. Dengan meningkatnya popularitas Karate di Jepang (setelah masuknya Shotokan ke Jepang), aliran Goju ini dibawa ke Jepang oleh Chojun Miyagi. Miyagi memperbarui banyak teknik-teknik aliran ini menjadi aliran Goju-ryu yang sekarang, sehingga banyak orang yang menganggap Chojun Miyagi sebagai pendiri Goju-ryu. Berpegang pada konsep bahwa “dalam pertarungan yang sesungguhnya, kita harus bisa menerima dan membalas pukulan”. Sehinga Goju-ryu menekankan pada latihan SANCHIN atau pernapasan dasar, agar para praktisinya dapat memberikan pukulan yang dahsyat dan menerima pukulan dari lawan tanpa terluka. Goju-ryu menggunakan tangkisan yang bersifat circular serta senang melakukan pertarungan jarak rapat.

3. Shito-ryu

Aliran Shito-ryu terkenal dengan keahlian bermain KATA, terbukti dari banyaknya KATA yang diajarkan di aliran Shito-ryu, yaitu ada 30 sampai 40 KATA, lebih banyak dari aliran lain. Namun yang tercatat di soke/di Jepang ada 111 kata beserta bunkainya. Sebagai perbandingan, Shotokan memiliki 25, Wado memiliki 17, Goju memiliki 12 KATA. Dalam pertarungan, ahli Karate Shito-ryu dapat menyesuaikan diri dengan kondisi, mereka bisa bertarung seperti Shotokan secara frontal, maupun dengan jarak rapat seperti Goju.

4. Wado-ryu

Wado-ryu adalah aliran Karate yang unik karena berakar pada seni beladiri Shindo Yoshin-ryu Jujutsu, sebuah aliran beladiri Jepang yang memiliki teknik kuncian persendian dan lemparan. Sehingga Wado-ryu selain mengajarkan teknik Karate juga mengajarkan teknik kuncian persendian dan lemparan/bantingan Jujutsu. DIdalam pertarungan, ahli Wado-ryu menggunakan prinsip Jujutsu yaitu tidak mau mengadu tenaga secara frontal, lebih banyak menggunakan tangkisan yang bersifat mengalir (bukan tangkisan keras), dan terkadang menggunakan teknik Jujutsu seperti bantingan dan sapuan kaki untuk menjatuhkan lawan. Akan tetapi, dalam pertandingan FORKI dan JKF, para praktisi Wado-ryu juga mampu menyesuaikan diri dengan peraturan yang ada dan bertanding tanpa menggunakan jurus-jurus Jujutsu tersebut.

Sedangkan aliran Karate lain yang besar walaupun tidak termasuk dalam “4 besar JKF” antara lain adalah:

1. Kyokushin

Kyokushin tidak termasuk dalam 4 besar Japan Karatedo Federation. Akan tetapi, aliran ini sangat terkenal baik didalam maupun diluar Jepang, serta turut berjasa mempopulerkan Karate di seluruh dunia, terutama pada tahun 1970an. Aliran ini didirikan oleh Sosai Masutatsu Oyama. Nama Kyokushin mempunyai arti kebenaran tertinggi. Aliran ini menganut sistem Budo Karate, dimana praktisi-praktisinya dituntut untuk berani melakukan full-contact kumite, yakni tanpa pelindung, untuk mendalami arti yang sebenarnya dari seni bela diri karate serta melatih jiwa/semangat keprajuritan (budo). Aliran ini juga menerapkan hyakunin kumite (kumite 100 orang) sebagai ujian tertinggi, dimana karateka diuji melakukan 100 kumite berturut-turut tanpa kalah. Sosai Oyama sendiri telah melakukan kumite 300 orang. Adalah umum bagi praktisi aliran ini untuk melakukan 5-10 kumite berturut-turut.

2. Shorin-ryu [3]

Aliran ini adalah aliran Karate yang asli berasal dari Okinawa. Didirikan oleh Shoshin Nagamine yang didasarkan pada ajaran Yasutsune Anko Itosu, seorang guru Karate abad ke 19 yang juga adalah guru dari Gichin Funakoshi, pendiri Shotokan Karate. Dapat dimaklumi bahwa gerakan Shorin-ryu banyak persamaannya dengan Shotokan. Perbedaan yang mencolok adalah bahwa Shorin-ryu juga mengajarkan bermacam-macam senjata, seperti Nunchaku, Kama dan Rokushaku Bo.

3. Uechi-ryu [4]

Aliran ini adalah aliran Karate yang paling banyak menerima pengaruh dari beladiri China, karena pencipta aliran ini, Kanbun Uechi, belajar beladiri langsung di provinsi Fujian di China. Oleh karena itu, gerakan dari aliran Uechi-ryu Karate sangat mirip dengan Kungfu aliran Fujian, terutama aliran Baihequan (Bangau Putih). [5]

di kutip dari http://id.wikipedia.org/wiki/Karate