Titik terendah yang hampir menghancurkanku,,,   2 comments

Sepenggal tulisanku dalam “Kibritul Ahmar” (ibarat berlian merah) ini, semoga menjadi pendongkrak jiwa-jiwa yang mengalami kekeringan dan terpuruk dalam kesedihan yang tak tahu bagaimana mengatasinya,,,, semoga Allah melimpahkan hidayahNya pada kita semua.. dan mengakhiri cobaan berupa kesedihan dan beban berat dalam batin kita….

amin!!

———————  Hari ini aku bermohon pada Allah adanya Ruhul jadid sebuah jiwa dan semangat baru! Dalam jiwaku. Dan hari ini kuakhiri semuanya, bermohon padaNya untuk mengistiqomahkan perasaan ini setelah badai yang menyerangku beberapa bulan terakhir. Dan hari ini aku harus tersenyum dan bahagia, tak ada lagi kesedihan dan beban berat, karena semuanya telah kuserahkan pada Allah SWT. Dan kupercayakan semua Sharing beban hidupku hanya pada Allah. Dan aku tetap tak mempercayakan makhluk untuk mendengarkan semua bebanku itu. Hanya Allah yang Maha Mengetahui dan mampu menyelesaikannya. Dengan derai air mata aku menangis dan menyesali hatiku, bersama itu kuletakkan seonggok beban berat yang kupikul selama ini dihadapan Robbul jalil, innalillahi wainnailaihi rojiun tandasku dalam doa. Kuterima beban ini ya Rob dan kukembalikan padaMu sebagai penyelesaiannya tambahku.

Keluh kesah tak bisa dilepaskan dari kodratnya manusia, dan hanya kepada Allah kita berdoa semoga Allah menjauhkan kita dari keputusasaan akan rahmat Allah. Sebuah pesan yang kuperoleh dari sebuah artikel bahwasanya Allah telah berfirman: “sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah. Dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir, kecuali orang-orang yang mengerjakan shalatnya (terus menerus) (QS Al Ma’arij: 19-23)

Hatiku adalah teman terbaik yang Allah berikan padaku. Inilah kenapa setiap permasalahan yang kuhadapi seolah-olah aku mendengar seseorang menasehati dengan lantang dan berkata-kata padaku sangat dekat, itu adalah sahabatku “hati”. Rasulullah menegaskan dalam haditsnya agar seseorang menjadikan hatinya sebagai multi yang dimintai fatwanya. Sabdanya : mintalah fatwa pada hatimu. Kebaikan itu adalah ketika jiwa dan hati menjadi tenang kepadanya. Sedangkan al itsm (dosa) adalah yang membingungkan jiwa dan meragukan hati, meskipun manusia memberikan fatwa kepadamu. (HR Muslim)

Sobat, sebuah pelajaran yang dapat kubagi dari Kibritul Ahmar ini yaitu seseorang yang sedang menderita gangguang kejiwaan, stress dan sebagainya. Sesungguhnya sedang mendapat ujian untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketawakkalannya, akan tetapi dapat juga merupakan cobaan sebagai peringatan atas dosa dan kesalahannya yang selama ini diperbuatnya. Doa dan istighfar adalah wasilah untuk  menormalisasikan hubungan seorang hamba dengan Allah SWT.

Ada tujuh golongan yang mendapat perlindungan Allah di hari tiada lagi perlindungan kecuali naungan Allah.. (yaitu) seorang laki-laki yang bedzikir kepada Allah saat sepi sendirian hingga bercucuran air matanya (HR Muslim). Semoga kita termasuk di dalamnya.

Kesemua faktor kesedihan dan kekosongan dalam diri kita tidak lain adalah karena dunia dan isinya. Meletakkan dunia di tangan bukan di hati adalah suatu yang agama kita ajarkan, agar kita terhindar dari hubbuddunya dan akibat yang akan dikeluarkannya. Karena kesemuanya itu akan masuk ke hati dan pikiran, niscaya kita akan dimakan dalam kesengsaraan. Makhul berkata: mengingat Allah adalah kesembuhan (sehat) mengingat manusia adalah penyakit.

Ada beberapa Metode terapi stress Ibnu Qoyyim Al jauziyah dengan alquran yang kuperoleh dari sebuah buku yang kubaca di perpusda judulnya “melawan stress dengan bahagia” Untuk menyembuhkan kekerasan hati dengan alquran dapat dilalui dengan dua cara:

  1. Anda harus mengalihkan perhatian hatimu dari dunia, lalu engkau menempatkannya di akhirat
  2. Setelah itu engkau harus menghadapkan semua hatimu kepada alquran memikirkan dan memahami apa yang dimaksud dan mengapa ia diturunkan.

Membaca Alquran adalah salah satu metode yang dapat mengurangi beban hati, kurasakan seolah-olah beban itu berkurang keluar bersamaan dengan serangkaian huruf-huruf alqur’an yang kita baca. Subhanallah, huwassyifaullinnas, memang alquran obat bagi semua penyakit dan hikmah di dalamnya. Karena aku berkali-kali mendapatkan nasihat darinya ketika aku membacanya. Namun lagi-lagi karena sifatnya manusia, kita tetap saja melanggar yang Allah larang untuk dilakukan. Astaghfirullah ya Rob ampunilah hamba!. Karena hamba tak kuasa atas semua ini tanpa petunjuk dan limpahan rahmat dan hidayahMu.

Posted September 30, 2012 by a'im in Islam

Tagged with , , , , , , , , , , , , ,

2 responses to “Titik terendah yang hampir menghancurkanku,,,

Subscribe to comments with RSS.

  1. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: