Perpres LRT Jakabaring keluar dahului LRT DKI   Leave a comment

Palembang, BP
Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin memastikan peraturan presiden (perpres) tentang LRT (Light Rail Transit) atau kereta api ringan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II sampai ke Jakabaring yang panjangnya 24,5  kilometer yang akan menghabiskan dana Rp7,2 triliun, pembangunannya akan dimulai tahun 2015 sudah keluar.
        “Jadi kalau dijumlahkan saya sudah hitung kasar ada 23  triliun dan ada 24 triliun dana bukan APBD yang digelontorkan di Sumsel karena dalam dalam perpres itu LRT harus selesai Juni 2018, jadi lebih dulu dari LRT Pak Ahok, semuanya harus selesai sebelum Asian Games,“ kata Gubernur dalam acara penandatanganan KUA PPAS di DPRD Sumsel, Jumat (23/10).
Sebelumnya Kepala Dinas Perhubungan dan Komunikasi dan Informasi Sumsel H Nasrun Umar memastikan pemasangan tiang pancang (ground breaking) LRT dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II sampai ke Jakabaring yang panjangnya 24,5 km yang yang akan menghabiskan dana dengan Rp7,2 triliun, pembangunannya  akan dimulai tahun 2015.
    “Dalam perpres tersebut disebutkan paling lambat Juni 2018 sudah operasional untuk menyambut Agustus 2018 Asian Games,” katanya.
    Apalagi  studi kelayakan, Detail Engineering Design (DED), izin  kerangka acuan dampak lingkungan semuanya sudah dibuat.
    Selain itu Peraturan Presiden (Perpres) mengenai LRT sedang dibahas di Sekretariat Negara (Segneg) RI setelah itu dilakukan harmonisasi di departemen lalu  ditandatangani.
    “Anggarannya Rp7,2 triliun ditanggung APBN, kita nggak keluar dana kecuali pembebasan lahan 4 hektar untuk depo LRT di Jakabaring depan OPI Mall termasuk APBD P 2015 Rp30 miliar itu terpisah, walaupun kecil harus ada sharing dari APBD, sharing kita itu,” katanya.
    Soal anggaran Rp7,2 triliun dengan asumsi 1 dolar Rp13 ribu, namun pihaknya selalu bicara diangka Rp7,2 truliun dimana anggarannya diambil dari APBN 2016, 2017 dan sebagian di APBN 2018 (multi years).
    Apalagi pembangunan rel LRT dilakukan di median jalan. “Untuk pembebasan lahan itu biro pemerintahan Pemprov Sumsel,” katanya.
    Nasrun ingin kalau pembangunan LRT di mulai dari Depo LRT di Jakabaring setelah itu melewati Jembatan Ampera, “Karena kendala kita itu pada jembatan Ampera, bebannya jangan terlalu berat, kalau sampai Masjid Agung sudah ada distribusi,” katanya.
    Untuk melewati Jembatan Ampera, LRT akan di bangun jalur rel disamping Jembatan Ampera atau  sebelah kiri atau tepatnya dekat pasar 16 sedangkan untuk Fly Over Jakabaring rel LRT akan di bangun di sebelah kiri dekat masjid.
    Untuk lokasi penurunan penumpang (stasiun) menurutnya ada 23 titik dimana tiap pemberhentian (stasiun) akan diberikan nama-nama mantan Gubernur Sumsel , mantan Wagub Sumsel atau mantan Sekda Sumsel karena LRT milik Pemprov Sumsel bukan milik Pemkot Palembang namun yang menikmati LRT nanti adalah masyarakat kota Palembang.
    ” Prinsipnya kita mencarikan solusi transportasi di kota Palembang dengan biaya terjangkau oleh masyarakat dan cara pembayaran LRT nantinya  bisa menggunakan kartu dan tunai,” katanya.
    Jika LRT selesai di bangun menurutnya , maka Sumsel yang pertama memiliki LRT di Indonesia, “Kalau nomor 1 diluar Jawa ya, Sumsel, kita menyisihkan tujuh kota untuk LRT ini,” katanya.
    Untuk Asian Games 2018 tidak ada partisipant Asian Games 2018 , kecuali  CDM dan tamu kehormatan negara yang diturunkan ke jalan semuanya naik LRT.
https://youtu.be/tlnSfd0AurU

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: