Archive for the ‘agama’ Tag

Wasiat Allah Kepada Rasulullah   Leave a comment

Nabi S.A.W., “Pada waktu malam saya diisrakkan sampai ke langit, Allah S.W.T telah memberikan lima wasiat, antaranya :

  • Janganlah engkau gantungkan hatimu kepada dunia kerana sesungguhnya Aku tidak menjadikan dunia ini untuk engkau.
  • Jadikan cintamu kepada-Ku sebab tempat kembalimu adalah kepada-Ku.
  • Bersungguh-sungguhlah engkau mencari syurga.
  • Putuskan harapan dari makhluk kerana sesungguhnya mereka itu sedikitpun tidak ada kuasa di tangan mereka.
  • Rajinlah mengerjakan sembahyang tahajjud kerana sesungguhnya pertolongan itu berserta qiamullail.

Ibrahim bin Adham berkata, “Telah datang kepadaku beberapa orang tetamu. Saya berkata kepada mereka, berikanlah nasihat yang berguna kepada saya, yang akan membuat saya takut kepada Allah S.W.T.

Lalu mereka berkata, “Kami wasiatkan kepada kamu 7 perkara, yaitu :

  • Orang yang banyak bicaranya janganlah kamu harapkan sangat kesedaran hatinya.
  • Orang yang banyak makan janganlah kamu harapkan sangat kata-kata himat darinya.
  • Orang yang banyak bergaul dengan manusia janganlah kamu harapkan sangat kemanisan ibadahnya.
  • Orang yang cinta kepada dunia janganlah kamu harapkan sangat khusnul khatimahnya.
  • Orang yang bodoh janganlah kamu harapkan sangat akan hidup hatinya.
  • Orang yang memilih berkawan dengan orang yang zalim janganlah kamu harapkan sangat kelurusan agamanya.
  • Orang yang mencari keredhaan manusia janganlah harapkan sangat akan keredhaan Allah daripadanya.”

Adab Jima dan Cara Berhubungan Intim Suami isteri dalam Islam   Leave a comment

Ada sebuah bahasan menarik yang kudapati, ini sungguh sangat berguna bagi kita bersama. Karena agama mengajarkan kepada kita tentang berbagai  aturan pedoman kehidupan hingga lingkup terkecil dalam kehidupan sehari-hari kita. terutama dalam point pencetakan akhlak dan pribadi umat.. hal ini bermula dari akad nikah hingga pada hubungan suami istri tak luput agama islam mengaturnya.

 

hadist Rasullullah SAW:

Dari ‘Atabah bin Abdi As-Sulami bahwa apabila kalian mendatangi istrinya (berjima’), maka hendaklah menggunakan penutup dan janganlah telanjang seperti dua ekor himar. (HR Ibnu Majah)

Rasullullah SAW melarang jima’ tanpa penutup pasti ada maksudnya, selain yang diketahui yaitu  adanya mahluk Allah lain yang melihat (jin, qorin  dll),  bisa jadi   anak yang dihasilkan dengan  jima’  telanjang akan menjadi anak yang kurang mempunyai rasa malu  seperti  diatas,  wallahu a’lam.

Oleh karena itulah  pengetahuan adab hubungan intim suami isteri dalam islam ini sangat penting agar muslimin dan muslimat diharapkan mempunyai keturunan yang baik dan  tidak terjebak dalam perilaku yang bertentangan  dengan ajaran Islam.

Adab dan Cara Berhubungan Intim ( Jima’) yang baik menurut Islam dapat dibagi dalam 3 keadaan yaitu :

A. Adab sebelum Jima’

B. Adab saat Jima’

C. Adab setelah Jima’

A. Adab sebelum Jima’

1. Menikah

Menikah adalah syarat mutlak untuk dapat melakukan hubungan intim secara Islam, Menikah juga harus sesuai syarat dan rukunnya agar sah menurut islam. Syarat dan Rukun  pernikahan adalah :  Adanya calon suami dan istri, wali,  dua  orang  saksi,  mahar serta terlaksananya Ijab dan Kabul. Mahar  harus sudah diberikan kepada isteri terlebih dahulu sebelum  suami menggauli isterinya sesuai dengan sabda Rasullullah SAW:

“.Ibnu Abbas berkata: Ketika Ali menikah dengan Fathimah, Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda kepadanya: “Berikanlah sesuatu kepadanya.” Ali menjawab: Aku tidak mempunyai apa-apa. Beliau bersabda: “Mana baju besi buatan Huthomiyyah milikmu?”. Riwayat Abu Dawud dan Nasa’i. Hadits shahih menurut Hakim.

Ini artinya  Ali harus memberikan mahar dulu sebelum “mendatangi”  Fathimah

Dalam  Islam, setiap Jima’ yang dilakukan secara sah antara  suami dengan isteri  akan mendapat pahala  sesuai dengan  Sabda Rasullullah sallahu alaihi wassalam:

“Dalam kemaluanmu itu ada sedekah.” Sahabat lalu bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah kita mendapat pahala dengan menggauli istri kita?.” Rasulullah menjawab, “Bukankah jika kalian menyalurkan nafsu di jalan yang haram akan berdosa? Maka begitu juga sebaliknya, bila disalurkan di jalan yang halal, kalian akan berpahala.” (HR. Bukhari, Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah)

Jadi Sungguh sangat  beruntung  bagi yang sudah menikah karena akan mendapat pahala jika jima’ dengan suami/istrinya sendiri ,  beda jika belum menikah jima’ akan menjadi  dosa dan terkena hukum zina yang merupakan dosa terbesar no.2 setelah dosa sirik. Zina tidak saja akan mendapatkan dosa tapi juga Penyakit  lahir maupun batin yaitu penyakit batin/jiwa   (enggan menikah) dan penyakit lahir berbahaya seperti AIDS yang  berbahaya karena belum ada obatnya yang cespleng sehingga penderitanya seperti tervonis menunggu mati dll.

Menikah sangat banyak kebaikannya yaitu: Menikah sangat dianjurkan Allah & Rasullullah SAW, menikah akan mendapatkan hak untuk  ditolong Allah, dapat memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki,  menambah keluhuran/ kehormatan  dan  yang pasti anda telah berhasil mengalahkan setan dkk  karena orang yang menikah  telah berubah menjadi orang  yang penuh dengan pahala dan jika beribadahpun akan berlipat –lipat pahalanya dibandingkan  ibadahnya saat membujang

Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik, daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan)” (HR. Ibnu Ady dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah)

Sabda Rasulullah saw,”Tiga orang yang memiliki hak atas Allah menolong mereka : seorang yang berjihad di jalan Allah, seorang budak (berada didalam perjanjian antara dirinya dengan tuannya) yang menginginkan penunaian dan seorang menikah yang ingin menjaga kehormatannya.(HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Hakim dari hadits Abu Hurairoh)  

Rasulullah SAW bersabda : Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki, dan menambah keluhuran mereka(Al Hadits).

Jadi jangan sampai ditipu mentah-mentah oleh setan untuk tidak ada keinginan / menunda nikah dengan lebih menyukai pacaran karena

Sungguh kepala salah seorang diantara kamu ditusuk dengan jarum dari besi lebih baik, daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya”(HR. Thabrani dan Baihaqi)  

Rasulullah SAW. bersabda : “Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah”(HR. Bukhari).  

Jika ada orang yang enggan menikah karena alasan materi seperti penghasilan belum, tidak ada biaya atau miskin dll  renungkanlah firman Allah SWT yang pasti benar dalam Al Quran S. An Nuur ayat 32:

Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang patut (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS.An Nuur 32)   Bagi yang sudah mampu memberi nafkah tapi belummau menikah simaklah:  

Sabda Rasulullah saw.: Wahai kaum pemuda! Barang siapa di antara kamu sekalian yang sudah mampu memberi nafkah, maka hendaklah ia menikah, karena sesungguhnya menikah itu lebih dapat menahan pandangan mata dan melindungi kemaluan (alat kelamin). Dan barang siapa yang belum mampu, maka hendaklah ia berpuasa, karena puasa itu dapat menjadi penawar bagi nafsu. (Shahih Muslim No.2485)

 

Demikianlah untuk dijadikan pengetahuan  bagi yang belum menikah

 

2. Memilih Hari dan Waktu yang baik / sunnah  untuk jima’

Semua hari baik untuk jima’  tapi hari yang terbaik untuk jima’ dan  ada  keterangannya dalam hadist adalah  hari Jumat sedangkan hari lain yang ada manfaatnya dari hasil penelitian untuk jima’ adalah hari Kamis. Sedangkan waktu yang disarankan oleh Allah SWT untuk jima adalah setelah sholat Isya sampai sebelum sholat subuh dan  tengah hari   sesuai firman Allah dam surat An Nuur ayat 58.

Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig diantara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu: sebelum shalat subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan sesudah sesudah shalat Isya’. (Itulah) tiga ‘aurat  bagi kamu. Tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu . Mereka melayani kamu, sebagian kamu (ada keperluan) kepada sebagian (yang lain). Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. 24:58)

Melihat kondisi diatas  maka hari dan waktu terbaik  untuk jima adalah : Hari  Kamis Malam  setelah Isya dan Hari Jumat  sebelum sholat subuh dan tengah hari sebelum sholat jumat. Hal ini didasarkan pada Hadist berikut:

Barang siapa yang menggauli isterinya pada hari Jumat dan mandi janabah serta bergegas pergi menuju masjid dengan berjalan kaki, tidak berkendaraan, dan setelah dekat dengan Imam ia mendengarkan khutbah serta tidak menyia-nyiakannya, maka baginya pahala untuk setiap langkah kakinya seperti pahala amal selama setahun,yaitu pahala puasa dan sholat malam didalamnya (HR Abu Dawud, An nasai, Ibnu Majah dan sanad hadist ini dinyatakan sahih)  

Dari Abu Hurairah radliyallhu ‘anhu, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, Barangsiapa mandi di hari Jum’at seperti mandi janabah, kemudian datang di waktu yang pertama, ia seperti berkurban seekor unta. Barangsiapa yang datang di waktu yang kedua, maka ia seperti berkurban seekor sapi. Barangsiapa yang datang di waktu yang ketiga, ia seperti berkurban seekor kambing gibas. Barangsiapa yang datang di waktu yang keempat, ia seperti berkurban seekor ayam. Dan barangsiapa yang datang di waktu yang kelima, maka ia seperti berkurban sebutir telur. Apabila imam telah keluar (dan memulai khutbah), malaikat hadir dan ikut mendengarkan dzikir (khutbah).” (HR. Bukhari no. 881 Muslim no. 850).  

Pendapat di atas juga mendapat penguat dari riwayat Aus bin Aus radliyallah ‘anhu yang berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa mandi pada hari Jum’at, berangkat lebih awal (ke masjid), berjalan kaki dan tidak berkendaraan, mendekat kepada imam dan mendengarkan khutbahnya, dan tidak berbuat lagha (sia-sia), maka dari setiap langkah yang ditempuhnya dia akan mendapatkan pahala puasa dan qiyamulail setahun.” (HR. Abu Dawud no. 1077, Al-Nasai no. 1364, Ibnu Majah no. 1077, dan Ahmad no. 15585 dan sanad hadits ini dinyatakan shahih)  

Hasil penelitian di situs berita internet di:   Detikhealth  Jumat, 15/10/2010 17:58 WIB Seperti dilansir dari The Sun, Jumat (15/10/2010) Kamis, hari terbaik untuk berhubungan seksual Berdasarkan penelitian, tingkat energi kortisol alami yang merangsang hormon seks berada di titik puncak pada hari Kamis. Aturlah jam alarm Anda agar terbangun dan siap untuk melakukan hubungan seks di pagi hari Kamis. Hari ini adalah ketika hormon seks testosteron pada pria dan estrogen pada wanita lima kali lebih tinggi dari biasa.  

NB: Ada persesuaian antara hari kamis menurut penelitian dengan  hari jumat dalam hadist  karena Hari Jumat menurut orang islam dimulainya saat Maghrib (hari kamis sore) dan berakhir pada   jumat sore sebelum maghrib  

3. Disunahkan mandi sebelum jima’

Mandi sebelum jima’ dan  bersikat gigi  bertujuan agar memberikan kesegaran  dan  kenikmatan saat jima’.  Mandi akan  menambah nikmat jima karena badan akan terasa segar  dan bersih  sehingga mengurangi  gangguan saat jima’. Jangan lupa jika setelah selesai jima’  dan masih ingin mengulangi lagi sebaiknya kemaluan dicuci kemudian berwudhu.  

Abu Rofi’ radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada suatu hari pernah menggilir istri-istri beliau, beliau mandi tiap kali selesai berhubungan bersama ini dan ini. Aku bertanya, “Ya Rasulullah, bukankah lebih baik engkau cukup sekali mandi saja?” Beliau menjawab, “Seperti ini lebih suci dan lebih baik serta lebih bersih.” (HR. Abu Daud no. 219 dan Ahmad 6/8. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)  

4. Sebaiknya sholat sunnah 2 rakaat sebelum jima’

Dari Abdullah bin Mas’ud ia berkata: Aku memberi nasehat kepada seorang pria yang hendak menikahi pemudi yang masih gadis, karena ia takut isterinya akan membencinya jika ia mendatanginya, yaitu perintahkanlah (diajak)  agar ia melaksanakan sholat 2 rakaat dibelakangmu dan berdoa  : Ya Allah berkahilah aku dan keluargaku dan berkahilah mereka untukku. Ya Allah satukanlah kami sebagaimana telah engkau satukan kami karena kebaikan dan pisahkanlah kami jika Engkau pisahkan untuk satu kebaikan  (HR. Ibnu Abi Syaibah dan Thabrani dngan sanad Sahih  

5. Menggunakan parfum yang disukai suami/ isteri sebelum jima’

Menggunakan parfum oleh perempuan sebelum jima di sunahkan  karena akan lebih lebih meningkatkan gairah  suami isteri sehingga meningkatkan kualitas dalam berhubungan suami isteri. Hal ini didasarkan pada hadist  berikut : Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang, memakai wewangian, bersiwak dan menikah (HR. Tirmidzi).

Perempuan manapun yang menggunakan parfum kemudian melewati suatu kaum agar mereka mencium wanginya maka dia seorang pezina” (HR Ahmad, 4/418; shahihul jam’: 105)

“Perempuan manapun yang memakai parfum kemudian keluar ke masjid (dengan tujuan) agar wanginya tercium orang lain maka shalatnya tidak diterima sehingga ia mandi sebagaimana mandi janabat” (HR Ahmad2/444, shahihul jam’ :2073.)

Penggunaan parfum oleh wanita diperbolehkan atau disunatkan tergantung dari tujuannya, jika tujuannya untuk merangsang suami dalam jima’ disunahkan tapi jika digunakan untuk merangsang kaum laki-laki akan berdosa.

6. Berpakaian dan berdandan yang disukai suami / isteri sebelum jima’

Seorang isteri sebaiknya berdandan dan memakai pakaian yang disukai suami untuk menyenangkan dan memudahkan suami berjima’. Berpakaian seksi dikamar tidur dimana hanya suami atau isteri yang melihatnya diperbolehkan dalam islam karena dapat meningkatkan kualitas hubungan suami isteri (Hadist menyusul)

7. Berdoa meminta perlindungan Allah sebelum Jima’ :

Berdoa sangat penting sebelum melakukan jima’ terutama adalah doa memohon perlindungan kepada Allah terhadap gangguan setan dalam pelaksanaan jima. Berdoa dimulai dengan mengucapkan:

Bismillah. Allahumma jannabnasyoithona  wa jannabisyaithona  maa rojaktanaa”

Artinya :  Dengan nama Allâh. Ya Allâh, hindarkanlah  kami dari syetan dan jagalah apa yang engkau rizkikan kepada kami dari syetanRasulullah saw. bersabda: Apabila salah seorang mereka akan menggauli istrinya, hendaklah ia membaca: “Bismillah. Ya Allah, jauhkanlah kami dari  setan dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau karuniakan kepada kami”. Sebab jika ditakdirkan hubungan antara mereka berdua tersebut membuahkan anak, maka setan tidak akan membahayakan anak itu selamanya. (Shahih Muslim No.2591)

 

“Dari Ibnu Abbas r.a. ia menyampaikan apa yang diterima dari Nabi SAW. Beliau bersabda, “Andaikata seseorang diantara kamu semua mendatangi (menggauli) isterinya, ucapkanlah, Bismi Allâhi, Allâhumma Jannibnâ Syaithânâ wajannibi al-syaithânâ mâ razaqtanâ. (Dengan nama Allâh. Ya Allâh, hindarilah kami dari syetan dan jagalah apa yang engkau rizkikan kepada kami dari syetan.” Maka apabila ditakdirkan bahwa mereka berdua akan mempunyai anak, syetan tidak akan pernah bisa membahayakannya.” (HR. Bukhâri Kitab Wudhuk Hadist 141). 

 

Jika jima’ untuk  dengan tujuan mendapatkan anak bisa berdoa sbb :

“Ya  Allah berilah kami keturunan  yang baik,  bisa dijadikan  pembuka pintu rahmat, sumber ilmu, hikmah serta pemberi rasa aman bagi umat” Amin


B. Adab saat jima’

1. Jima dalam ruang tertutup tidak ditempat terbuka

Jima adalah hubungan yang sangat pribadi sehingga jika dilakukan ditempat terbuka (atap langit) dengan tekhnologi lensa terkini dapat saja hubungan itu terlihat atau direkam oleh karena Jima’ ditempat tertutup lebih baik. (Hadist menyusul)

2. Melakukan cumbu rayu saat jima dan bersikap romantis

Islam mengajarkan jima yang disertai dengan pendahuluan ungkapan perasaan kasih sayang seperti ucapan romantis, ciuman dan cumbu rayu dan tidak mengajarkan  langsung hajar tanpa pendahuluan . Hal ini sesuai dengan: Sabda Rasul Allâh SAW: “Siapa pun diantara kamu, janganlah menyamai isterinya seperti seekor hewan bersenggama, tapi hendaklah ia dahului dengan perentaraan. Selanjutnya, ada yang bertanya: Apakah perantaraan itu ? Rasul Allâh SAW bersabda, “yaitu ciuman dan ucapan-ucapan romantis”. (HR. Bukhâriy dan Muslim).

Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi Wasallam. Beliau bersabda, “Janganlah salah seorang di antara kalian menggauli istrinya seperti binatang. Hendaklah ia terlebih dahulu memberikan pendahuluan, yakni ciuman dan cumbu rayu.” (HR. At-Tirmidzi).  

Ketika Jabir menikahi seorang janda, Rasulullah bertanya kepadanya, “Mengapa engkau tidak menikahi seorang gadis sehingga kalian bisa saling bercanda ria? …yang dapat saling mengigit bibir denganmu.” HR. Bukhari (nomor 5079) dan Muslim (II:1087)

 

3. Boleh, memberikan rangsangan dengan meraba, melihat, mencium  kemaluan isteri

Suami boleh melihat, meraba, mencium kemaluan isteri begitu juga sebaliknya, meskipun boleh  mencium kemaluan itu lebih baik jika tidak dilakukan  karena yang demikian itu lebih bersih.

Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. (QS. 2:223)

“Dari Aisyah RA, ia menceritakan, “Aku pernah mandi bersama Rasulullah dalam satu bejana…” (HR. Bukhari dan Muslim).

 

4. Menggunakan selimut sebagai penutup saat berjima

Dari ‘Atabah bin Abdi As-Sulami bahwa apabila kalian mendatangi istrinya (berjima’), maka hendaklah menggunakan penutup dan janganlah telanjang seperti dua ekor himar. (HR Ibnu Majah)


Maksudnya adalah jangan bertelanjang seperti Himar yang kelihatan kemaluannya dan pantatnya saat berjima. tapi pakailah selimut sebagai penutup. atau  bertelanjang dalam selimut.

5.  Jima boleh dari mana saja asal tidak  lewat jalan belakang (sodomi)

Jima dengan isteri boleh dilakukan darimana arah mana saja  dari depan, samping , belakang ( asal tidak sodomi)  atau  posisi  berdiri, telungkup, duduk, berbaring dll

Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. (QS. 2:223)

 Note : Dubur adalah bukan tempat bercocok tanam yang menghasilkan tanaman  (keturunan) tapi tempat pembuangan kotoran

 Dari Abi Hurairah Radhiallahu’anhu. bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Dilaknat orang yang menyetubuhi wanita di duburnya”. (HR Ahmad, Abu Daud dan An-Nasai)

 

6. Boleh menggunakan kondom atau dikeluarkan diluar kemaluan isteri (‘Azl)

Dari Jabir berkata: ”Kami melakukan ’azl di masa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam  dan Rasul mendengarnya tetapi tidak melarangnya” (HR muslim).

C. Adab setelah jima’

1.  Tidak langsung meninggalkan suami / isteri setelah jima’ berdiam diri

(Hadist menyusul)  

2. Mencuci kemaluan dan berwudhu jika ingin mengulang Jima’

Dari Abu Sa’id, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Jika salah seorang di antara kalian mendatangi istrinya, lalu ia ingin mengulangi senggamanya, maka hendaklah ia berwudhu.” (HR. Muslim no. 308)

3. Berdoa setelah Jima (Hadist menyusul)

4. Mandi besar / Mandi janabah setelah jima’

“Dari Ubai bin Ka`ab bahwasanya ia berkata : “Wahai Rasul Allâh, apabila ia seorang laki-laki menyetubuhi isterinya, tetapi tidak mengeluarkan mani, apakah yang diwajibkan olehnya? Beliau bersabda, ”Hendaknya dia mencuci bagian-bagian yang berhubungan dengan kemaluan perempuan, berwudhu’ dan lalu shalat”. Abu `Abd Allâh berkata, “mandi adalah lebih berhati-hati dan merupakan peraturan hukum yang terakhir. Namun mengetahui tidak wajibnya mandi kamu uraikan juga untuk menerangkan adanya perselisihan pendapat antara orang `alim.” (HR. Bukhâriy dalam Kitab Shahihnya/Kitab Mandi, hadits ke-290

Hal-hal yang dilarang dalam berhubungan suami isteri jima dalam Islam:

1. Jima’ saat isteri dalam keadaan haid

“Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: “Haidh itu adalah kotoran”. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari perempuan di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allâh kepadamu. Sesungguhnya Allâh menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al-Baqarah/2: 222)

2. Jima’ lewat jalan belakang (sodomi)

Dari Abi Hurairah Radhiallahu’anhu. bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Dilaknat orang yang menyetubuhi wanita di duburnya”. (HR Ahmad, Abu Daud dan An-Nasai)

Dari Amru bin Syu’aib berkata bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Orang yang menyetubuhi wanita di duburnya sama dengan melakukan liwath (sodomi) kecil.. (HR Ahmad)

3. Jima dengan tidak menggunakan penutup/ telanjang

Dari ‘Atabah bin Abdi As-Sulami bahwa apabila kalian mendatangi istrinya (berjima’), maka hendaklah menggunakan penutup dan janganlah telanjang seperti dua ekor himar. (HR Ibnu Majah)

 

sb: http://fath102.wordpress.com

 

 

Posted August 31, 2012 by a'im in Islam

Tagged with , , , , , , , , , , , ,

Al- Ikhlas   Leave a comment

112. Al Ikhlash

[112:1] Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa.
[112:2] Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
[112:3] Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,
[112:4] dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”.

Posted January 7, 2012 by a'im in Islam

Tagged with , , , , , , ,

Gimana ngeredahin Amarah kita pade…   Leave a comment

 

Pernahkah kita di satu sisi merasa kalau kita telah melakukan sesuatu yang bukan “gue banget” diikuti oleh rasa nyesel dah setelahnya…

apa aja bentuknya entah omongan, tindakan, perilaku ato cara berpikir yang nggak “gue banget” . dan terkadang itu berakibat fatal bagi orang lain dan diri kita. Gue ngerasa kayak ada seseorang yang beda dalam tindak gue…
pernah gue merasa kalau satu hari penuh gue bawaannya mo marah mulu, abis dah sapa ja yang gue liat ntu ari, semuanya salah dimata gue, ampun dah kalo ngebayangin tuh perbuatan. Kasian banget yang kena seprot oleh gue. Guyss… mungkin bagi cewek itu bisa dibilang lumrah, maybe faktor datang bulan sehingga mereka labil, ato mereka emang suka moody kalo liat orang…Ntu perkara di cewek bos. Lah gue cowok bawaannya mo marah juga.. apa coba!!!
Tapi guys setelah gue pikir itu juga lumrah kan cowok marah mulu (maksain alasan banget ea)..
Tapi gaklah,, gak boleh mami bilang suka marah, ternyata itu ngebuat semua urat dan otot sekitar muka kita lebih kencang dari biasanya alias tampak stress, dan itu bisa ngebuat kita cepat tua,, ne kata emak gue sob..! ada benarnya seh, kalo gue pikir muka nambah merah, mata melotot, muka sewot, alis merosot, kulit kisrut,, pa lagi ea…
Toh kesemuanya nambah buat kita Galau,,, Cieehhh istilahnya gahol buanget yak!

Nah ternyata saat kita lagi mo marah sob ada beberapa trik yang gue temuin dalam sebuah buku, dan ternyata ntu ilmu dari yang diajarkan agama Islam.. mantab banget, sangat ngebantu kita selagi mo marah.. cukup ngeredain.
Jikalau kita lagi kisruh, mo marah ne  certanya, apa yang kita lihat tetap aja buat kita mo ngeluapin api emosi kita. Tapi terkadang sob ada aja yang ngebuat sulutnya amarah,, apa aja. Ntu semua kerjaannya syaitan sob yang sukanya nangkring di hati kita da nngebisikin alias memanas-manasin suatu perkara.

Nah,,, Islam ngajarin beberapa trik meredahkan amarah :
Pertama kalo lagi kondisi marah,, bergegaslah ingat alias Istighfar sob…Wuihh ne kalimat ngebantu banget, terus sekalian diikuti mengelus dada, seolah-olah semua kekesalan dan kemarahan itu turut luntur bersamaan dengan elusan dada tadi sob..Dijamin emang ne cara ampuh banget…
So, kalo ne cara masih juga ngebuat loe pada emosi, ada cara kedua yang diajarin oleh  Islam yaitu Liat posisi loe pada sewaktu marah. KAlo loe lagi berdiri coba dah Seketika loe duduk, artinya loe ngerubah posisi loe dari berdiri ke duduk. Hal ini sangat ngebantu banget broo, seolah-olah amarah loe reda dan ikut duduk bersama pikiran loe, artinya loe seketika dapat berpikir rasional/ sehat bos… Kalo loe lagi duduk juga belum bisa redah amarah dan emosi loe..
cara ampuh yang terakhir adalah dengan mendinginkan hati loe dan pikiran kita pada dengan mengambil air Wudhu… Wahh,, ne jalan yang super ampuh, karena amarah loe yang bersumber dari dada loe yang merupakan sulutan dari syaitan seketika padam dengan air wudhu,,, belum lagi ditambah loe sholat dua rakaat,,, cakeeeppp dah, Good banget gue bilang..
Oke sob, nuh tips yang gue dapet dari pembelajaran gue selama ene, yang gue dapet dari kitab dalam Islam..

I hope u can try it,,,

Posted December 18, 2011 by a'im in campur aduk

Tagged with , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Turunnya Al maidah: 3 (Detik-detik terakhir Kehidupan SAW)   3 comments

 

Allahumma Sholli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aalii Muhammad semua selalu tercurah bagi Rasulullah saw..

Diriwayatkan, bahwa setelah turun wahyu Al quran Surat Almaidah ayat 3, menangislah Umar bin Khattab ra. Maka Nabi SAW berkata kepadanya : ” apakah gerangan yang menyebabkan engkau menangis hai Umar ? ” tanya RAsulullah. Umar menjawab : “kita semua sudah berada dalam Agama yang sempurna. Tetapi bila ia sudah sampai kepada titik puncak kesempurnaan, maka diatas itu tidak ada lagi yang lain, kecuali suatu kemunduran:. Nabi menukas: benar engkau!”.

Ayat almaidah 3 diturunkan di padang arafah pada hari jumat sesudah Ashar, yakni di saat nabi berkendaraan di atas untanya. sesudah itu apa-apa yang berkenaan dengan perintah- perintah yang fardhu tidak turun- turun lagi dari langit.

pada mulanya Nabi tidak mampu untuk mendugaduga kemungkinan- kemungkinan yang terselip dalam arti yang di atas sehingga beliau  hanya terengah dan bertelekan di atas untanya saja. Unta pun berhenti terhenyak dan malaikat jibril pun datanglah sambil berkata kepada nabi: “Ya Muhammad! HAri ini telah sempurna urusan agamamu, telah selesai apa yang diperintahkan Tuhanmu dan juga segala apa yang dilarangNya. Dari itu, kumpulkanlah semua sahabatmu, dan beritahukan kepada mereka, bahwa saya tidak akan turun- turun lagi membawa wahyu kepadamu sesudaj hari ini!”.

maka pulanglah Nabi dari Makkah jembali ke MAdinah. dan di sana dikumpulkanlah oleh beliau para sahabatnya dan dibacakanlah ayat ini kepada mereka serta diberitahukannya apa yang dikatakan Jibril padanya itu.

semua sahabat menjadi gembira mendengarnya kecuali Abu Bakar ra, dan para sahabat itu berkata : “Telah sempurnalah agama kita!” Tetapi Abu Bakar Asshidiq ra pulang ke rumahnya sendirian dalam keadaan murung dan sedih. dikuncinya pintu rumahnya dan ia pun sibuk menangis sepanjang malam dan siang. Hal itu didengar oleh para sahabat dan mereka berkumpul bersama-sama untuk mendatangi rumah Abu bakar assidiq ra.

– Sahabat bertanya: ” kenapa kerjamu menangis saja hai Abu bakar di saat orang lain semua bersuka ria, bukankah Tuhan telah menyempurnakan agama kita?”.

– Abu bakar sidiq ra menjawab: “Kamu semua tidak tahu bencana-bencana apakah kelak yang akan terjadi menimpa kita semua. Apakah kamu tidak mengerti bahwa tidak ada sesuatu apabila ia telah sampai kepada titik kesempurnaan, melainkan itu berarti permulaan kemerosotannya. Dalam ayat terbayang perpecahan di kalangan kita nanti, dan nasib HAsan Husein yang akan menjadi anak yatim, serta para isteri NAbi yang menjadi janda.”

MEndengar itu terpekiklah para sahabat dan dalam suasana penuh keharuan mereka menangislah semuanya, dan terdengarlah ratap tangis yang sayu dari rumah Abu bakar sidik itu oleh para tetangga yang lain dan mereka ini datang langsung kepada Nabi Muhammad SAW sendiri sambil menanyakan kepada beliau tentang hakikat kejadian yang sebenarnya.

” YA RAsul Allah, kami tidak tahu keadaan yang menimpa diri para sahabat, kecuali kami hanya mendengar pekik tangis mereka belaka”. Mendengar itu berubahlah wajah RAsulullah dan ia pun bertanya : ” Apakah yang kalian tangiskan?” menjawablah Ali: ” Abu bakar sidik berkata kepada kami: ” Sesungguhnya saya mendengar angin kematian RAsulullah berdesir melalui ayat ini,” dan bukankah daoat dijadikan bukti ayat ini bagi kematian engkau?”.

Nabi menjawab: “Benarlah Abu bakar dalam segala apa yang dikatakannya itu. Telah dekat masa kepergianku dari atara kamu semua, dan telah datang masa perpisahanku dengan kamu semua.”

Penegasan nabi itu adalah isyarat, bahwa benarlah Abu bakar seorang yang paling arif di antara para sahabat Nabi. Dan ketika Abu Bakar mendengar ucapan NAbi itu ia pun berteriak dan lantas jatuh pingsan. Ali menjadi gemetar, para sahabat menajdi gelisah; mereka semua ketakutan dan menangis menjadi-jadi. Begitu juga para malaikat di langit, makhluk-makhluk yang melata di bumi. HEwan- hewan di daratan dan di lautan semuanya turut berkabung berduka cita. KEmudian Nabi bersalam berjabat tangan dengan satu demi satu para sahabat mengucapkan perpisahan dan beliau pun menangislah sambil memberikan amanah nasihat kepada mereka semua.

SEtelah turun ayat Alquran yang terakhir itu NAbi Muhammad SAW menjalani hidupnya 81 hari lagi. Ya, demikianlah setelah ayat itu turun beliau naik ke atas mimbar mengucapkan khutbah sambil menagis, dan hadirin mendengarkannya sambil bercucuran air mata pula. Suatu khutbah yang mendebarkan hati dan menegakkan bulu roma, tetapi di samping itu juga khutbah yang mengungkapkan harapan- harapan dan peringatan- peringatan.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, bahwasanya setelah dekat waktu wafatnya Rasulullah, beliau memerintahkan bilal supaya adzan, memanggil manusia sholat berjamaah. Maka berkumpullah kaum muhajirin dan Anshor ke masjid Rasulullah SAW. Setelah selesai sholat dua rakaat yang ringan kemudian beliau naik ke atas mimbar lalu mengucapkan puji da nsanjung kepada Allah SWT. Dan kemudian beliau membawakan khutbahnya yang sangat berkesan, membuat hati dan mencucurkan air mata. Beliau berkata antara lain:

” Sesungguhnya saya ini adalah Nabimu, pemberi nasihat dan da’i yang menyeru manusia ke jalan Tuhan dengan izinNya. Aku ini bagimu bagaikan saudara yang penyayang dan Bapa yang pengasih. Siapa yang merasa teraniaya olehku diantara kamu semua, hendaklah ia bangkit berdiri sekarang juga untuk melakukan KISAS  kepadaku sebelum ia melakukannya di hari kiamat nanti.”

sekali dua kali beliau mengulangi kata-katanya itu, dan pada ketiga kalinya barulah seorang laki-laki bernama ‘Ukasyah Ibnu Muhsin’, ia berdiri di hadapan Rasulullah sambil berkata: “Ibuku dan ayahku menjadi tebusanmu ya RAsul Allah. Kalau tidaklah karena engkau telah berkali-kali menuntut kami supaya berbuat sesuatu atas dirimu, tidaklah aku berani tampil untuk memperkenankannya. sesuai dengan permintaanmu. Dulu aku pernah bersamamu di medan perang Badar sehingga untaku berdampingan sekali dengan untamu, maka aku pun turun dari atas untaku dan aku menghampiri engkau, lantas aku pun mencium paha engkau. KEmudian Engkau  mengangkat cambuk memukul untamu supaya berjalan cepat, tetapi engkau sebenarnya telah memukul lambung sampingku; saya tidak tahu apakah itu dengan engkau sengaja atau tidak ya Rasul Allah, ataukah barangkali maksudmu dengan itu hendak melecut untamu sendiri?”.

Rasulullah menjawab: ” Maha suci Allah ya ‘Ukasyah, bahwa Rasulullah akan bermaksud memukul engaku dengan sengaja”.

Kemudian Nabi menyuruh Bilal supaya pergi ke rumah Fatimah, supaya Fatimah memberikan kepadaku cambukku”., kata beliau. Bilal segera ke luar masjid dengan tangannya diletakkannya di atas kepalanya keheranan sambil berkata sendirian: “inilah Rasulullah memberikan kesempatan kisas terhadap dirinya!” diketoknya pintu rumah Fatimah yang menyahut dari dalam: ” Siapakah di luar?” “saya datang kepadamu untuk mengambil cambuk Rasulullah” jawab Bilal.

– ” Apakah yang akan dilakukan ayahku dengan cambuk ini?” tanya fatimah ke Bilal.

– ” Ya fatimah! ayahmu memberikan kewempatan kepada orang untuk mengambil kisas atas dirinya” Bilal mengaskan.

– ” Siapakah pula gerangan itu yang sampai hati untuk mengisas RAsulullah?” tukas fatimah keheranan.

Bilal pun mengambil cambuk dan membawanya masuk masjid, lalu diberikannya kepada Rasulullah, dan RAsulullah pun menyerahkannya ke tangan Ukasyah.

Tatkala hal itu dilihat Abu bakar sidik dan Umar ra, keduanya berkata kepada ‘Ukasyah: ” Hai Ukasyah! kami sekarang berada di hadapanmu, pukul-kisaslah kami berdua, dan jangan sekali- kali engkau pukul RAsulullah saw!” Rasulullah menyela dengan katanya: ” Duduklah kalian keduanya, Allah telah mengetahui kedudukan kamu berdua!”.

Kemudian berdiri pula Ali bin Abi tholib sambil berkata: “Hai ukasyah! saya ini sekarang masih hidup di hadapan Rasulullah. Aku tidak sampai hati melihat kalau engkau akan mengambil kesempatan kisas memukul Rasulullah. Inilah punggungku, maka kisaslah aku dengan tanganmu dan deralah aku dengan tangan engkau sendiri!” Nabi menukas pula: ” Allah telah tahu kedudukanmu dan niatmu, wahai Ali!”. Kemudian tampil pula kedua kakak beradik, HAsan dan husein. ” Hai Ukasyah! bukankah engkau telah mengetahui, bahwa kami berdua ini adalah cucu kandung RAsulullah, dan kisaslah terhadap diri kami dan itu berarti sama juga dengan mengkisas Rasulullah sendiri!”. Tetapi Rasulullah menegur pula kedua cucunya itu dengan kata beliau: ” Duduklah kalian keduanya, wahai penyejuk mataku!”.

Dan akhirnya Nabi berkata:

“hai Ukasyah! pukullah aku jika engkau berhasrat mengambil kisas!”

“ya Rasul Allah! sewaktu engkau memukul aku dulu, kebetulan aku sedang tidak lekat kain di badanku”, kata ukasyah. Lantas tanpa bicara Rasulullah segera membuka bajunya, maka berteriaklah kaum muslimin yang hadir sambil menangis.

maka tatkala Ukasyah melihat putih tubuhnya Rasulullah, ia segera mendekat tubuh Nabi dan mencium punggung beliau sepuas-puasnya sambil berkata:

“Tebusanmu Rohku ya RAsul Allah, siapakah yang tega sampai hatinya untuk mengambil kesempatan mengisas engkau ya Rasul Allah? sayasengaja berbuat demikian hanyalah karena berharap agar supaya tubuhku dapat menyentuh tubuh engkau yang mulia, dan agar supaya Allah SWT dengan kehormatan engkau dapat menjagaku dari sentuhan api neraka”.

Akhirnya berkatalah Nabi SAW:

“Ketahuilah wahai para sahabat! Barangsiapa yang ingin melihat penduduk syurga, maka melihatlah kepada pribadi laki-laki ini.”

Lantas bangkit berdirilah kaum muslimin beramai-ramai mencium Ukasyah diantara kedua matanya. dan mereka berkata: ” Berbahagialah engkau yang telah mencapai derajat yang tinggi dan menjadi teman Rasulullah saw di surga kelak!”.

YA Allah! demi kemuliaan dan kebesaran Engkau mudahkan jugalah kami mendapatkan Syafaatnya RAsulullah saw di negeri akhirat yang abadi! amin! (Mau’idzatul Hasanah)

 

(Detik-detik terakhir kehidupan Rasulullah.1974.KH FIrdaus AN. Jakarta: PEdoman Ilmu jaya.)

Ketika Hati memainkan peranannya…   Leave a comment

Sebuah hati yang hanya tercipta dari segumpal darah merah mungkin hanya beberapa centi jika diukur dengan ukuran matematis, atau hanya segenggam tangan manusia jika dapat diperkirakan. dan seringkali kita melihat hati digambarkan dalam bentuk “love” sebagai wujud dari kasih sayang dan cinta. Namun, sebuah hati dari seorang manusia tidak hanya sebatas organ berharga yang dapat memberikan kehidupan bagi pemiliknya, betapa tidak hati yang begitu kecil memainkan peranannya dalam segala hal.  Itulah qolbun sebuah istilah dalam mengisyaratkan perasaan yang menggerakkan semua organ dalam diri manusia, menyalurkannya ke dalam pikiran dan dilanjutkan pada bergeraknya organ lainnya sebagai bentuk komando dari sang jenderal “qolbu”


Keberadaannya menjadikan seseorang dengan berbagai karakteristik yang unik dan menarik..

Ketika seorang manusia memiliki suatu perasaan ketertarikannya terhadap sesuatu maka hati berubah menjadi sangat agresif dan senang, sehingga membuat sang tuan seringkali berkata bijak kepada semua orang, dan membuatnya seringkali menebar senyum dan menunjukkan karisma kebahagiaannya melalui raut muka dan tingkah lakunya. begitu besar pengaruh sang hati pada seorang pemilik walaupun ia berbentuk segumpal darah.

dilain pihak sang hati yang sedang bersedih maka memberikan imbas yang sangat berharga pula pada sang pemilik, akan hadir suatu perasaan sedih yang diikuti oleh sikap tubuh yang melemas dan raut muka yang tidak ceria, kegelisahan sikap dan ketidaktenangan dalam semua gerak gerik. tak jarang dibuatnya menangis tersedu sedu hingga meneteskan air mata yang sangat pilu.

Ketika diri ini menginginkan kebersamaan selalu hadir dalam diriku, maka ketika adanya suatu perpisahan maka diri ini sungguh sangat merasakan kesakitan karena perpisahan, sang hati memainkan peranannya agar senantiasa dalam kebersamaan itu terulang. ketika diri ini menginginkan kesendiriannya demi ketenangannya maka ketika ada suatu keramaian sang hati memainkan peranannya untuk tidak menyukai suasana penuh keramaian. sungguh unik sang hati dalam memainkan peranannya.

Seseorang yang ditinggal mati orang tuanya akan merasakan kepedihan yang mendalam dan tak terbayarkan, perasaan ketidakmampuan melanjutkan kehidupan dapat saja terjadi, bahkan mengefek pada jatuhnya bulir-bulir air mata dan hadir suatu sikap tak menentu dalam kesehariannya. seorang yang ditinggal pergi oleh seseorang yang ia cinta bukanlah perkara mudah untuk melupakannya barang sekejap, disinilah sang pemilik hati (Allah) menghadirkan hikmah-hikmahNya dari semua kejadian hidup agar kita dapat belajar dari semua kejadian yang Ia berikan, menjadikan diri tambah dewasa dan bertambah bijaksana dalam hidup di dunia. manusia yang dikehendaki agama adalah mereka yang mampu mengambil hikmah dari semua kejadian dan membaca semua kalam yang tersirat maupun tersurat.

“Yaa Muqollibunal Qulub Tsabbit qulubana ‘alaa to’atik” (wahai yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah kami dalam taat padaMu).

Seorang yang sedang jatuh cinta pun demikian, sang hati memainkan peranannya  untuk senantiasa membuat sang pemiliknya bahagia, selalu tersenyum ramah kepada semua orang sehingga tak jarang orang menganggapnya sedang berbahagia, sang hati menjadikannya selalu bersemangat dalam beraktifitas, sebaliknya jika ia dalam keadaan putus cinta sang hati menjadikan semua organ dalam tubuh dalam diri manusia tidak mampu menerima kondisi lingkungan sekitarnya, perasaan sedih dan tak mau melakukan hal-hal lain sebagi aktivitas rutinnya akan dapat saja terjadi sebagai bentuk akibatnya. coba perhatikan mereka yang sedang putus cinta,  bagi sebagian orang ada yang tak mampu makan dan tak mampu untuk berada dalam keramaian. itulah efek yang mungkin terjadi akibat permainan sang hati. Namun satu hal yang perlu ditekankan bahwasanya dalam diri manusia ada suatu penggerak yaitu hati dan hati digerakkan oleh sang pemilik hati (rabbul jalil)” (Kitab Addurunnafis)

Ada rasa suka dan ada rasa sedih sebagai suatu fenomena hati yang tak dapat terelakkan bagi semua orang. namun di lain sisi ada suatu keburukan yang dapat timbul dari sebuah hati yang tidak sehat, itulah sebuah perbuatan buruk yang sangat ditakuti sebagaimana Rasulullah mengatakan “di dalam diri manusia terdapat segumpal darah, jika baik ia maka baiklah semuanya, sebaliknya jika buruk ia maka buruklah semuanya, itulah hati”

Adanya prasangka buruk dan ada prasangka kebaikan, ada sifat-sifat tercela dan ada sifat-sifat terpuji yang akan muncul dalam diri manusia bergantung dari mana manusia hendak menjadikan hatinya. Hanyalah Allah dan agamanyalah yang dapat menuntun sang hati menjadi sehat dan dalam cahaya ilahi. Karena Rasa Cinta yang musti diharapkan hadir adalah sebuah cinta yang hakiki yakni Cinta kepada Allah dan Rasullullah. yang senantiasa harus hadir dalam diri kita hingga ajal menjemput kelak…

“ya Allah ya Rasulullah hadirlah dalam kehidupan dan kematian kami…” Amin

Lagi ta’aruf, Kenapa Bingung?   2 comments

Kok bingung…? Itulah satu kata yang terlontar dari mulut seorang ikhwan yang lagi berta’aruf dengan Salsa (tidak nama sebenarnya). Salsa seorang akhwat yang selama ini selalu menjaga pergaulan dan menutup diri untuk namanya pacaran, akhirnya terjebak juga dengan perasaan gundah, bingung, dan resah seperti yang dialami oleh kebanyakan orang-orang yang mau menikah. Keadaan ini dialami oleh Salsa setelah ada komitmen dengan si Akhi untuk melanjutkan pernikahan secepatnya, namun satu kata kunci dari seorang ibu yang melahirkan dan membesarkan si Akhi belum ada kata-kata setuju atau pun tidak. Saat Salsa meminta keputusan tegas dari si akhi, dia pun tidak bisa memberikan keputusan tegas karena hasil dari sholat istikharahnya ‘positif’, hanya tinggal menunggu keputusan Ibunya. Inilah yang membuat Salsa menjadi gundah karena serba tidak jelas, hatinya pun menjadi maju mundur.

Ungkapan rasa bingung ini pun keluar dari mulut Salsa saat ditelepon dengan si Akhi, persis ketika itu, orang tua Salsa sudah mulai mendesak untuk mendapatkan suatu kejelasan, ditambah lagi satu ikhwan lain bermaksud hendak berta’aruf juga dengannya. Kondisi ini semakin membuatnya resah, saat mengingat umurnya yang sudah cukup matang untuk menikah. Akhirnya keluhannya diterima oleh si Akhi sambil memberikan nasehat, “Hidup kita ini sudah diatur oleh Allah, bukankah selama ini kita sudah banyak menimba ilmu tentang keyakinan kepada Allah, bahwa taqdir Allah sudah ditetapkan bagi semua makhluknya?” Tinggal bagi kita sekarang untuk mengamalkan dan mempraktekkan ilmu yang telah kita timba di pengajian. Allah sentiasa menguji hamba-Nya dengan keresahan, kesusahan dan kekurangan. Maka orang yang selalu mengikuti petunjuk Allah, maka ia tidak akan pernah merasa khawatir dan tidak pula bersedih hati. Kenapa harus bingung?

Gedebuk!! Begitulah kira-kira irama jantung Salsa saat diingatkan dengan firman Allah di atas. Si Akhi pun melanjutkan nasehatnya, “Sekarang tinggal bagi kita memperkuat hubungan dengan Allah, mengisi waktu malam dengan sholat tahajud, memperbanyak tilawah Qur’an, banyak bersedekah, banyak berzikir, dan sabar serta ridho menerima kondisi ini. Sambil kita terus berusaha dan terus berdo’a agar Alloh membuka pintu hati Ibu, karena hati Ibu itu, juga berada dalam gemgaman Allah. Kalau Allah berkehendak kita berjodoh, pasti akan terlaksana juga apaun rintangannya.”

Dalam hati Salsa terus beristigfar atas kegundahan dan rasa was-was yang dihembuskan oleh syaitan ke dalam hatinya. Setelah itu Salsa pun mulai agak merasa tenang, walau sekali-kali muncul juga perasaan khawatir itu, akhirnya ia menyibukkan diri mencari berbagai literatur, untuk mendapatkan mengatasi keresahan hatinya. Dia pun menemukan buku yang ditulis Harun Yahya dengan judul “Melihat kebaikan dalam Segala Hal” (Seeing Good in All).

Dalam buku tersebut, kembali salsa menemukan kutipan dari firman Allah: “Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu, hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal.” (Ali Imran:160) Usai membaca buku itu, Salsa pun merenung, ternyata rasa tawakal, sabar dan berhusnuzhon pada Allah, inilah yang harus selalu dipupuk di setiap helaan nafas, dan dalam setiap langkah kita. Setiap ujian dan rintangan yang menimpa kita, pasti ada kebaikan dan pelajaran yang bisa dipetik, sekalipun kondisi itu tidak kita sukai. Ini baru satu perjuangan untuk mewujudkan pernikahan, belum lagi perjuangan-perjuangan lain yang jauh lebih berat lagi.

Wahai saudara-saudariku… perjuangan untuk menikah itu, bukanlah suatu perjuangan yang mudah, oleh karena itu, bagi saudara-saudariku yang telah menikah jagalah keharmonisan keluarga anda, jangan biarkan biduk keluarga anda oleng dan karam di tengah lautan, karena hidup di dunia ini hanya sesaat, kelak di akherat sana kita dimintai pertanggungjawaban atas kewajiban dan tanggung jawab yang kita emban. Bagi para suami berlombalah melatih diri untuk menjadi pemimpin yang berakhlak mulia, seperti akhlaknya Rasulullah, menjadi ayah yang memberikan keteladanan pada anak-anaknya. Tidak otoriter sebagai soerang pemimpin. Ajaklah isteri anda untuk bermusyawarah dalam menyelesaikan persoalan rumah tangga. Bagi para isteri bersemangatlah untuk memicu diri agar bisa menjadi bidadari dunia dan akherat bagi suamimu, indah dipandang mata, sejuk di kalbu dan bermesra dirasa, yang pasti selalu dekat dengan Allah. Menjadi isteri dan ibu yang memberi rasa damai pada anggota keluarga Didiklah para anak-anak anda, menjadi anak-anak yang kelak akan mengguncang dunia ini dengan menegakkan panji-panji Islam.

Jangan biarkan anak anda sibuk dengan dunia khayal, sebagai dampak dari film-film yang ditontonnya. Bagi yang belum menikah bersabar dan berusahalah untuk meraih kasih sayang Allah, karena orang yang mendapat kasih sayang Allahlah yang akan beroleh kebaikan dunia dan akhirat. Semoga kita semua beroleh Surga yang dijanjikan Allah, dan diizinkan untuk hadir dalam pertemuan yang sangat gung yakni pertemuan di saat melihat wajah Allah, sebagai imbalan bagi hambanya yang sabar dalam meniti hidup ini. Amin ya Rabbal’alamin

Posted June 14, 2011 by a'im in Kisah dan sejarah

Tagged with , , , , , , , , , ,