Archive for the ‘ilmu’ Tag

Wasiat Allah Kepada Rasulullah   Leave a comment

Nabi S.A.W., “Pada waktu malam saya diisrakkan sampai ke langit, Allah S.W.T telah memberikan lima wasiat, antaranya :

  • Janganlah engkau gantungkan hatimu kepada dunia kerana sesungguhnya Aku tidak menjadikan dunia ini untuk engkau.
  • Jadikan cintamu kepada-Ku sebab tempat kembalimu adalah kepada-Ku.
  • Bersungguh-sungguhlah engkau mencari syurga.
  • Putuskan harapan dari makhluk kerana sesungguhnya mereka itu sedikitpun tidak ada kuasa di tangan mereka.
  • Rajinlah mengerjakan sembahyang tahajjud kerana sesungguhnya pertolongan itu berserta qiamullail.

Ibrahim bin Adham berkata, “Telah datang kepadaku beberapa orang tetamu. Saya berkata kepada mereka, berikanlah nasihat yang berguna kepada saya, yang akan membuat saya takut kepada Allah S.W.T.

Lalu mereka berkata, “Kami wasiatkan kepada kamu 7 perkara, yaitu :

  • Orang yang banyak bicaranya janganlah kamu harapkan sangat kesedaran hatinya.
  • Orang yang banyak makan janganlah kamu harapkan sangat kata-kata himat darinya.
  • Orang yang banyak bergaul dengan manusia janganlah kamu harapkan sangat kemanisan ibadahnya.
  • Orang yang cinta kepada dunia janganlah kamu harapkan sangat khusnul khatimahnya.
  • Orang yang bodoh janganlah kamu harapkan sangat akan hidup hatinya.
  • Orang yang memilih berkawan dengan orang yang zalim janganlah kamu harapkan sangat kelurusan agamanya.
  • Orang yang mencari keredhaan manusia janganlah harapkan sangat akan keredhaan Allah daripadanya.”
Advertisements

gimana ya ayam ngebuahin telur???   Leave a comment

berawal ane duduk di belakang rumah, tak sengaja ane liat ada ayam jantan kayaknya ngadain tarian-tarian buat “ngepek” ayam betina. mo kawin ne ayam pikir ane! dari sinilah ane kepikir gimana ya seekor ayam kok bisa menjadi ayam. padahal kan melalui telur. dan secara ilmiahnya ayam gak memiliki alat reproduksi seperti penis layaknya hewan mamalia seperti sapi atau kerbau. yang nyata-nyata kita pada tahu persis bagaimana proses reproduksinya,,

lah ini kalo kagak ada penis gimana membuahinya yak???!!

Ane hanya liat tuh ayam kayak matok-matokin kepalanya si ayam betina. Terus naik ke ayam betinanya… kok bisa ya! gimana ne proses yang bener dari proses demikian hingga ke telur yang kemudian menjadi ayam…

rasa penasaran ini ngebuat ane browsing some artikel abot it… mungkin bisa menjadi jawaban buat ane ato pun seorang ayam jika ditanya oleh sang buah hati, ato secara ilmiah kita harus menjelaskannya…

—————————– Sistem reproduksi ayam jantan berupa testes ductus (vas) deferens, dan ogan kopulasi yang bentuknya rudimenter ( belum sempurna ). ayam tidak mempunyai penis. Sperma diproduksi di dalam testis, disalurkan ke luar tubuh melalui ductus deferens yang bermuara pada papilla. Perkawinan ayam jantan dengan ayam betina pada hakikatnya ialah mempersatukan dua kloaka untuk memungkinkan pemancaran sistem yang mengandung sperma.

Sistem reproduksi ayam betina terdiri atas ovarium dan oviduk. Ovarium yang mengandung sekitar 1.000-3.000 folikel dan di dalam folikel terdapat kuning telur (yolk). Ukuran folikel berkisar dari yang mikrokopik hingga yang sebesar yolk, tergantung pada tingkat kemasakan yolk di dalamnya. Setelah sebuah yolk diovulasikan, kemudian diterima oleh infudibulum dan melewati bagian-bagian lain dari oviduk, menjadi telur yang sempurna yang dikeluarkan melalui anus.Ovarium dan oviduk.
Ovarium adalah tempat sintesis hormon steroid seksual, gametogenesis, dan perkembangan serta pemasakan kuning telur (folikel). Oviduk adalah tempat menerima kuning telur masak, sekresi putih telur, dan pembentukan kerabang telur. Pada unggas umumnya dan pada ayam khususnya, hanya ovarium kiri yang berkembang dan berfungsi, sedangkan yang bagian kanan mengalami rudimenter.

– Ovarium.
Ovarium pada ayam dinamakan juga folikel. Bentuk ovarium seperti buah anggur dan terletak pada rongga perut berdekatan dengan ginjal kiri dan bergantung pada ligamentum meso-ovarium. Besar ovarium pada saat ayam menetas 0,3 g kemudian mencapai panjang 1,5 cm pada ayam betina umur 12 minggu dan mempunyai berat 60 g pada tiga minggu sebelum dewasa kelamin.
Ovarium terbagi dalam dua bagian, yaitu cortex pada bagian luar dan medulla pada bagian dalam. Cortex mengandung folikel dan pada folikel terdapat sel-sel telur. Jumlah sel telur dapat mencapai lebih dari 12.000 buah. Namun, sel telur yang mampu masak hanya beberapa buah saja (pada ayam dara dapat mencapai jutaan buah).
Folikel akan masak pada 9-10 hari sebelum ovulasi. Karena pengaruh karotenoid pakan ataupun karotenoid yang tersimpan di tubuh ayam yang tidak homogen maka penimbunan materi penyusun folikel menjadikan lapisan konsentris tidak seragam. Proses pembentukan ovum dinamakan vitelogeni (vitelogenesis), yang merupakan sintesis asam lemak di hati yang dikontrol oleh hormon estrogen, kemudian oleh darah diakumulasikan di ovarium sebagai volikel atau ovum yang dinamakan yolk (kuning telur).

Dikenal tiga fase perkembangan yolk, yaitu fase cepat antara 4-7 hari sebelum ovulasi dan fase lambat pada 10-8 hari sebelum ovulasi, serta pada 1-2 hari sebelum ovulasi. Akibat perkembangan cepat tersebut maka akan terbentuk gambaran konsentris pada kuning telur. Hal ini disebabkan oleh perbedaan kadar xantofil dan karotenoid pada pakan yang dibelah oleh latebra yang menghubungkan antara inti yolk dan diskus germinalis.

Folikel dikelilingi oleh pembuluh darah, kecuali pada bagian stigma. Apabila ovum masak, stigma akan robek sehingga terjadi ovulasi. Robeknya stigma ini dikontrol oleh hormon LH. Melalui pembuluh darah ini, ovarium mendapat suplai makanan dari aorta dorsalis. Material kimiawi yang diangkut melalui sistem vaskularisasi ke dalam ovarium harus melalui beberapa lapisan, antara lain theca layer yang merupakan lapisan terluar yang bersifat permeabel sehingga memungkinkan cairan plasma dalam menembus ke jaringan di sekelilingnya. Lapisan kedua berupa lamina basalis yang berfungsi sebagai filter untuk menyaring komponen cairan plasma yang lebih besar. Lapisan ketiga sebelum sampai pada oocyte adalah lapisan perivitellin yang berupa material protein bersifat fibrous (berongga).

Dalam membran plasma, oocyte (calon folikel) berikatan dengan sejumlah reseptor yang akan membentuk endocitic sehingga terbentuklah material penyusun kuning telur. Sehingga besar penyusutan kuning telur adalah material granuler berupa high density lipoprotein (HDL) dan lipovitelin. Senyawa ini dengan ion kuat dan pH tinggi akan membentuk kompleks fosfoprotein, fosvitin, ion kalsium, dan ion besi. Senyawa-senyawa ini membentuk vitelogenin, yaitu prekursor protein yang disintesis di dalam hati sebagai respon terhadap estradiol.

Komponen vitelogenin lebih mudah larut dalam darah dalam bentuk kompleks lipida kalsium dan besi. Oleh adanya reseptor pada oocyte, akan terbentuk material kuning telur. proses pembentukan vitelogenin ini dinamakan vitelogenesis.

Penyusun utama kuning telur adalah air, lipoprotein, protein, mineral, dan pigmen. Protein kuning telur diklasifikasikan menjadi dua kategori:
1. Livetin, yakni protein plasmatik yang terakumulasi pada kuning telur dan disintesis di hati hampir 60% dari total kuning telur.
2. Phosvitin dan lipoprptein yang terdiri dari high density lipoprotein (HDL) dan low density lipoprotein (LDL) yang disebut pula dengan granuler dan keduanya disintesis dalam hati. Pada ayam dewasa bertelur setiap hari disintesis 2,5 g protein/hari melalui hati. Sintesis ini dikontrol oleh hormon estrogen. Hasil sintesis bersama-sama dengan ion kalsium, besi dan zinc membentuk molekul kompleks yang mudah larut kemudian masuk ke dalam kuning telur.

Adapun urutan perjalanan terbentuknya sebutir telur pada saluran reproduksi ayam betina adalah sebagai berikut:
a. Infundibulum/papilon : panjang 9 cm fungsi untuk menangkap ovum yang masak. Bagian ini sangat tipis dan mensekresikan sumber protein yang mengelilingi membran vitelina. Kuning telur berada di bagian ini berkisar 15-30 menit. Pembatasan antara infundibulum dan magnum dinamakan sarang spermatozoa sebelum terjadi pembuahan.
b. Magnum : bagian yang terpanjang dari oviduk (33cm). Magnum tersusun dari glandula tubiler yang sangat sensibel. Sintesis dan sekresi putih telur terjadi disini. Mukosa dan magnum tersusun dari sel gobelet. Sel gobelet mensekresikan putih telur kental dan cair. Kuning telur berada di magnum untuk dibungkus dengan putih telur selama 3,5 jam.
c.Isthmus: mensekresikan membran atau selaput telur. Panjang saluran isthmus adalah 10 cm dan telur berada di sini berkisar 1 jam 15 menit sampai 1,5 jam. Isthmus bagian depan yang berdekatan dengan magnum berwarna putih, sedangkan 4 cm terakhir dari isthmus mengandung banyak pembuluh darah sehingga memberikan warna merah.
d. Uterus : disebut juga glandula kerabang telur, panjangnya 10 cm. Pada bagian ini terjadi dua fenomena, yaitu dehidrasi putih telur atau /plumping/ kemudian terbentuk kerabang (cangkang) telur. Warna kerabang telur yang terdiri atas sel phorphirin akan terbentuk di bagian ini pada akhir mineralisasi kerabang telur. Lama mineralisasi antara 20 – 21 jam.
e. Vagina: bagian ini hampir tidak ada sekresi di dalam pembentukan telur, kecuali pembentukan kutikula. Telur melewati vagina dengan cepat, yaitu sekitar tiga menit, kemudian dikeluarkan (/oviposition/) dan 30 menit setelah peneluran akan kembali terjadi ovulasi.
f. Kloaka: merupakan bagian paling ujung luar dari induk tempat dikeluarkannya telur. Total waktu untuk pembentukan sebutir telur adalah 25-26 jam. Ini salah satu penyebab mengapa ayam tidak mampu bertelur lebih dari satu butir/hari. Di samping itu, saluran reproduksi ayam betina bersifat tunggal. Artinya, hanya oviduk bagian kiri yang mampu berkembang. Padahal, ketika ada benda asing seperti /yolk/ (kuning telur) dan segumpal darah, ovulasi tidak dapat terjadi. Proses pengeluaran telur diatur oleh hormon oksitosin dari pituitaria bagian belakang.
Kutipan dari artikel penelitian USU.

Proses telur menetas

Masa pengeraman selama 21 hari merupakan masa yang sangat kritis untuk menentukan kelahiran seekor anak ayam. Embrio di dalam telur ini tumbuh secara luar biasa setiap harinya sampai akhirnya menetas menjadi anak ayam.Berikut ini Secara garis besar, menyampaikan perkembangan embrio selama 21 hari pengeraman sampai akhirnya jadi anak ayam yang mungil.Pada hari ke-1 sejumlah proses pembentukan sel permulaan mulai terjadi. Sel permulaan untuk sistem pencernaan mulai terbentuk pada jam ke-18. pada jam-jam berikutnya, secara berturut-turut sampai dengan jam ke-24, mulai juga terbentuk sel permulaan untuk jaringan otak, sel permulaan untuk jaringan tulang belakang, formasi hubungan antara jaringan otak dan jaringan syaraf ,formasi bagian kepala, sel permulaan untuk darah, dan formasi awal syaraf mata.

Pada hari ke-2 embrio mulai bergeser ke sisi kiri, dan saluran darah mulai terlihat pada bagian kuning telur. Perkembangan sel dari jam ke-25 sampai jam ke-48secara berurutan adalah pembentukan formasi pembuluh darah halus dan jantung, seluruh jaringan otak mulai terbentuk, selaput cairan mulai terlihat,dan mulai juga terbentuk formasi tenggorokan.

Lalu pada hari ke-3 dimulainya pembentukan formasi hidung, sayap, kaki, dan jaringan pernafasan. Pada masa ini, selaput cairan juga sudah menutup seluruh bagian embrio.

Selanjutnya pada hari ke-4 sel permulaan untuk lidah mulai terbentuk. Pada masa ini, embrio terpisah seluruhnya dari kuning telur dan berputar ke kiri. Sementara itu, jaringan saluran pernafasan terlihat mulai menembus selaput cairan.

Kemudian pada hari ke-5 saluran pencernaan dan tembolok mulai terbentuk. Pada masa ini terbentuk pula jaringan reproduksi. Karenanya sudah mulai dapat juga ditentukan jenis kelaminnya.

Lantas hari ke-6 pembentukan paruh dimulai. Begitu juga dengan kaki dan sayap. Selain itu,embrio mulai melakukan gerakan-gerakan.

Berikutnya hari ke-7, ke-8, dan ke-9 jari kaki dan sayap terlihat mulai terbentuk. Selain itu, perut mulai menonjol karena jeroannya mulai berkembang. Pembentukan bulu juga dimulai. Pada masa-masa ini, embrio sudah seperti burung, dan mulutnya terlihat mulai membuka.

Ketika hari ke-10 dan ke-11 paruh mulai mengeras, jari-jari kaki sudah mulai sepenuhnya terpisah, danpori-pori kulit tubuh mulai tampak.

Saat hari ke-12 Jari-jari kaki sudah terbentuk sepenuhnya dan bulu pertama mulai muncul.

Hari ke-13 dan ke-14 sisik dan kuku jari kaki mulai terbentuk. Tubuh pun sudah sepenuhnyaditumbuhi bulu. Pada hari ke-14, embrio berputar sehingga kepalanya tepatberada di bagian tumpulnya telur.

Hari ke-15 jaringan usus mulai terbentuk di dalam badan embrio.

Waktu hari ke-16 dan ke-17 sisik kaki, kuku, dan paruh semakin mengeras. Tubuh embrio sudah sepenuhnya tertutupi bulu yang tumbuh. Putih telur sudah tidak ada lagi, dan kuning telur meningkat fungsinya sebagai bahan makanan yang sangat pentingbagi embrio. Selain itu, paruh sudah mengarah ke rongga kantung udara, selaput cairan mulai berkurang, dan embrio mulai melakukan persiapan untukbernafas.

Ketika hari ke-18 dan ke-19 pertumbuhan embrio sudah mendekati sempurna. Kuning telur mulai masukke dalam rongga perut melalui saluran tali pusat. Embrio juga semakin besar sehingga sudah memenuhi seluruh rongga telur kecuali rongga kantung udara.

Kala hari ke-20 kuning telur sudah masuk sepenuhnya ke dalam tubuh embrio. Embrio yanghampir menjadi anak ayam ini menembus selaput cairan, dan mulai bernafas menggunakan udara di kantung udara. Saluran pernafasan mulai berfungsi dan bekerja sempurna.

Akhirnya hari ke-21 Anak ayam menembus lapisan kulit telur dan menetas.

kutipan artikel dari infovet dan UKP/YR.
(http://papaji.forumotion.com/t504-sistim-reproduksi-dan-lamanya-perjalanan-sebutir-telur)

Inilah yang Terjadi pada Tubuh di Alam Kubur   Leave a comment

Aku terbaca sebuah artikel dalam sebuah link http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/12/08/14/m8ora6-inilah-yang-terjadi-pada-tubuh-di-alam-kubur Selasa, 14 Agustus 2012, 09:07 WIB

semoga ini bisa menambah khazanah informasi kita semua…REPUBLIKA.CO.ID, Sesungguhnya mayat di dalam kubur akan melewati beberapa fase perubahan, dan inilah fase-fase sejak malam pertama masuk ke kuburan hingga 25 tahun setelahnya.

Malam Pertama

Di kuburan pembusukan dimulai pada daerah perut dan kemaluan. Subhanallah, perut dan kemaluan adalah dua hal terpenting yang anak cucu Adam ini saling bergulat dan menjaganya di dunia. Dua hajat, yang karenanya Allah azza wa jalla membuat manusia merugi di dunia akan membusuk pada malam pertamanya di kuburan. Setelah itu, mulailah jasad berubah warna menjadi hijau kehitaman. Setelah berbagai make up, dan alat-alat kecantikan membuatnya memiliki ragam pesona, nanti tubuh manusia hanya akan memiliki satu warna saja.

Malam Kedua

Di kuburan, mulailah anggota-anggota tubuh membusuk seperti limpa, hati, paru-paru dan lambung.

Hari Ketiga

Di kuburan, mulailah anggota-anggota tubuh itu mengeluatkan bau busuk tidak sedap.

Seminggu Setelahnya

Wajah mulai tampak membengkak, dua mata, kedua lisan dan pipi.

Setelah 10 hari

Tetap terjadi pembusukan pada kali ini pada anggota-anggota tubuh tersebut, perut, lambung, limpa..

Setelah 2 Minggu

Rambut mulai rontok

Setelah 15 Hari

Lalat hijau mulai bisa mencium bau busuk dari jarak 5 km, dan ulat-ulat pun mulai menutupi seluruh tubuhnya

Setelah 6 Bulan

Yang tersisa hanya rangka tulang saja.

Setelah 25 Tahun

Rangka tubuh ini akan berubah menjadi semacam biji, dan di dalam biji tersebut, kita akan menemukan satu tulang yang sangat kecil disebut ‘ajbudz dzanab (tulang ekor). Dari tulang inilah kita akan dibangkitkan oleh Allah azza wa jalla pada hari kiamat.

Inilah tubuh yang selama ini kita jaga. Inilah tubuh yang kita berbuat maksiat kepada Allah dengannya. Oleh karena itulah, jangan biarkan umur kita melewati jasad ini sia-sia, karena dia akan mendapatkan apa yang telah disebutkan.

Redaktur: Endah Hapsari
Sumber: jurnalhajiumroh.com

Posted August 14, 2012 by a'im in Khasanah Informasi

Tagged with , , , , , , , , , , ,

Lahirnya Rahmatan lil’alamin   Leave a comment

Ada yang menarik menjelang hari-hari terakhir kelahiran manusia suci ini, yaitu Allah melimpahkan anugerahNya kepada Sayyidah Aminah sejak tanggal 1 hingga malam tanggal 12 Rabiul awal, malam kelahiran Rahmatan Lil’alamin, Nabi seluruh umat manusia di dunia. Nabi Akhiruzzaman.

Rahmatan lil’alamin adalah istilah qurani dan terdapat dalam Alquran, sebagaimana firman Allah dalam Surat Al-Anbiya’ ayat 107: Dan tiadalah kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.

Ayat tersebut menegaskan bahwa kalau Islam dilakukan secara benar, dengan sendirinya akan mendatangkan rahmat untuk orang Islam maupun untuk seluruh alam. Namun sebelum Rahmatan Lil’alamin termuat dalam kitab suci Umat Islam, Rahmatan Lil’alamin telah ada pada diri Muhammad menjelang hari kelahirannya, tepatnya 12 hari sampai detik-detik bayi Muhammad akan keluar dari rahim perempuan terpilih.

Sebgaimana diriwayatkan oleh Imam Shihabuddin Ahmad bin Hajar Al-Haitami Asy-syafi’i di dalam kitabnya “An-ni’matul Kubraa’alal Aalam” di halaman 61, sebagai berikut:

Pada Malam Pertama

Allah swt melimpahkan segala kedamaian dan ketentraman yang luar biasa sehingga beliau (ibunda Nabi Muhammad saw), Sayyidah Aminah merasakan ketenangan dan kesejukan jiwa yang belum pernah dirasakan sebelumnya.

Pada malam ke 2

Datang seruan berita gembira kepada ibunda Nabi Muhammad saw yang menyatakan dirinya akan mendapati anugerah yang luar biasa dari Allah swt.

Pada malam ke 3

Datang seruan memanggil “Wahai Aminah… sudah dekat saat engkau melahirkan Nabi yang agung dan mulia, Muhammad Rasulullah saw yang senantiasa memuji dan bersyukur kepada Allah swt.”

Pada malam ke 4

Sayyidah Aminah mendengar seruan beraneka ragam tasbih para malaikat secara nyata dan jelas.

Pada malam ke 5

Sayyidah Aminah bermimpi dengan Nabi Allah Ibrahim as.

Pada malam ke 6

Sayyidah Aminah melihat cahaya Nabi Muhammad saw memenuhi alam semesta.

Pada malam ke 7

Sayyidah Aminah melihat para malaikat silih berganti saling berdatangan mengunjungi kediamannya membawa kabar gembira sehingga kebahagiaan dan kedamaian semakin memuncak.

Pada malam ke 8

Sayyidah Aminah mendengar seruan memanggil dimana-mana, suara tersebut terdengar dengan jelas mengumandangkan “Bahagialah wahai seluruh penghuni alam semesta, telah dekat kelahiran Nabi agung, Kekasih Allah swt Pencipta Alam Semesta.”

Pada malam ke 9

Allah swt semakin mencurahkan rahmat belas kasih sayang kepada Sayyidah Aminah sehingga tidak ada sedikitpun rasa sedih, susah, sakit, dalam jiwa Sayyidah Aminah.

Pada malam ke 10

Sayyidah Aminah melihat tanah Tho’if dan Mina ikut bergembira menyambut kelahiran Baginda Nabi Muhammad saw.

Pada malam ke 11

Sayyidah Aminah melihat seluruh penghuni langit dan bumi ikut bersuka cita menyongsong kelahiran Sayyidina Muhammad saw.

Malam detik-detik kelahiran Rasulullah, tepat tanggal 12 Rabiul Awwal jam 2 pagi. Di malam ke 12 ini langit dalam keadaan cerah tanpa ada mendung sedikitpun. Saat itu Sayyid Abdul Mutholib (kakek Nabi Muhammad saw) sedang bermunajat kepada Allah swt di sekitar Ka’bah. Sayyid Aminah sendiri di rumah tanpa ada seorangpun yang menemaninya.

Tiba-tiba beliau, Sayyidah Aminah melihat tiang rumahnya terbelah dan perlahan-lahan muncul 4 wanita yang sangat anggun, cantik, dan jelita diliputi dengan cahaya yang memancar berkemilau serta semerbak harum memenuhi seluruh ruangan.

Wanita pertama datang berkata,”Sungguh berbahagialah engkau wahai Aminah, sebentar lagi engkau akan melahirkan Nabi yang agung, junjungan semesta alam. Beliaulah Nabi Muhammad saw. Kenalilah aku, bahwa aku adalah istri Nabi Allah Adam as, ibunda seluruh umat manusia., aku diperintahakan Allah untuk menemanimu.”

Kemudian datanglah wanita kedua yang menyampaiakan kabar gembira, “Aku adalah istri Nabi Allah Ibrahim as diperintahkan Allah swt untuk menemanimu.”

Begitu pula menghampiri wanita yang ketiga,”Aku adalah Asiyah binti Muzahim, diperintahkan Allah untuk menemanimu.”

Datanglah wanita ke empat,”Aku adalah Maryam, ibunda Isa as menyambut kehadiran putramu Muhammad Rasulullah.”

Sehingga semakin memuncak rasa kedamaian dan kebahagiaan ibunda Nabi Muhammad saw yang tidak bisa terlukiskan dengan kata-kata. Keajaiban berikutnya Sayyidah Aminah melihat sekelompok demi sekelompok manusia bercahaya berdatangan silih berganti memasuki ruangan Sayyidah Aminah dan mereka memanjatkan puji-pujian kepada Allah swt dengan berbagai macam bahasa yang berbeda.

Detik berikutnya Sayyidah Aminah melihat atap rumahnya terbuka dan terlihat oleh beliau bermacam-macam bintang di angkasa yang sangat indah berkilau saling beterbangan.

Detik berikutnya Allah bangun dari singasanaNya dan memerintahkan kepada Malaikat Ridwan agar mengomandokan seluruh bidadari syurga agar berdandan cantik dan rapih, memakai segala macam bentuk perhiasan kain sutra dengan bermahkota emas, intan permata yang bergemerlapan, dan menebarkan wangi-wangian syurga yang harum semerbak ke segala arah. lalu trilyunan bidadari itu dibawa ke alam dunia oleh Malaikat Ridwan, terlihat wajah bidadari itu gembira.

Lalu Allah swt memanggil : “Yaa Jibril… serukanlah kepada seluruh arwah para nabi, para rasul, para wali agar berkumpul, berbaris rapih, bahwa sesungguhnya Kekasihku cahaya di atas cahaya, agar disambut dengan baik dan suruhlah mereka mnyambut kedatangan Nabi Muhammad saw.

Yaa Jibril… perintahkanlah kepada Malaikat Malik agar menutup pintu-pintu neraka dan perintahakan kepada Malaikat Ridwan untuk membuka pintu-pintu syurga dan bersoleklah engkau denagn sebaik-baiknya keindahan demi menyambut kekasihKu Nabi Muhammad saw.

Yaa Jibril… bawalah trilyunan malaikat yang ada di langit, turunlah ke bumi, ketahuilah KekasihKu Muhammad saw telah siap untuk dilahirkan dan sekarang tiba saatnya Nabi Akhiruzzaman.”

Dan turunlah semua malaikat, maka penuhlah isi bumi ini dengan trilyunan malaikat. Lalu ibunda Rasulullah saw di bumi, beliau melihat malaikat itupun berdatangan membawa kayu-kayu gahru yang wangi dan memenuhi seluruh jagat raya. Pada saat itu pula mereka semua berdzikir, bertasbih, bertahmid, dan pada saat itu pula datanglah burung putih berkilau cahaya mendekati Sayyidah Aminah dan mengusapkan sayapnya pada Sayyidah Aminah, maka pada saat itu pula lahirlah Muhammad Rasulullah saw dan tidaklah Sayyidah Aminah melihat kecuali cahaya, tak lama kemudian terlihatlah jari-jari Nabi Muhammad saw bersujud kepada Allah seraya mengucapkan, “Allahu Akbar.. Allahu Akbar.. Walhamdulillahi katsiro, wasubhanallahibukrotan wa asiilaa.”

Semakin memuncaklah kegembiraan seluruh alam dunia dan semesta dan terucaplah “Yaa Nabi Salam Alaika… Yaa Rasul Salam Alaika… Yaa Habib Salam Alaika… Sholawatullah Alaika.. ”

Matanya bagaikan telah dipakaikan sifat mata, senyum indah terpancar dari wajahnya dan hancurlah berhala-berhala dan bergembiralah semua alam semesta menyambut kelahiran Nabi yang mulia…

http://sejarah.kompasiana.com

 

 

Keutamaan Bulan Rabiul Awwal (1)   1 comment

Bulan Rabi’ul Awal merupakan bulan yang sangat mulia bagi kaum muslimin. Di bulan inilah terlahir seorang yang sangat dibanggakan dan dicintai oleh umat islam di seluruh dunia.
 Dia membawa wahyu Allah SWT untuk menyelamatkan umatnya dari kegelapan dunia menuju ke jalan yang terang benderang sebagai bekal untuk ke akherat nanti. Dialah Rasulullah “Muhammad SAW”. Seorang yang sangat menyayangi umatnya hingga di akhir hayatnyapun mengucapkan “Umatku…umatku…”. Dialah satu-satunya yang dapat memberi syafa’at kepada manusia di hari yang sangat berat itu. Dialah yang bersujud kepada Allah SWT untuk umatnya dan berkata “Ana Laha…Ana Lahaa..”  sehingga Allahpun bersabda: ” Irfa’ yaa Muhammad…Isyfa’ tusyaffa’…?” .

Wahai saudaraku…! pantaskah bilamana kita menyepelekan bulan ini? Pantaskah kita jika bulan ini terlewati sedang kita dalam keada’an lalai? Pantaskah seorang yang mengaku mencintai Rasulnya dan berkeinginan untuk mendapatkan syafa’at di alam kubur ketika ditanya oleh Munkar Nakir  : siapa nabimu? berharap untuk bisa menjawabnya. Pantaskah seorang mukmin ingin mendapat syafa’atnya ketika sedang kebingungan, kepada siapakah aku meminta syafa’at sa’at tidak diterima satupun syafa’at nabi-nabi lain di hari kiyamat nanti sedangkan dia tak kenal Rasulullah SAW. Sungguh sangat jauh harapan itu.

Wahai saudaraku…! di bulan inilah Rasul kita Muhammad SAW dilahirkan, akan tetapi mungkin terlintas dalam pikiran kita sebuah pertanya’an: “Mengapa Rasulullah SAW tidak dilahirkan di bulan lain yang lebih barakah? Mengapa tidak dilahirkan di bulan  lain seperti Ramadhan, dimana Allah SWT menurunkan Al-Qur’an dan dihiasi dengan Lailatul Qadar? Atau disalah satu dari bulan-bulan haram lainnya seperti Dzulhijjah, Dzulqa’dah, Muharram atau Rajab (Asyhur Alhurum) yang telah diagungkan oleh Allah SWT dimana di situ diciptakan langit dan juga bumi? Atau di bulan Sya’ban dimana di situ terletak malam Nishfu Sya’ban  ? Mengapa dilahirkan di hari senin bulan Rabi’ul Awal?

Lahirnya Rasulullah SAW di hari senin tanggal dua belas Rabi’ul Awal bukanlah suatu kebetulan atau tanpa hikmah dan faidah tertentu. Akan tetapi di situ terdapat hikmah tersendiri yang jika seorang muslim meyakininya, niscaya akan menambah   kecinta’anya kepada beliau. hikmah tersebut adalah:

Pertama : di sebuah Hadist disebutkan bahwa “Allah SWT menciptakan pepohonan dihari senin “. Hadist ini merupakan peringatan yang sangat muliya bagi umat Islam yaitu Bahwa: ” Allah menciptakan bahan makanan, Rizki, buah-buahan dan kebaikan-kebaikan yang dengan itu anak Adam berkembang biyak dan bertahan hidup serta membuat hatinya senang melihatnya, adalah agar mereka lega dan tenang untuk mendapatkan sesuatu yang membuatnya hidup sesuai dengan hikmah Allah SWT. Maka dengan lahirnya Rasulullah SAW di hari itu, itu adalah sebagai keceriya’an dan kebahagian untuk semua (Qurratui ‘uyun), dan tidak diragukan lagi bahwa hari senin adalah hari yang penuh barakah dan menjadi barakah karena kelahiran seorang Rasul yang muliya. Beliau telah ditanya tentang hari ini kemudian menjawab: “Hari itu adalah hari dimana aku dilahirkan”.

Kedua : Lahirnya Rasulullah SAW dibulan Rabi’ merupakan isyarat yang sangat jelas bagi orang yang cerdas dan mengerti tentang asal mula kalimat Rabi’ , yaitu bahwa dalam kalimat tersebut terdapat makna optimis atas datangnya sang pembawa  kabar gembira bagi umatnya.

Syeikh  Abdur-rahman As-shoqli mengatakan: “Setiap nama seseorang mempunyai peran dalam kehidupannya, baik dalam segi perorangan atau yang lain. Di Fashl Arrabi’   Bumi mengeluarkan semua isinya dari berbagai nikmat-nikmat Allah SWT serta Rizki-rizki-Nya yang di situ terdapat kemaslahatan seorang hamba,  dan dengan itu seorang hamba bisa bertahan hidup, serta  di situlah kehidupan mereka berlangsung. Sehingga terbelahlah biji-bijian, serta berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang telah ditentukan di situ, sehingga orang yang memandangnya menjadi senang dan ke’ada’annya-lah yang memberikan kabar gembira akan kedatangan waktu masak dan memetiknya. Di sini terdapat isyarat yang sangat agung atas mulainya berbagai nikmat Allah SWT”.

Maka kelahiran Nabi Muhammad SAW di bulan ini adalah sebagai isyarat yang sangat nyata dari sang pencipta agar kita mengagungkan dan memujinya karena ketinggian martabat Rasul SAW. Dimana beliau adalah sebagai pembawa kabar gembira bagi semua yang ada di alam semesta, serta rahmat bagi mereka dari berbagai kehancuran dan ketakutan di dunia dan di akherat. Sebagian dari Rahmat Allah SWT yang paling agung yaitu anugrah Allah SWT kepada Rasulullah SAW untuk memberikan hidayah bagi umat islam menuju jalan yang lurus. Sebagai mana dalam firman Allah SWT :

 (وَإِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ ) [ الشورى : 52] .

Sesungguhnya kamu benar-benar meberi petunjuk kepada jalan yang lurus”.

Ketiga : Tidakkah kita melihat bahwa Musim Arrabi’ adalah musim yang paling stabil dan paling bagus, karena di situ tidak ada dingin yang sangat mengganggu dan tidak juga panas yang membikin gelisah, di siang dan malamnya tidak terlalu lama. Akan tetapi semua seimbang dan stabil. Dia adalah musim yang terbebas dari penyakit-penyakit seperti di musim gugur, panas, dan dingin. Akan tetapi manusia menjadi segar dan bergairah di musim ini, sehingga malamnya menjadi waktu yang sangat tepat untuk bertahajud, dan siangnya untuk berpuasa. Hal tersebut menyerupai keadaan syari’at islam yang tengah-tengah serta memudahkan bagi umatnya.

Keempat : Allah SWT telah berkehendak untuk menjadikan mulia berbagai tempat dan waktu dengan adanya Nabi, bukannya menjadikan muliya Nabi dengan adanya tempat dan waktu. Maka tempat dan waktu itulah yang mendapatkan kemuliya’an serta keutama’an dan keistimewa’an yang sangat besar dengan kedatangannya Nabiyullah Muhammad SAW  .   

Memang benar, karena jikalau Rasulullah SAW dilahirkan di bulan Ramadhan contohnya atau di bulan-bulan haram lainnya atau di bulan Sya’ban yang berbarokah; niscaya orang akan menyangka bahwa Nabi menjadi mulia dikarenakan beliau di lahirkan di bulan-bulan tersebut, karena keistimewa’an dan keunggulannya dari bulan-bulan lainnya. Akan tetapi Allah yang Maha Adil telah berkehendak untuk melahirkan baginda Rasul SAW di bulan Rabi’ul Awal, agar bulan ini menjadi mulia dan tampak bersinar terang.  Dalam sebuah Sya’ir dikatakan:

وتضوعت بك مسكا بك الغبراء
        بك بشر الله السماء فزينت

ومساؤه بمحمد وضاء
        يوم يتيه على الزمان

“Karenamu wahai Muhammad, Allah SWT memberi kabar gembira kepada langit hingga diapun berhias.
dan karenamulah, debu-debu kotor menjadi berbau minyak misik”.
“Hari dimana dalam keada’an  bingung di sebuah zaman, sorenya menjadi terang, di karenakan datangnya  Muhammad”.

Kejadian bersejarah di bulan Rabi’ul Awal

Bulan ini adalah bulan yang sangat mulia, bagaimana tidak? bulan ini adalah bulan dimana Orang yang sangat mulia di dunia ini dilahirkan. Di bulan ini juga sang pencipta mengambil arwah suci nabi akhiru zaman ini. Kedua kejadian ini adalah kejadian yang sangatlah penting di bulan ini. Bulan yang sangatlah dimuliyakan dengan datangnya sang pembuka pintu kegelapan.

Karena kedua kejadian tersebut adalah kejadian yang sangatlah penting bagi kaum muslimin, kita akan membahasnya disini secara ringkas:

Kelahiran sang baginda Rasul SAW.

Seorang calon ayah pun terpaksa harus meninggalkan kotanya tercinta menuju ke Syam  untuk mencari rizki demi menghidupi keluarganya. Sang ibu yang sedang mengandung calon buah hatipun terpaksa merelakan suaminya untuk pergi ke sana. Dengan harapan akan kembali dengan membawa kabar gembira. Abdullah setelah pulang dari Syam, mampir di kota Madinah untuk mengunjungi keluarganya seperti yang diperintahkan bapaknya Abdul Muthalib. Akan tetapi takdir berkata lain, dia sakit di kota ini dan akhirnya meninggal di situ. Air mata Aminahpun menetes tanpa terasa, mengingat calon buah hati yang akan terlahir yatim.

Sebelum Aminah melahirkan sang buah hati, dia selalu bermimpi bahwa sebuah cahaya keluar dari dirinya dan menerangi semua istana di Syam. Setelah datang hari yang telah ditentukan Allah SWT sebagai hari kelahiran sang Nabi SAW yaitu hari senin, hari yang ke dua belas dari bulan Rabi’ul Awal, keluarlah sang baginda Rasul SAW dari perut ibunya, dengan dikelilingi oleh cahaya yang menerangi seluruh istana Syam, dan sang mauludpun bersujud seketika kepada Allah SWT. Dengan tanpa merasakan sakit sedikitpun sang bundapun tersenyum gembira, melihat si buah hati yang di kandungnya telah keluar ke dunia dengan selamat.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, dengan mempunyai tiga ibu yang sangat mencintainya, Muhammad SAW tak lagi merasa bahwa dia terlahir yatim, tanpa ayah yang menyayanginya. Akan tetapi dengan tiga ibu tersebut, sudahlah cukup sebagai pengganti rasa pahitnya keyatiman. Yaitu ibu yang telah melahirkannya, Aminah at-taahirah, dan ibu yang merawatnya, Barkah al-baarrah wal wadud. Serta ibu yang menyusuinya, yaitu Halimah Assa’diyah.

Di tahun yang ke Enam dari kelahirannya, Ibu tercinta mengajak Muhammad untuk berziyarah ke makam ayahnya di Madinah dengan ditemani satu pembantu, dan ingin mengenalkannya dengan saudara–saudaranya dari Bani Najjar. Dan tinggAllah mereka disitu beberapa bulan. Kemudian mereka ingin kembali ke rumah mereka di Makkah. Dan dalam perjalanan sang ibu merasakan sakit yang sngatlah dahsyat. Hingga semua rasa sakit terkumpul menjadi satu dan dia berkata: ” semua yang hidup akanlah mati, semua yang baru akan sirna, dan semua yang besar akan rusak, dan saya akan mati dan meninggalkan kenangan yang tak sirna, dan aku telah melahirkan seorang yang sangat suci “. sang ibu pun telah kembali kepada sang pencipta. Dan meninggalkan anaknya sendiri bersama pembantunya menuju kerumah kakeknya dengan membawa kesedihan yang berlipat-lipat.

Setelah sampai kepada kakeknya, kakeknya pun bertambah memperhatikannya, merawatnya lebih dari putra-putranya yang lain, agar cucu tercinta tidak merasakan kepahitan menjadi anak yatim piyatu, dia menyayanginya sebagaimana orang tua menyayangi anaknya.

shared by: http://indo.hadhramaut.info/view/1560.aspx

Gimana ngeredahin Amarah kita pade…   Leave a comment

 

Pernahkah kita di satu sisi merasa kalau kita telah melakukan sesuatu yang bukan “gue banget” diikuti oleh rasa nyesel dah setelahnya…

apa aja bentuknya entah omongan, tindakan, perilaku ato cara berpikir yang nggak “gue banget” . dan terkadang itu berakibat fatal bagi orang lain dan diri kita. Gue ngerasa kayak ada seseorang yang beda dalam tindak gue…
pernah gue merasa kalau satu hari penuh gue bawaannya mo marah mulu, abis dah sapa ja yang gue liat ntu ari, semuanya salah dimata gue, ampun dah kalo ngebayangin tuh perbuatan. Kasian banget yang kena seprot oleh gue. Guyss… mungkin bagi cewek itu bisa dibilang lumrah, maybe faktor datang bulan sehingga mereka labil, ato mereka emang suka moody kalo liat orang…Ntu perkara di cewek bos. Lah gue cowok bawaannya mo marah juga.. apa coba!!!
Tapi guys setelah gue pikir itu juga lumrah kan cowok marah mulu (maksain alasan banget ea)..
Tapi gaklah,, gak boleh mami bilang suka marah, ternyata itu ngebuat semua urat dan otot sekitar muka kita lebih kencang dari biasanya alias tampak stress, dan itu bisa ngebuat kita cepat tua,, ne kata emak gue sob..! ada benarnya seh, kalo gue pikir muka nambah merah, mata melotot, muka sewot, alis merosot, kulit kisrut,, pa lagi ea…
Toh kesemuanya nambah buat kita Galau,,, Cieehhh istilahnya gahol buanget yak!

Nah ternyata saat kita lagi mo marah sob ada beberapa trik yang gue temuin dalam sebuah buku, dan ternyata ntu ilmu dari yang diajarkan agama Islam.. mantab banget, sangat ngebantu kita selagi mo marah.. cukup ngeredain.
Jikalau kita lagi kisruh, mo marah ne  certanya, apa yang kita lihat tetap aja buat kita mo ngeluapin api emosi kita. Tapi terkadang sob ada aja yang ngebuat sulutnya amarah,, apa aja. Ntu semua kerjaannya syaitan sob yang sukanya nangkring di hati kita da nngebisikin alias memanas-manasin suatu perkara.

Nah,,, Islam ngajarin beberapa trik meredahkan amarah :
Pertama kalo lagi kondisi marah,, bergegaslah ingat alias Istighfar sob…Wuihh ne kalimat ngebantu banget, terus sekalian diikuti mengelus dada, seolah-olah semua kekesalan dan kemarahan itu turut luntur bersamaan dengan elusan dada tadi sob..Dijamin emang ne cara ampuh banget…
So, kalo ne cara masih juga ngebuat loe pada emosi, ada cara kedua yang diajarin oleh  Islam yaitu Liat posisi loe pada sewaktu marah. KAlo loe lagi berdiri coba dah Seketika loe duduk, artinya loe ngerubah posisi loe dari berdiri ke duduk. Hal ini sangat ngebantu banget broo, seolah-olah amarah loe reda dan ikut duduk bersama pikiran loe, artinya loe seketika dapat berpikir rasional/ sehat bos… Kalo loe lagi duduk juga belum bisa redah amarah dan emosi loe..
cara ampuh yang terakhir adalah dengan mendinginkan hati loe dan pikiran kita pada dengan mengambil air Wudhu… Wahh,, ne jalan yang super ampuh, karena amarah loe yang bersumber dari dada loe yang merupakan sulutan dari syaitan seketika padam dengan air wudhu,,, belum lagi ditambah loe sholat dua rakaat,,, cakeeeppp dah, Good banget gue bilang..
Oke sob, nuh tips yang gue dapet dari pembelajaran gue selama ene, yang gue dapet dari kitab dalam Islam..

I hope u can try it,,,

Posted December 18, 2011 by a'im in campur aduk

Tagged with , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Detik-detik terakhir kehidupan Rasulullah SAW   Leave a comment

Sholallahu ‘alaa Muhammad, Sholallahu ‘alaihi wasallam…

Semoga beberapa kutipan berikut dapat menambah dan memecah hati kita agar dapat dipenuhi dengan rasa cinta kepada Rasulullah SAW, sehingga memperkuat persaudaraan kita sesama panji Agama Islam..

Kucoba ketik tulisan ini dengan setegar-tegarnya, namun ternyata bendungan air mata tak tahan terjatuh juga,, segenap bulu romaku merinding dan bertambahlah rasa cinta ini. Semoga Allah senantiasa menyampaikan salawat dan salam kepada Rasulullah SAW

—————————————————————————————————————————————–

Berkata Ibnu Mas’ud :

” Di kala telah dekat waktu wafatnya Rasulullah saw kami berkumpul bersama-sama di rumah ibu kita Aisyah ra. Nabi menoleh kepada kami dan kemudian kedua matanya mencucurkan air mata, dan kemudian beliau berkata antara lain:

” Selamat datang bagi kalian semua, semoga Tuhan melimpahkan rahmatNya kepada kamu! Aku berwasiat kepada kamu semua dengan taqwallah, taat kepadaNya. Telah dekat masa perpisahan dan telah hampir waktu pulang kepada Allah dan kepada surga Al-Makwa. Hendaklah Ali memandikan saya, Al-Fadhal bin Abbas dan Usamah bin Zaid yang menuangkan air, dan kemudian kapanilah aku dengan kainku jika kamu menghendaki yang demikian atau dengan kain putih buatan Yaman!.”

“APabila kamu telah selesai memandikanku letakkanlah jenasahku di atas tempat tidurku di rumahku ini di atas pinggir lubang kuburku. Kemudian bawalah aku ke luar sesaat, maka awal pertama kali yang memberi sholawat kepadaku adalah Allah Azza wa jalla sendiri, kemudian Jibrail, kemudian Mikail, kemudian Israfil, kemudian malaikat maut (Izrail) bersama pasukannya dan kemudian segenap para malaikat. Sesudah itu barulah kamu masuk kepadaku rombongan demi rombongan dan sembahyangkanlah aku bersama-sama!”

“Setelah para sahabat mendengar kata-kata amanat perpisahan Rasulullah SAW, mereka menjerit dan menangis dan kemudian berkata : “Ya Rasul Allah! engkau adalah Rasul kami, penghimpun-pembina kekuatan kami dan penguasa urusan kami, apabila engkau pergi dari kalangan kami, kepada siapakah gerangan lagi kami pergi kembali?”

Maka menjawablah Nabi SAW antara lain demikian bunyinya:

“AKu tinggalkan kamu di atas jalan yang terang, dan aku tinggalkan untukmu dua juru nasihat; yang berbicara dan yang diam. Penasihat yang berbicara ialah Al quran dan yang diam ialah Maut. Apabila kamu menghadapi persoalan-persoalan yang musykil, maka kembalilah kepada Alquran dan Sunnah, dan apabila hatimu kesat – kusut, maka tuntunlah dia dengan mengambil iktibar tentang peristiwa-peristiwa maut!”.

Setelah itu Rasulullah jatuh sakitlah pada akhir bulan Safar dan senantiasa beliau dalam keadaan sakit selama 18 hari (ada yang mengatakan 13 hari dan ada pula yang mengatakan 17 hari) yang senantiasa dijenguk oleh para sahabat. Adalah beliau menderita sakit kepala sampai beliau pulang ke Rahmatullah. Beliau diangkat Tuhan menjadi Rasul pada hari Senin dan meninggal dunia pada hari Senin juga. PAda hari terakhir dari hayatnya beliau, Penyakit beliau bertambah berat.

Dalam keadaan beliau yang kritis itu beliau masih terkenang kepada kaum fakir miskin dan melarat, dan ia teringat bahwa masih ada uang simpanannya sebanyak 7 dinar dalam rumahnya. Disuruhnya ambilkan uangnya itu kepada isterinya tercinta, siti Aisyah ra sambil berkata: “Bagaimana gerangan persangkaan Muhammad terhadap Tuhannya, sekiranya ia menemui Tuhannya sedang di tangannya tergenggam benda ini?” Kemudian diserahkannyalah harta miliknya yang terakhir itu kepada fakir miskin selaku kebajikan.

 

Setelah Bilal menyerukan adzan di waktu subuh dengan semerdu-merdunya ia pun berdiri di muka pintu rumah Rasulullah, maka ia pun memberi salam. ” Assalamualaikum ya Rasul Allah!” menyahutlah Fatimah, puteri tersayang beliau yang senantiasa mendampingi ayahnya di kala sakit. “Rasulullah sedang sibuk dengan dirinya sendiri”. KEmudian Bilal pergi ke masjid dan ia tidak mengerti kata-kata Fatimah itu. Tatkala shalat subuh akan dimulai, maka ia datang ke rumah untuk kedua kalinya dan ia berdiri di pintu sambil mengucapkan salam seperti semula. Kali ini suaranya di dengar Rasulullah dan lantas menyuruhnya masuk dengan katanya: “masuklah engkau Bilal sambil menangis! Saya sibuk merawat diri saya dan sakitku bertambah berat. Hai Bilal, suruhlah Abu Bakar Sidik memimpin Sholat bersama orang banyak!”.

 

Kemudian Bilal pun keluar rumah menuju ke masjid sambil menagis dan tangannya diletakkan di atas kepalanya dan sambil mengeluh ia berkata : ” Oh musibah, putuslah harapan dan patahlah semangat! Wahai kiranya, alangkah baiknya kalu aku tidak dilahirkan ibuku!” Kemudian ia masuk ke dalam masjid memanggil Abu bakar sidik. ” Hai Abu bakar! ” Ujarnya. Sesungguhnya Rasulullah menyuruh engkau tampil supaya mengimami orang banyak karena beliau sangat sibuk sekali dengan keadaan yang menimpa diri beliau.”

Waktu Aisyah mendengar Rasulullah menyuruh ayahnya menjadi imam, ia mengemukakan keberatannya yang sangat kepada Rasulullah, karena katanya, ayahnya adalah orang lemah “Ayahku Abu bakar adalah orang yang lemah, dan bila ia menggantikan kedudukan engkau, niscaya ia tidak mampu kelak”, uajr Aisyah. KArena menurut pandangan Aisyah, bahwa konsekuensi jadi Imam itu adalah berat, karena bukan saja seorang itu mampu jadi imam masjid, tetapi juga harus mampu menjadi imam dalam masyarakat sebagai insan teladan. Dan menurut Aisyah, ayahnya adalah orang lemah yang tidak akan mampu mengemban dan mendukung tugas amanah yang berat itu. BErkali-kali Aisyah mengemukakan keberatannya, sehingga Nabi marah, dan alasan siti Aisyah itu tidak dihiraukan beliau, karena ia lebih tahu menilai kecakapan para sahabatnya dari pada isterinya Aisyah itu. Beliau tetap memerintahkan dan berkata lagi: “Suruhlah Abu bakar memimpin sholat bersama orang banyak!”. Demikian akhirnya Abu bakar sidik sempat mengimami shalat jamaah bersama kaum muslimin selama 17 kali waktu menjelang akhir hayat Rasulullah.

Tatkala Abu bakar melihat ke mihrab Rasulullah, memang ia melihat mihrab dalam keadaan kosong daro RAsulullah, ia tidak dapat menguasai dirinya sehingga terpekik dan kemudia ia keluar kembali dalam suasana yang penuh duka cita. Maka menjadi gemparlah kaum muslimin dan kegemparan itu terdengar oleh Rasulullah. Kepada Fatimah beliau bertanya : “Ada apa ini pekik dan kegemparan?”. “Kaum muslimin menjadi gempar karena mereka tidak melihat ayah berada di kalangan mereka”, jawab Fatimah.

Rasulullah kemudian memanggil ALi bin Abi Tholib dan Fadhal bin Abbas untuk membimbing beliau pergi ke masjid. dan beliau pun sempat berjamaan bersama mereka pada hari senin itu. Rasulullah memang memaksakan dirinya pergi ke masjid pada pagi Subuh terakhir itu untuk memberikan ketentraman ke dalam hati umatnya yang sedang resah dan kuatir. Anas bin Malik ( Seorang sahabat pembantu rumah tangga Rasulullah yang setia selama sepuluh tahun sampai Rasulullah wafat) mengatakan :  ” Saya tidak pernah melihat Nabi secerah berseri seperti halnya dengan keadaan beliau di kala subuh terakhir itu”. Ya, sambil tersenyum simpul beliau melambaikan tangannya kepada para jamaah yang ramai berdesak-desak itu, demi untuk menghibur dan membujuk jiwa mereka yang sedang dirundung gelisah dan cemas selama ini.

Kemudian setelah selesai menunaikan shalat berjamaah, maka beliau menghadapkan wajahnya kepada orang banyak sambil berkata :

” Wahai kaum muslimin! Kamu semua berada di bawah perlindungan Allah dan penjagaanNya. Janganlah lupa bertaqwa kepada Allah dan menaatiNya, karena aku tak lama lagi akan meninggalkan dunia ini. Inilah awal hari akhirat bagiku dan akhir hari duniaku! “.

Kemudian beliau berdiri dan pergi masuk ke dalam rumah beliau.

Setelah itu Allah SWT, memberi perintah kepada Malaikat Maut : ” bahwa turunlah engkau kepada kekasihku dengan rupa yang sebagus-bagusnya dan bersikap lemah lembutlah kepadanya dalam menggenggam rohnya. Apabila ia telah memberi ijin kepada engkau, maka berulah engkau boleh masuk ke dalam rumahnya. Tetapi apabila ia tidak memberi ijin maka janganlah engkau masuk dan kembali sajalah !.

Maka turunlah Malaikat Maut (Izrail) ke dunia dengan roman rupa seorang Arab. lalu mengucapkan Salam : ” Asslamaualakum, wahai para keluarga rumah- tangga Nabi dan sumber Kerasulan ! Apakah saya diijinkan masuk ?”

Fatimah menjawab dengan katanya : ” Hai hamba Allah, sesungguhnya Rasul Allah sedang sibuk dengan dirinya !”. Kemudian Malaikat maut itu berseru untuk kedua kalinya : ” Assalamualaikum ya Rasul Allah dan wahai keluarga rumah tangga Kenabian, apakah saya diperbolehkan masuk? ” Nabi saw mendengar suara itu, maka ia bertanya: ” Hai fatimah, siapakah itu gerangan yang berada di pintu?”. “Seorang lelaki Arab memanggil ayahm telah aku katakan kepadanya, bahwa Rasulullah repot dengan dirinya sendiri. Kemudian orang itu memanggil sekali lagi dan telah saya beri jawaban yang sama, tetapi ia memandang kepadaku, maka tegak meremanglah bulu roma kulitku, takutlah hatku, gemetar segala tulang persendianku dan berubahlah warnaku (pucat)”, jawab fatimah.

Maka berkatalah Nabi SAW : ” Tahukah engkau siapakah sebenarnya orang itu ya Fatimah?”.

” Tidak tahu ayah” sahut fatimah.

Berkatalah Rasulullah SAW : ” Itulah dia pemusnah segala kelezatan hidup, pemutus segala kesenangan, pencerai beraikan persatuan, perubuh rumah tangga dan penambah ramai penghuni kubur.”

Mendengar itu, menangislah fatimah dengan tangisnya yang keras menjadi- jadi, melolong- lolong dan ia berkata :” Wahai! akan meninggal kiranya penutup para Nabi; wahai bencana ! akan berpulang kiranya orang taqwa terbaik, dan akan lenyaplah pemimpin dari segala tokoh orang suci. Ah Celaka ! pasti terputuslah wahyu dari langit. Akan terhalanglah aku dari mendengar kata- kata ayah mulai hari ini, dan aku tidak pernah lagi mendengarkan salam ayah sejak hari ini”.

Nabi menjawab : ” Ya fatimah! Engkaulah keluargaku yang pertama kali menyusul aku” Dan kemudian berkata kepada Malaikat maut yang sedang menunggu di luar. ” Silahkan engkau masuk hai Malaikat maut!”. Maka ia pun masuklah sambil mengucapkan salam: ” Salam sejahtera atasmu ya Rasul Allah!” yang lalu dijawab Nabi SAW. ” Dan juga salam sejahtera bagimu ya Malaikat Maut! Apakah kedatangan engkau ini berupa kunjungan ziarah ataukah bertugas untuk mencabut nyawa?”.

– ” Aku datang untuk kedua- duanya, ziarah dan juga bertugas untuk mencabut nyawa, itu pun jika beroleh ijin darimu; dan jika tidak saya akan kembali”, sahut Izrail.

– ” Nabi bertanya pula: “Ya Malaikat Maut, dimana tadi engkau tinggalkan Jibril?”.

– ” Saya tinggalkan dia di langit dunia dan para malaikat senantiasa memuliakannya”, jawab malaikat maut. Dan tak berapa lama kemudian, maka datanglah malaikat Jibril as menyusul, dan terus duduk di dekat kepala Rasulullah.

– ” Apakah engkau tidak tahu, bahwa perintah telah dekat?” Tanya Rasulullah kepada Jibril.

– ” Benar, Ya Rasul Allah! ” sahut Jibril.

– ” Gembirakanlah saya! Apakah gerangan kehormatan yang kiranya akan saya perdapat di sisi Allah! tanya Rasulullah.

– ” Sesungguhnya pintu- pintu langit telah dibuka, dan para malaikat telah siap berbaris- baris menunggu kedatangan roh engkau di langit, pintu- pintu surga telah di buka serta para bidadari telah berhias berdandan untuk menyongsong kedatangan roh engkau” , kata Jibril.

– ” Alhamdulillah” jawab Nabi SAW yang kemudian berkata : ” Ya Jibril ! Gembirakanlah aku, betapa keadaan umatku nanti di hari kiamat?”.

– ” AKu beri engkau kabar gembira, bahwa Allah SWT telah berkata : “SEsungguhnya Aku (Allah) telah mengharamkan surga bagi semua Nabi-nabi sebelum engkau memasukinya terlebih dahulu, dan Allah SWT mengharamkan pula surga itu kepada sekalian umat manusia sebelum umat engkau terlebih dahulu memasukinya”. jawab Jibril.

– ” SEkarang barulah senang hatiku dan hilang rusuhku”, kata Nabi yang selanjutnya menghadapkan ucapannya terhadap malaikat maut: ” Ya Malaikat maut, sekarang mendekatlah padaku!”.

Maka mendekatlah Malaikat MAut mengadakan pemeriksaan untuk menggenggam rohnya SAW. Tatkala sampai roh itu di pusat, Nabi berkata kepada malaikat Jibril : “ALangkah beratnya penderitaan maut itu!” Jibril pun tak sampai hati melihat keadaan Nabi yang dalam keadaan yang demikian itu dan ia pun memalingkan wajahnya sejenak dari memandang kepada Rasulullah SAW.

– ” Apakah engkau benci melihat kepada wajahku, ya Jibril?”, tanya Rasulullah.

– ” Wahai kekasih Allah, siapakah gerangan yang tega sampai hatinya melihat wajahmu sedang engkau berada dalam situasi kritis sakarat- maut?” jawab jibril.

Berkata  Anas Bin Malik ra: ” Adalah roh Nabi SAW sampai di dadanya dan beliau waktu itu masih dapat berkata: ” Aku berpesan kepada kamu semua tentang Sholat dan tentang Hamba Sahaya yang berada di bawah tanggung jawab kamu”. Dan pada penghujung nafasnya yang terakhir beliau menggerakkan bibirnya dua kali dan aku pun mendekatkan telingaku baik-baik, maka aku masih sempat mendengar beliau berkata dengan pelan-pelan: “Ummati!! Ummati!!” (umatku, umatku!). Maka dijemputlah Roh suci Rasulullah SAW dalam keadaan wajah berseri- seri dan bibir manis yang bagaikan hendak tersenyum, di pangkuan isteri tercinta, Aisyah r.a. pada hari Senin 12 bulan Rabiul Awal, yakni di kala matahari telah tergelincir di tengah hari pada tahun ke- 11 Hijriah, bersesuaian dengan tanggal 3 Juni tahun 632 M. Dan adalah umur nabi waktu itu genap 63 tahun menurut riwayat yang termasyur dan yang paling sah.

Inna lillahi wa Inna Ilaihi Roji’un.

Ila hadrotinnabiyyil mustofa rasulillah muhammadin SAW wa ‘alaa aalihi waashhabihi Wa azwajihi wa dzurriyyatihi wa ahlul baiti ajmain syaiullillahi kirom alfaatihah…