Archive for the ‘kesehatan’ Tag

Kisah Motivasi dari seekor Jangkrik Kecil   Leave a comment

Seekor anak jangkrik baru pertama kali keluar dari liangnya. Dia sangat terkagum-kagum dengan dunia luar. Ada bintang, bulan, angin yang bertiup. Tiba-tiba dia mendengar suara nyanyian yang menurutnya sangaaat merdu. Dia mencari sumber nyanyian itu.
Didapatinya binatang mirip dirinya sedang menyanyi… krik…! krik…!! Lalu didekatinya binatang yang mirip dirinya itu. Lalu dia berkata, ” wahai, binatang yang sedang bernyanyi, binatang apakah engkau bisa bernyanyi semerdu itu?”
“Aku jangkrik juga seperti dirimu, jangkrik kecil…!” jawab jangkrik dewasa.
” Ooo begitu, apakah kalau kita sama, apakah aku bisa bernyanyi semerdu yang enagkau lakukan?” kata jangkrik muda.
” Tentu saja…!” kata jangkrik dewasa ” Sebagai jangkrik, enagkau PASTI bisa bernyanyi. Engkau hanya perlu tahu caranya dan latihan yang rajin untuk dapat bernyanyi seperti ini, bahkan mungkin bisa lebih merdu dari yang aku lakukan.”
Lalu jangkrik dewasa mengajarkan cara bernyanyi. Jangkrik muda mengamati betul-betul cara yang dijarkan jangkrik dewasa. Jangkrik muda mulai mempraktekkan yang diajarkan jangkrik dewasa. Tetapi… yang terdengar nyanyian yang tidak merdu sama sekali… Krekk…!! Krekk..!!!
“Engkau hanya perlu latihan terus menerus untuk dapat bernyanyi lebih merdu,” kata jangrik dewasa.
Maka dengan penuh suka cita pulanglah jangkrik muda ini ke liangnya. Di sarangnya dia berlatih terus sepanjang malam… Sampai pagi hampir menjelang, matanya sudah mulai mengantuk. Dia coba bernyanyi, tetapi yang terdengar hanya sedikittt sekali kemajuan…,” krek…!!! Kreik…!!! Kreik…!!
Malam harinya dia coba lagi berlatih bernyanyi, tetapi yang terdengar masih, ” Krek…!! Kreik…!!! Kreik…!!! masih jauh sekali dari suara merdu.
Jangkrik muda hampir putus asa. Mungkin saya memang tidak berbakat untuk bernyanyi, katanya dalam hati. Akhirnya dia memutuskan untuk menemui jangkrik dewasa.
Dengan lemah lesu berceritalah jangkrik muda ini tentang permasalahannya. Tetapi, jangkrik dewasa malah tertawa terbahak-bahak. Jangkrik muda heran.
“Mengapa engkau malah tertawa wahai jangkrik dewasa,” kata jangkrik muda.
“Wahai jangkrik muda, aku bisa bernayanyi semerdu ini memerlukan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun berlatih. Engkau baru berlatih satu malam saja sudah menyerah… bahkan menganggap dirimu tidak berbakat belum ada kemajuan. Bangkitlah jangkrik muda, berlatihlah terus… saya yakin engkau akan bisa bernyanyi lebih merdu dari diriku.” kata jangjrik dewasa.

Maka terbukalah pikiran si jangkrik muda. Akhirnya dia pulang ke sarangnya dengan penuh suka cita…. Dan berniat akan ulet berlatih SAMPAI BISA . Karena dia memang PASTI BISA…

*start from now,,, KEEP TRYING,, tak ada yg tak bisa,,, 🙂 (y)

Advertisements

Posted February 23, 2013 by a'im in campur aduk

Tagged with , , , , , , , , , , ,

Gimana ngeredahin Amarah kita pade…   Leave a comment

 

Pernahkah kita di satu sisi merasa kalau kita telah melakukan sesuatu yang bukan “gue banget” diikuti oleh rasa nyesel dah setelahnya…

apa aja bentuknya entah omongan, tindakan, perilaku ato cara berpikir yang nggak “gue banget” . dan terkadang itu berakibat fatal bagi orang lain dan diri kita. Gue ngerasa kayak ada seseorang yang beda dalam tindak gue…
pernah gue merasa kalau satu hari penuh gue bawaannya mo marah mulu, abis dah sapa ja yang gue liat ntu ari, semuanya salah dimata gue, ampun dah kalo ngebayangin tuh perbuatan. Kasian banget yang kena seprot oleh gue. Guyss… mungkin bagi cewek itu bisa dibilang lumrah, maybe faktor datang bulan sehingga mereka labil, ato mereka emang suka moody kalo liat orang…Ntu perkara di cewek bos. Lah gue cowok bawaannya mo marah juga.. apa coba!!!
Tapi guys setelah gue pikir itu juga lumrah kan cowok marah mulu (maksain alasan banget ea)..
Tapi gaklah,, gak boleh mami bilang suka marah, ternyata itu ngebuat semua urat dan otot sekitar muka kita lebih kencang dari biasanya alias tampak stress, dan itu bisa ngebuat kita cepat tua,, ne kata emak gue sob..! ada benarnya seh, kalo gue pikir muka nambah merah, mata melotot, muka sewot, alis merosot, kulit kisrut,, pa lagi ea…
Toh kesemuanya nambah buat kita Galau,,, Cieehhh istilahnya gahol buanget yak!

Nah ternyata saat kita lagi mo marah sob ada beberapa trik yang gue temuin dalam sebuah buku, dan ternyata ntu ilmu dari yang diajarkan agama Islam.. mantab banget, sangat ngebantu kita selagi mo marah.. cukup ngeredain.
Jikalau kita lagi kisruh, mo marah ne  certanya, apa yang kita lihat tetap aja buat kita mo ngeluapin api emosi kita. Tapi terkadang sob ada aja yang ngebuat sulutnya amarah,, apa aja. Ntu semua kerjaannya syaitan sob yang sukanya nangkring di hati kita da nngebisikin alias memanas-manasin suatu perkara.

Nah,,, Islam ngajarin beberapa trik meredahkan amarah :
Pertama kalo lagi kondisi marah,, bergegaslah ingat alias Istighfar sob…Wuihh ne kalimat ngebantu banget, terus sekalian diikuti mengelus dada, seolah-olah semua kekesalan dan kemarahan itu turut luntur bersamaan dengan elusan dada tadi sob..Dijamin emang ne cara ampuh banget…
So, kalo ne cara masih juga ngebuat loe pada emosi, ada cara kedua yang diajarin oleh  Islam yaitu Liat posisi loe pada sewaktu marah. KAlo loe lagi berdiri coba dah Seketika loe duduk, artinya loe ngerubah posisi loe dari berdiri ke duduk. Hal ini sangat ngebantu banget broo, seolah-olah amarah loe reda dan ikut duduk bersama pikiran loe, artinya loe seketika dapat berpikir rasional/ sehat bos… Kalo loe lagi duduk juga belum bisa redah amarah dan emosi loe..
cara ampuh yang terakhir adalah dengan mendinginkan hati loe dan pikiran kita pada dengan mengambil air Wudhu… Wahh,, ne jalan yang super ampuh, karena amarah loe yang bersumber dari dada loe yang merupakan sulutan dari syaitan seketika padam dengan air wudhu,,, belum lagi ditambah loe sholat dua rakaat,,, cakeeeppp dah, Good banget gue bilang..
Oke sob, nuh tips yang gue dapet dari pembelajaran gue selama ene, yang gue dapet dari kitab dalam Islam..

I hope u can try it,,,

Posted December 18, 2011 by a'im in campur aduk

Tagged with , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Asal usul keturunan RAJA PELEMBANG dan SULTAN PELEMBANG DARUSSALAM   8 comments

Asal Usul dari keturunan Raja-Raja dan Sultan-Sultan Pelembang itu ada 3 (tiga) Jalur, yaitu sebegai berikut ini :

6.1. JALUR RADEN FATTAH (SULTAN DEMAK)

Raja pelembang baru yang pertama adalah Ki Hang Suro Tuo Sangaji Lor yang memerintah dari tahun 1550 s/d 1555 masehi. Beliau adalah cucu dari Raden Fattah Sultan Demak atau anak dari Raden sedakali Pangeran Seberang Lor seda Ing Lautan Pati Unus sultan Demak II.
Jika pada masa pemerintahan Prabu Ariodillah (Ariodamar) Kerajaan Pelembang dinamakannya PELIMBANGAN yang lokasinya adalah kampung tatang 36 ilir Pelembang sekarang ini. Maka pada masa Ki Hang Suro Tuo, nama PELIMBANGAN digantinya menjadi PELIMBANG BARU Yang berlokasi di batu Hampar seberang ilir pelembang lama sekarang ini.
Ki Hang Suro Tuo Sangaji Lor wafat pada tahun 1555 masehi,

6.2. JALUR KETURUNAN SUNAN AMPELDENTA

Raja Pelimbanga ke II
KI GEDE ING SURO MUDO SANGAJI WETAN

Disebabkan KI HANG SURO TUO (atau KI GEDE ING SURO TUO) tidak mempunyai anak, maka Raja Pelimbang ke II ialah kemenakannya sendiri yang bernama Ki Gede ing Suro Mudo anak dari Sunan Ampel Denta Surabaya dan ibunya Nyai Gede ing ilir adik dari Ki Gede Ing suro Tuo. Ki Gede Ing Suro Mudo meninggal dunia pada tahun 1589 setelah memerintah selama 34 tahun (1555 – 1589) dan dimakamkan dipemakaman Batu Hampar dekat makam Ki Gede ing Suro Tuo.

Raja Pelimbang ke III
KI MAS ADIPATI ANGSOKO
Bin KI GEDE ING SURO MUDO
Raja Pelimbang Baru berikutnya yang ke III adalah anak Ki Gede ing Suro Mudo, yaitu Ki Mas Adipati Angsoko bin Ki Gede ing Suro Mudo yang memerintah selama 5 tahun saja (1589-1594) Lokasi Istana kerajaannya tidak lagi di Batu Hampar tetapi dipindahkan ke TALANG JAWA LAMA.

(Raja Pelimbang ke IV)
PANGERAN MADI ANGSOKO
Bin KI GEDE ING SURO MUDO
Oleh karena ketika Ki Mas Adipati Angsoko meninggal dunia, anaknya yang bernama Pangeran Seda ing Kenayan masih kecil, maka Tahta Raja Pelimbang ke IV jatuh kepada saudaranya sendiri bernama PANGERAN MADI ANGSOKO yang memerintah selama 30 tahun (1594 – 1624) dan ketika meninggal tidak meninggalkan anak, maka tahta diserahkan kepada adiknya bernama PANGERAN MEDI ALIT ANGSOKO.

Raja Pelimbang ke V
PANGERAN MEDI ALIT ANGSOKO
Bin KI GEDE ING SURO MUDO
Raja Pelimbang baru yang ke V ini hanya memerintah selama satu tahun saja (1624-1625) dan tidak juga mempunyai anak, dan Beliau digantikan oleh adiknya yang.bernama PANGERAN SEDA ING PURO ANGSOKO

Raja Pelimbang ke VI
PANGERAN SEDA ING PURO ANGSOKO
Bin KI GEDE ING SURO MUDO
Pengeran Seda Ing Puro Angsoko memerintah selaku Raja Pelimbang selama 7 tahun (1625 – 1632) dan Beliaupun tidak ada meninggalkan anak, Kedudukannya digantikan oleh anak Kakaknya (KI MAS ADIPATI ANGSOKO) yang bernama PANGERAN SEDA ING KENAYAN.

Raja Pelimbang ke VII
PANGERAN SEDA ING KENAYAN SABO ING KINGKING
Bin KI MAS ADIPATI ANGSOKO

Pangeran seda Ing Kenayan adalah Anak Ki Mas Adipati Angsoko (Raja ke III) Pangeran Seda Ing Kenayan tidak lagi meneruskan dinasti Angsoko tetapi telah membuat dinasti baru yaitu dinasti Sabo Ing King King, Beliau memerintah selama 12 tahun (1632 – 1644) lokasi istananya dipindah pula ke daerah Sabo KingKing Kelurahn 1 ilir Palembang lama sekarang Pangeran Seda ing Kenayan Sabo ing KingKing beristrikan saudara misan / sepupuhnya sendiri yaitu Ratu Sinuhun Simbur Cahaya, Merekapun tidak memiliki anak. Dengan demikian habislah Keturunan ki Gede ing Suro Mudo atau keturunan Sunan Ampel Denta Surabaya

6.3. JALUR KETURUNAN SUNAN GIRI GERSIK

Raja Pelimbang ke VIII
PANGERAN MOH ALI SEDA ING PASAREAN SABO ING KINGKING

Oleh karena Suami Istri Pangeran Seda Ing Kenayan dan ratu sinuhun simburcahaya tidak menurunkan anak maka Tahta kerajaan dilimpahkan kepada saudara tua (kakak) Ratu Sinuhun bernama Pangeran Moh.Ali Seda ing Pasarean gelar Sultan Jamaluddin Mangkurat V turunan ke 4 dari Raden Paku Moh.Ainulyakin Prabusatmoto joko samudro Sunan Giri gresik Wali songo bin Maulana Ishak Mahdum Syech Awalul Islam Samudra Pasai Aceh.
Pangeran Moh.Ali Seda Ing Pasarean atau Sultan Jamaluddin Mangkurat V ini hanya memerintah selama satu tahun (1644-1645) karena mati terbunuh (diracun) oleh pegawai Keraton Sabo kingking sendiri.

Raja Pelimbang ke IX
PANGERAN SEDA ING RAZAK (SULTAN ABDURROHIM JAMALUDDIN MANGKURAT VI)

Bin Mohammad ali Seda Ing Pasarean

Turunan ke – 5 dari Sunan Giri Gresik walisongo, Pangeran Seda ing Razak ini adalah Dinasti Sabo KingKing terakhir, Istana Sabo KingKing dibumi hangus oleh Angkatan Laut Belanda, maka Sultan Abdurrohim Jamaluddin Mangkurat VI ini beserta keluarganya berhijrah ke Indralaya OKI. Dan Beliau menjadi Sultan di Indralaya. Adapun sebab perang dengan Belanda karena Seda ing Razak tidak mau mengakui VOC dan tidak mau menandatangani kontrak, akhirnya Loji VOC di batu hamper dibakar oleh rakyat atas perintah Sultan. Beliau dimakamkan di desa SAKA TIGA Beliau memerintah selaku Raja Pelimbang ke IX selama 14 tahun (1645-1659) dan memerintah selaku Sultan di Indralaya selama 32 tahun (1659 – 1691).

Raja Pelimbang ke X
KI MAS HINDI (SULTAN ABDURRAHMAN JAMALUDDIN MANGKURAT VII)
Bin Mohammad Ali Seda Ing Pasarean
( Sultan Pelimbang Darussalam ke I )

Beliau adalah adik dari Seda ing Razak atau Sultan Abdurrohim yang hijrah ke Indralaya, Beliau dinobatkan menjadi Raja Pelimbang menggantikan kakaknya dimasa Gubernur Jendral Mr.Johan maaetsuiycker pada bulan juli 1659. Pada tahun 1675 Beliau mendirikan KeSultanan Pelimbang Darussalam, dan oleh karena kakaknya selaku Sultan di indralaya maka beliau memproklamirkan dirinya selaku SUSUHUNAN Pelimbang Darussalam. Lokasi istananya adalah pada lokasi sekolah HIS Kebon Duku 24 ilir Palembang di zaman Hindia Belanda. Atau lokasi SMP Negeri Kobon Duku Palembang. Beliau dimakamkan di pemakaman Cinde Walang di belakang pasar Cinde. Sultan Abdurrahman memerintah selaku Raja Pelimbang ke X selama 16 tahun, (1659 – 1675) dan memerintah Selaku Sultan Pelimbang Darussalam selama 23 tahun (1675 – 1698)

Sultan Pelimbang Darussalam ke II
SULTAN MOHAMMAD MANSYUR
Bin Sultan Abdurrahman Cinde Walang

Sultan Mohammad masyur atau Raden Ario ini adalah anak kedua dari susuhunan Abdurrahman Cinde walang, beliau memerintah selaku Sultan selama 12 Tahun (1698 – 1710) Lokasi istananya dikelurahan KEBON GEDE 32 ilir Palembang dan dimakamkan dilokasi ini juga. Beliau memerintah di Zaman Gubernur Jenderal Hindia Belanda Willem Van Outhoorn, Johan van Hoorn, dan mininggal dunia di masa Abraham van Riebeek, Sultan Muhammad Mansyur ini selanjutnya digantikan oleh anaknya yang
bernama Ratu Purboyo, tetapi yang hanya satu hari menjadi Sultan karena wafat diracun.

Sultan Pelimbang Darussalam ke III
SULTAN AGUNG KOMARUDDIN SRI TERUNO

Bin Sultan Abdurrahman Cinde Walang

Raden Uju adalah adik kandung dari Sultan Mohammad Mansur, memerintah selaku Sultan Pelembang Darussalam selama 12 Tahun (1710 – 1722) dengan Gelarnya SULTAN AGUNG KOMARUDDIN SRI TERUNO, Lokasi Istananya di kelurahan 1 ilir Palembang dan bermakam ditempat ini juga. Beliau memerintah pada zaman Gubernur Jenderal Abraham van Riebeek, Christoffel van swoll dan hendrik van zwaardekroon.

SULTAN DEPATI ANOM
Bin Sultan Mohammad Masyor
Sultan Depati Anom adalah Kemenakan dari Sultan Agung Komaruddin, atau anak dari Sultan Mohammad Mansyur Kebon Gede. Sultan Depati Anom ini adalah “Sultan intermezzo” karena memaksakan diri menjadi Sultan. Sehingga Sultan Agung Komaaruddin terpaksa mengangkatnya menjadi Sultan, dan Sultan Agung Komaruddin menjadi Sultan AGUNG.
Sultan Depati Anom pada mulanya telah meracuni kakaknya sendiri yaitu Pangeran Purbaya karena ingin menjadi Putra Mahkota, sedangkan adiknya sendiri Pangeran Jaya warakrama (Kemudian hari menjadai Sultan Mahmud Badaruddi I) dimusuhinya pula, hingga Pangeran Jaya Wirakrama hijrah ke Johor Malaya. Sultan Depati Anom bermakam di desa belida kecamatan Gelumbang, ia sempat menjadai Sultan selam 9 tahun (1713 – 1722).

Sultan Pelimbang Darussalam ke IV
SULTAN MAHMUD BADARUDDIN LEMABANG

Sultan Mahmud Badaruddin I adalah Pangeran Ratu Jaya Wikrama, anak ke 3 dari Sultan Mohammad Mansyur. Beliau memindahkan lokasi Istananya ke 3 ilir Palembang, dan bermakam di lokasi ini pula, Makamnya disebut Masyarakat sebagai Makam KAWAH TEKUREP.
Beliau membangun Pasar koto 10 ilir, Membangun masjid Agung, membangun kraton kuto Lamo, dan membangun kraton Koto Besak, yang ketika hayatnya baru mencapai 60%.Sultan Mahmud Badaruddin I memerintah selama 34 tahun (1722 – 1756). Dimasa gubernur jenderal Hendrik Van Zwaardek roon, Mettheus de haan, Diederik Van Durven, van Cloon, Abraham Patras, Adriaan P. De Valckenier, Johannes Theedens, Gustaaf willem Baron Van Imhoff dan Jacob Moseel

Sultan Pelimbang Darussalam ke V
SULTAN AHMAD NAJAMUDDIN LEMABANG
Bin Sultan Mahmud Badaruddin

Dizaman Sultan Ahmad Najamuddin ini tidak banyak perubahan kecuali merehabilitir masjid Agung, Beliau memerintah selaku Sultan Pelembang Darussalam selama 24 tahun (1756 – 1780) dimasa Gubernur jenderal Jacob mossel, Petrus Albertus Van der Parra, jeremias Van Riemsdijk dan Reinier de Klerk, Sultan Ahmad Najamuddin dimakamkan dikomplek pemakaman Lemabang.

Sultan Pelimbang Darussalam ke VI
SULTAN MUHAMMAD BAHAUDDIN LEMABANG

Bin Sultan Ahmad Najamuddin

Memerintah selaku Sultan selama 27 tahun (1780 – 1807) dimasa gubernur jenderal rainier de klerk, mr.Willem Arnold alting, mr.Peter Gerardus van Overstraten, Johannes Sieberg,dan Albertus henricus wise. Beliau bermakam di Lemabang.

Sultan Pelimbang Darussalam ke VII
SULTAN MAHMUD BADARAUDDIN (II) LEMABANG
Bin Sultan Muhammad Bahauddin
Sultan Mahmud Badaruddin II atau RADEN HASAN memerintah selama 14 tahun (1807 – 1821) Semasa Gubernur Jenderal Albertus HW, Herman Willem Daendels, Jan Willem Jansens, Lord E.O, Sir Thomas Stamford Raffles, John fendall dan Mr. G.A.G Ph Van der Capellen. Beliau amat anti kepada Inggris dan Belanda, hingga beberapa tahun berperang barulah beliau dapat ditangkap dan ditawan oleh Belanda hingga diasingkan ke Ternate dan wafat disana. Beliaulah Sultan Palembang Darussalam yang sudah diakui sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional dengan SK Presiden RI No.063/TK/tahun 1984 tertanggal 29 oktober 1984.
L Sultan Pelimbang Darussalam ke VIII ukisan
SULTAN HUSIN DIA’UDDIN SOAKBATO
(Sultan Ahmad Najamuddin II)

Sultan Husin dia’uddin adalah Pangeran Dipati atau adik kandung dari Sultan Mahmud Badarauddin II, Dengan diasingkannya Sultan Mahmud Badaruddin II ke ternate maka habislah dinasti Lemabang. dan berdirilah Dinasti baru yaitu DINASTI SOAK BATO. Sultan Husin Dia’uddin adalah Sultan yang diangkat oleh Pemerintahan Inggris, berhubung KRATON KUTO BESAK dikuasai Inggris maka Sultan Husin Dia’uddin membangun Kraton di Soakbato sekarang masuk kampong 26 ilir Palembang, Sementara itu Kraton Kadipaten masih tetap berdiri di Kadipatenan yang lokasinya ditempati oleh rumah Ong Boen Tjit di SEKANAK / SUNGI TAWAR. Setelah Belanda berkuasa kembali di Pelembang, Belanda menurunkan Sultan Husin Diauddin dan menobatkan kembali Sultan Mahmud Badaruddin II. Sultan Husin Diauddin Wafat di kampong KRUKUT Jakarta setelah sebelumnya ditawan dan diasingkan oleh Belanda ke Cianjur dan dibawa kembali kebatavia. Beliau memerintah selam 9 tahun (1812 – 1821).

SULTAN AHMAD NAJAMUDDIN (II) PANGERAN RATU
Bin Sultan Mahmud Badaruddin II

Beliau adalah anak Sultan Mahmud Badaruddin II, Beliau memangku jabatan selaku Sultan “Intermezo” selama 5 tahun (1816 – 1821) Beliau adalah Panglima Perang saat bersama ayahnya melawan Belanda, Tapi akhirnya Pangeran Ratu ditanggap dan dibuang ke Cianjur, lalu dibuang ke pulau Banda hingga akhir hayatnya dan bermakam disana

SULTAN AHMAD NAJAMUDDIN (III) PRABU ANOM
( Sultan ke Pelimbang Darussalam ke IX )

Raden Ahmad adalah anak Sultan Husin Dia’uddin, memerintah selaku Sultan Palembang Darussalam yang ke IX atau yang terakhir. (1821 – 1825). Dengan gelarnya SULTAN AHMAD NAJAMUDDIN (III) PRABU ANOM. Pada tahun 1823 Sultan beserta rakyatnya melakukan pemberontakan terhadap Belanda, tetapi akhirnya dapat dihancurkan oleh Belanda dengan bantuan “Penghianat-Penghianat” hingga Sultan terpaksa Hijrah ke Muara Enim, tetapi akhirnya setelah dibujuk dan dilakukan penipuan-penipuan dengan perantaraan para penghianat, dapatlah ditawan dan diasingkan ke kampung Krukut Jakarta menyusul Sultan Tua yang sudah lebih dahulu ditawan disana hingga wafatnya.Dengan itu semua, maka berakhirlah riwayat KESULTANAN PALEMBANG DARUSSALAM karena sejak itu BELANDA telah memerintah penuh : selaku penjajah ! Dan banyak Sultan-Sultan Palembang Darussalam yang ditawan dan dibuang dari Palembang oleh BELANDA

Ketika sang hati memberi nasihatnya,,,   Leave a comment

Pada saat kita menyadari bahwa diri kita berada jauh dari cahaya. Mungkin juga berada pada posisi mendekati titik jenuh kita. tidak ada semangat dan daya upaya untuk menikmati indahnya hidup. mungkin bisa saja saya katakan ini suatu kondisi terlemah dalam hidup. semua mungkin pernah merasakan ketidakmampuan melakukan semua hal, tidak bersemangat bekerja, tidak bisa berkonsentrasi walaupun itu sesuatu hal yang mudah untuk dilakukan. apa yang kita mau pegang pada saat dipegang tiba-tiba terjatuh. apa yang hendak kita lakukan pun tidak kita sadari. dan mungkin kita semua pernah merasakan bingung untuk melakukan apa, diantara sekian banyak materi kerjaan di depan kita. Namun,, yang berkata adalah beda dari yang dipikirkan. itulah suatu kondisi dimana hendak menuju titik bosan dan titik jenuh dari suatu kondisi.

Pernah aku berpikir bahwa aku tidak mampu untuk melanjutkan hidupku, dan aku tak mampu berpikir untuk apa semua ini kulakukan, pernah aku berpikir bahwa aku tidak mengetahui untuk apa aku ini hidup, dan apa yang harus aku lakukan dalam alam dunia ini sembari menunggu sisa masa hidupku. Pernah aku berpikir bahwa aku tidak mampu melanjutkan hidupku, karena aku selalu sendiri dan tidak ada teman setia yang dapat berbagi kehidupan dan cerita, Pernah aku merasakan kesunyian yang mendalam sehingga aku tenggelam dalam perasaan sedih yang semakin menyiksa batin ini. pada kondisi ini justru pemandangan yang terlintas dalam benakku adalah aku mampu melihat mereka dengan atribut sosial dan semua atribut kesuksesan yang senantiasa mengitari mereka justru tidak satu pun menghampiriku. Pernah aku berpikir bahwa aku tidak tahu apa yang harus kulakukan untuk melangkah ke masa depan, pernah pula terlintas dalam pikiranku bahwa waktuku hampir tiba, dan harus segera kuselesaikan semua hutang dan aktivitas tertundaku. di saat kondisi ini hadir dalam perasaanku, Seketika diiringi hangatnya air mataku jatuh membasahi pipi, seketika aku dapat menangis tersedu-sedu. tubuhku melemas dan rasanya aku ingin berteriak memecah beban dalam hati dan pikiranku.

Seketika setelah air mataku membasahi pipi, aku tertunduk lemas dan tak dapat lagi menangis, seketika itupula hatiku memainkan peranannya seolah sebagai penasihat raja yang memberi penyejuk dalam diriku. Suatu perkataan yang senantiasa membisik dalam hati, seolah-olah ia adalah teman setiaku yang memberi dorongan dan dukungan bagiku. Ia menasihatiku bahwa jangan kau teruskan kondisi seperti ini, karena ini adalah pintu gerbangnya syaitan agar engkau melangkah lebih maju, selangkah lebih maju maka kau terjerumus ke dalam kesedihan yang mendalam. hatiku berbicara seolah-olah ia berada dihadapanku.

Ketika hatiku menasihati untuk kembali ke alam nyataku..seketika kutarik nafas sedalam-dalamnya lalu kuhela dengan penuh keikhlasan, hingga tiga kali kulakukan hal ini sembari berlindung pada Allah dan memohon kepada Allah keridhoanya, seketika aku berucap istighfar seketika pula perasaanku menjadi tenang, beban berat yang seperti gunung di pundakku seketika kurasakan hilang dan aku menjadi semangat kembali. seolah-olah ini adalah suatu perintah dari batinku. Hatiku kembali menasihatiku agar aku jangan menjadi bodoh dan ini adalah perbuatan yang mengundang sisi kemenangan syaitan, ia berkata padaku bahwa aku harus semangat dan melanjutkan perjuanganku di dunia ini. Seolah-olah hatiku menjawab semua kegundahan yang berlaku hari itu, ia menjawab tujuan hidupmu adalah mencari ridho Allah robbmu, diriku memiliki keluarga yang menunggu keberhasilanku, karena diriku adalah tumpuan mereka. kedua orang tuaku menunggu penerus bagi keluarganya, bahwasanya aku harus memiliki keluarga kelak dan mengasuh semua anak-anakku kelak, bahkan aku harus menghadirkan cucu bagi mereka. karena mereka telah tua, betapa kau tidak merasa kasian pada ibumu yang sudah tua dan letih untuk mengasuh hidupnya, betapa kau tidak merasa kasian dengan ayahmu yang sudah renta dan tak mampu lagi untuk bekerja. Apa yang kau tunggu saudaraku, karena inilah masamu sudah tiba waktumu untuk mengibarkan sayapmu, dan menyambut keberhasilan atas usahamu, tetaplah semangat dan mendekatlah kepada Robbmu selalu dikala kau senang atau sedih, bahkan di kala kau dalam kesepian bahkan keramaian yang akan menyertaimu..

Seketika nasihat-nasihat ini muncul dari hatiku yang paling dalam, kembali aku tarik nafas sedalam-dalamnya dan kuhela dengan keihlasan dengan mata terpejam kulangkahkan hati dan perasaanku dengan Bismillah, bahwa aku harus manfaatkan sisa hidupku untuk mencapai karunia dan ridho Allah, karena itulah tujuan hidup yang sebenarnya.

Posted October 26, 2011 by a'im in campur aduk

Tagged with , , , , , , , , , , , ,